KLIK LINK UNTUK MELIHAT VIDEO : https://vt.tiktok.com/ZSypurhey/
JURANEWS.ID, SEMARANG – Tanggul penahan air di Kelurahan Kedungmundu, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, dilaporkan hancur total meski baru dibangun belum genap satu tahun, Selasa (11/11).
Kondisi tersebut memicu kemarahan warga yang menilai proyek infrastruktur itu dikerjakan asal-asalan dan tidak sesuai standar.
Pantauan di lapangan menunjukkan, sebagian besar bagian tanggul telah ambrol dan dikawatirkan aliran air meluap ke permukiman warga.
Terlebih saat ini curah hujan di Kota Semarang terpantau meningkat.
Retakan besar terlihat di beberapa sisi, memperlihatkan struktur material yang tampak rapuh dan mudah terkelupas.
Seorang warga setempat, S (42), mengaku kecewa dengan kondisi bangunan yang baru selesai beberapa bulan lalu.
“Baru juga rampung akhir tahun kemarin, sekarang sudah ambruk semua. Waktu dibangun, kami juga heran karena materialnya kelihatan tipis dan cepat sekali dikerjakan,” ujar S, Senin (11/11).
Beberapa warga menduga kerusakan cepat ini disebabkan karena penggunaan bahan bangunan berkualitas rendah.
Proyek yang seharusnya bertahan bertahun-tahun justru tak sampai satu musim hujan sudah rusak parah.
R (50), warga lain menilai ada kejanggalan dalam proses pengerjaan.
“Kelihatannya bukan karena faktor alam, tapi karena dari awal pengerjaannya memang tidak serius. Waktu hujan deras kemarin, tanggul langsung jebol. Kalau kuat, mestinya tidak separah ini,” katanya.
Warga menyoroti lemahnya pengawasan dari pihak terkait.
Mereka menilai proyek semacam ini seharusnya mendapat pemantauan ketat agar dana publik benar-benar menghasilkan infrastruktur yang bermanfaat.
“Kalau begini, yang rugi masyarakat. Kami minta proyek ini diaudit dan diperbaiki total. Jangan sampai uang rakyat terbuang percuma,” tegas S (42).
Masyarakat Kedungmundu kini mendesak pemerintah kota untuk segera mengirim tim independen guna memeriksa penyebab ambruknya tanggul tersebut.
Audit diperlukan untuk memastikan apakah ada kelalaian dari kontraktor atau konsultan pengawas dalam pelaksanaan proyek.
Selain itu, warga berharap tanggul segera diperbaiki secara permanen dengan material yang kuat agar bisa kembali berfungsi melindungi permukiman dari ancaman banjir saat musim hujan sekarang.
(*)










Komentar