Tanam 1.000 Mangrove di Tangerang, Zurich dan MUFG Group Perkuat Ekonomi Warga Pesisir

Program “Sayang Bumiku” melibatkan lebih dari 100 sukarelawan untuk menanam 1.000 mangrove, membersihkan pantai, mengedukasi literasi keuangan, serta mendukung pendidikan dan UMKM lokal di Tanjung Pasir, Tangerang.

TANGERANG, JURANEWS.ID – Zurich Indonesia bersama sejumlah perusahaan dalam ekosistem jasa keuangan MUFG Group menggelar aksi pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat melalui program “Sayang Bumiku” di Tanjung Pasir, Tangerang, Jumat (16/10/2026).

Kegiatan ini melibatkan lebih dari 100 sukarelawan dari Zurich dan berbagai entitas MUFG Group. Rangkaian aksi meliputi penanaman 1.000 pohon mangrove, bersih pantai, edukasi literasi keuangan, serta dukungan terhadap pendidikan dan pengembangan usaha masyarakat setempat.

Program tersebut melibatkan PT Zurich Asuransi Indonesia Tbk, PT Zurich General Takaful Indonesia, PT Zurich Topas Life, MUFG Bank Ltd. Jakarta Branch atau MUFG Indonesia, PT Bank Danamon Indonesia Tbk, PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk, serta PT Home Credit Indonesia.

Penanaman 1.000 pohon mangrove dalam program “Sayang Bumiku” diperkirakan mampu menyerap sekitar 12,3 ton karbon dioksida (CO₂) per tahun ketika tanaman tumbuh optimal.

Selain berkontribusi terhadap penyerapan karbon, mangrove memiliki peran penting dalam menjaga ekosistem pesisir, membantu mengurangi abrasi, serta mendukung adaptasi terhadap dampak perubahan iklim.

Direktur PT Zurich Asuransi Indonesia Tbk, Musi Samosir, mengatakan upaya membangun ketahanan masyarakat perlu dilakukan tidak hanya untuk menghadapi risiko saat ini, tetapi juga mempersiapkan masyarakat menghadapi tantangan pada masa mendatang.

“Di Zurich, kami percaya bahwa membangun ketahanan tidak hanya berarti membantu masyarakat menghadapi risiko hari ini, tetapi juga mempersiapkan mereka menghadapi tantangan di masa depan. Melalui program Sayang Bumiku, kami ingin menghadirkan dampak berkelanjutan melalui pelestarian lingkungan, peningkatan literasi keuangan, dan penguatan kapasitas komunitas. Kami berharap inisiatif ini dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat serta lingkungan sekitar,” ujar Musi.

Menurut Zurich, program ini menggabungkan kepedulian lingkungan dengan penguatan kapasitas masyarakat agar manfaat kegiatan tidak berhenti pada aksi penanaman pohon semata.

Pelaksanaan program “Sayang Bumiku” dilakukan bersama Seasoldier Foundation, organisasi yang telah mendampingi masyarakat pesisir Tanjung Pasir sejak 2018.

Founder sekaligus Executive Director Seasoldier Foundation, Nadine Chandrawinata, menekankan pentingnya kolaborasi berbagai pihak dalam menjaga dan memulihkan ekosistem pesisir.

“Restorasi pesisir adalah langkah nyata untuk mengembalikan fungsi alam sekaligus membangun masa depan pesisir yang lebih tangguh dan berkelanjutan. Kegiatan ini membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan berbagai pemangku kepentingan untuk memastikan ekosistem pesisir dapat pulih, tetap terjaga dan terus memberikan manfaat,” kata Nadine.

Ia berharap kolaborasi bersama Zurich dan MUFG Group dapat mendorong lebih banyak pihak terlibat dalam pelestarian lingkungan di Indonesia.

Tak hanya berfokus pada lingkungan, program “Sayang Bumiku” juga menyasar sektor pendidikan dan ekonomi masyarakat.

Zurich memberikan perangkat pendidikan untuk mendukung kegiatan belajar-mengajar di Sekolah Rumpin. Selain itu, perusahaan turut menyalurkan perlengkapan usaha dan sarana promosi produk untuk membantu memperkuat kapasitas usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal berbasis mangrove.

Dukungan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat mengembangkan kegiatan ekonomi yang berkaitan dengan potensi lingkungan pesisir.

Melalui kombinasi penanaman mangrove, edukasi literasi keuangan, dukungan pendidikan, dan penguatan UMKM, program “Sayang Bumiku” diarahkan untuk mendorong ketahanan lingkungan sekaligus meningkatkan kapasitas masyarakat pesisir.

Zurich Indonesia, yang mencakup PT Zurich Asuransi Indonesia Tbk, PT Zurich General Takaful Indonesia, dan PT Zurich Topas Life, menyatakan seluruh entitas tersebut berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

(*)

Komentar