JURANEWS.ID, JAKARTA – Upaya pemulihan bagi warga terdampak bencana hidrometeorologi basah di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, terus menunjukkan perkembangan positif. Hingga Minggu (8/3), pemerintah melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama sejumlah kementerian dan lembaga telah membangun 1.771 unit Hunian Sementara (Huntara) yang tersebar di 25 lokasi.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.339 kepala keluarga (KK) telah menempati hunian yang disediakan pemerintah. Para penyintas kini tinggal di tempat yang lebih layak dan dilengkapi berbagai fasilitas dasar.
BNPB bersama Kementerian Sosial dan sejumlah lembaga kemanusiaan turut menyalurkan berbagai kebutuhan penunjang bagi warga, seperti perabotan rumah tangga. Selain itu, fasilitas dasar berupa akses air bersih dan listrik juga disediakan secara gratis untuk membantu meringankan beban para penyintas.
Dalam proses percepatan pembangunan, BNPB bekerja sama dengan berbagai pihak, di antaranya Danantara, Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Koordinator Infrastruktur, serta sejumlah organisasi kemanusiaan seperti Dompet Dhuafa, Rumah Zakat, MER-C, Relief Box, Dedikasi Foundation, dan GPCI.
Saat ini, tim gabungan masih fokus menyelesaikan sisa 2.418 unit hunian dari total kebutuhan sebanyak 4.189 unit. Pembangunan tersebut ditargetkan rampung pada pekan kedua Maret 2026.
BNPB optimistis seluruh penyintas dapat menempati hunian sementara yang layak menjelang Hari Raya Idulfitri tahun ini.
Selain pembangunan Huntara, pemerintah juga menyalurkan Dana Tunggu Hunian (DTH) sebesar Rp600.000 per bulan bagi warga yang memilih menyewa tempat tinggal secara mandiri. Berdasarkan data terbaru, sebanyak 1.933 KK yang diusulkan pemerintah daerah telah menerima bantuan tersebut.
Sementara itu, sebanyak 898 KK lainnya masih berada dalam proses transisi dari tenda pengungsian menuju hunian sementara.
Pemerintah menegaskan bahwa pembangunan Huntara dan penyaluran DTH merupakan solusi jangka pendek. Ke depan, pemerintah juga merencanakan pembangunan Hunian Tetap (Huntap) sebagai solusi permanen bagi warga terdampak bencana.
Seiring dengan mulai ditempatinya hunian sementara, tenda-tenda pengungsian secara bertahap mulai dibongkar oleh personel TNI. Pembongkaran tersebut dilakukan di beberapa lokasi, antara lain di kawasan Kantor DPRK, Kampung Karang Bundar, serta Desa Durian dan Desa Benua.
Di Kecamatan Karang Baru, dari total 142 unit Huntara yang telah selesai dibangun, sebanyak 129 unit di antaranya sudah mulai dihuni warga.
Setiap unit hunian sementara dilengkapi dengan berbagai kebutuhan dasar, seperti kasur, kompor beserta tabung gas, perlengkapan tidur, hingga kipas angin. Pemerintah juga menyalurkan paket sembako untuk kebutuhan warga selama 24 hari ke depan.
BNPB menilai percepatan pembangunan hunian sementara ini merupakan hasil sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan berbagai lembaga kemanusiaan dalam mempercepat pemulihan pascabencana di Aceh Tamiang.
Dengan progres yang terus berjalan, pemerintah berharap para penyintas dapat merayakan Hari Raya Idulfitri tahun ini dalam kondisi yang lebih layak dan aman.
(*)














Komentar