JURANEWS.ID, SEMARANG – Mantan CEO PSIS Semarang, Yoyok Sukawi, akhirnya angkat bicara terkait keputusan Pratama Arhan bergabung dengan Persija Jakarta.
Melalui pernyataan resminya, Yoyok mengungkap bahwa dirinya dan Arhan sebenarnya memiliki perjanjian tertulis sejak 2022 yang mengatur perjalanan karier sang pemain.
Pernyataan tersebut disampaikan untuk meluruskan berbagai spekulasi yang berkembang di tengah publik mengenai kepindahan bek kiri Timnas Indonesia itu ke Persija Jakarta.
Menurut Yoyok, sejak awal dirinya memberikan kebebasan penuh kepada Arhan untuk mengembangkan karier di luar negeri tanpa membebankan biaya transfer kepada klub peminat.
“Sejatinya antara saya dan Arhan memang ada perjanjian tertulis yang isinya menyebutkan bahwa Arhan boleh bebas berkarier ke luar negeri. Saya akan melepas dengan ikhlas tanpa kompensasi transfer Rp1 pun,” ujar Yoyok.
Namun, dalam perjanjian tersebut terdapat satu poin penting yang kini menjadi sorotan publik.
Yoyok mengungkapkan bahwa apabila masa kontrak Arhan di luar negeri telah berakhir dan sang pemain ingin kembali berkarier di Indonesia, maka Arhan diwajibkan kembali membela PSIS Semarang.
“Apabila kontrak di luar negeri telah selesai dan bermaksud berkarier kembali di Indonesia, Arhan wajib kembali ke PSIS Semarang,” jelasnya.
Yoyok Tunjukkan Perjanjian Tahun 2022
Dalam penjelasannya, Yoyok bahkan memperlihatkan dokumen perjanjian yang disebut ditandatangani bersama Pratama Arhan pada 21 Januari 2022.
Ia kemudian menceritakan awal mula proses kepindahan Arhan ke Liga Jepang.
Saat itu, Arhan disebut sedang berada dalam performa terbaiknya setelah menjadi andalan Timnas Indonesia. Penampilannya menarik perhatian banyak klub, termasuk sejumlah klub Indonesia yang siap memberikan tawaran besar.
Meski demikian, PSIS memilih tidak melepas pemain jebolan akademinya tersebut ke klub lokal.
“Saat itu banyak tawaran transfer dari klub lokal. Namun kami tidak akan melepas dengan harga berapa pun karena bagi PSIS, Arhan adalah andalan utama di sisi kiri,” kata Yoyok.
Dilepas Gratis ke Jepang demi Masa Depan
Kesempatan kemudian datang dari klub Jepang, Tokyo Verdy, melalui perantara agen pemain.
Yoyok mengaku dirinya bertemu langsung dengan pihak terkait di Jakarta untuk membahas proses transfer.
Hasilnya, PSIS sepakat melepas Arhan dengan status bebas transfer apabila resmi bergabung dengan Tokyo Verdy.
Menurut Yoyok, keputusan tersebut bukan didasarkan pada faktor bisnis, melainkan sebagai bentuk dukungan terhadap perkembangan karier pemain sekaligus kontribusi bagi sepak bola nasional.
“Kenapa kami lepas dengan free transfer? Karena klub merasa Arhan akan terus berkembang di Liga Jepang. Kami punya misi pembinaan untuk kemajuan Timnas Indonesia,” ujarnya.
Yoyok: Saya Mendukung Penuh Karier Arhan
Yoyok menegaskan bahwa dirinya tidak pernah meminta keuntungan finansial atas kepindahan Arhan ke luar negeri.
Sebaliknya, ia mengaku mendukung penuh langkah sang pemain untuk meraih pengalaman internasional.
Sebagai bagian dari kesepakatan, Arhan disebut menyatakan komitmennya untuk kembali memperkuat PSIS apabila suatu saat memilih kembali bermain di kompetisi Indonesia.
Melalui penjelasan tersebut, Yoyok berharap tidak lagi muncul kesalahpahaman di tengah masyarakat mengenai proses kepindahan Pratama Arhan ke Persija Jakarta.
“Saya menjelaskan ini agar tidak terjadi kekeliruan di publik terkait perpindahan Arhan ke Persija Jakarta,” tutupnya.
(*)














Komentar