SEMARANG, JURANEWS.ID – Fakultas Farmasi Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang melantik 119 apoteker baru melalui Sidang Terbuka Pengucapan Lafal Sumpah Apoteker ke-30 Tahun 2026, Kamis (15/10/2026). Dalam prosesi tersebut, Pertiwi Setyaningrum meraih penghargaan lulusan terbaik dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sempurna 4,00.
Kegiatan yang berlangsung di Kampus 2 Unwahas ini menjadi momentum bagi para lulusan Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker (PSPPA) untuk mengemban tanggung jawab profesional dalam pelayanan kefarmasian kepada masyarakat.
Sidang dihadiri jajaran pimpinan universitas, Fakultas Farmasi, perwakilan organisasi profesi, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, serta Yayasan Wahid Hasyim.
Rangkaian acara meliputi pembukaan sidang, penyampaian laporan program studi, pengucapan sumpah apoteker yang dipimpin Dekan Fakultas Farmasi, penandatanganan surat sumpah, hingga penyerahan sertifikat profesi kepada para apoteker baru.
Penghargaan lulusan terbaik diberikan kepada apt. Pertiwi Setyaningrum, S.Farm., yang berhasil meraih IPK 4,00.
Dalam sambutannya, Pertiwi menyampaikan bahwa menjadi apoteker merupakan cita-cita yang kini terwujud. Ia mengungkapkan rasa terima kasih kepada orang tua, keluarga, serta seluruh civitas academica Fakultas Farmasi Unwahas atas doa, dukungan, ilmu, dan bimbingan selama menjalani pendidikan.
Ia juga mengingatkan bahwa perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kefarmasian menuntut setiap apoteker untuk terus meningkatkan kompetensi.
“Kami menyadari ilmu dan teknologi akan terus berkembang, sehingga kita tidak boleh berhenti mengembangkan ilmu agar senantiasa dapat memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujarnya.
Pesan tersebut menegaskan bahwa kelulusan bukanlah akhir dari proses pembelajaran, melainkan awal dari tanggung jawab untuk memberikan pelayanan kefarmasian yang aman, tepat, dan profesional.
Dekan Fakultas Farmasi Unwahas, Dr. apt. Yance Anas, M.Sc., menegaskan bahwa pengucapan sumpah apoteker merupakan awal dari amanah keilmuan yang harus diwujudkan dalam praktik profesi.
Ia menyampaikan tiga prinsip utama yang harus dipegang para apoteker baru, yakni kompetensi, integritas, dan karakter.
Menurutnya, gelar apoteker tidak secara otomatis menjamin integritas seseorang. Setiap tindakan profesional harus didasarkan pada ilmu pengetahuan, aspek keamanan, dan etika profesi.
Yance juga mengingatkan para apoteker agar tidak ragu bertanya ketika menghadapi persoalan yang belum dipahami. Sikap tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab profesional untuk memastikan pasien memperoleh pelayanan terbaik.
Selain itu, nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) diharapkan menjadi landasan dalam menjalankan profesi, termasuk memberikan pelayanan tanpa diskriminasi dan menyampaikan informasi obat secara benar.
Ia turut mendorong para alumni untuk terus mengembangkan diri, berani bersaing di tingkat nasional maupun internasional, serta berkontribusi dalam memajukan dunia kefarmasian Indonesia.
Wakil Rektor I Unwahas, Associate Professor Dr. H. Nur Cholid, M.Ag., M.Pd., menyampaikan bahwa Unwahas yang berdiri sejak 2000 telah memperoleh akreditasi Unggul sejak 2024.
Ia berharap Fakultas Farmasi dan Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker dapat mengikuti capaian tersebut melalui proses reakreditasi yang akan dijalani.
Nur Cholid juga menyampaikan harapan agar Fakultas Farmasi Unwahas dapat segera membuka program magister atau S2 Ilmu Farmasi untuk memperluas kesempatan pengembangan akademik dan profesional di bidang kefarmasian.
“Sumpah apoteker bukan formalitas, tetapi acara yang sakral dan semoga menjadi momentum. Profesi apoteker bukan sekadar profesi, tetapi pengabdian,” tegasnya.
Ia berpesan agar para apoteker baru tidak cepat berpuas diri, terus belajar, dan mampu beradaptasi dengan perkembangan ilmu serta teknologi demi memberikan manfaat bagi masyarakat.
Sambutan Ketua Yayasan Wahid Hasyim yang diwakili Dewan Pembina Yayasan Wahid Hasyim, Prof. Dr. H. Mudzakkir Ali, M.A., turut memberikan pesan kepada para lulusan.
Ia menitipkan prinsip “4T” sebagai pedoman dalam menjalankan profesi, yaitu Tekad yang kuat dan sungguh-sungguh, Tekun yang dilandasi kejujuran dan amanah, Teguh dalam menghadapi rintangan, serta Tiba atau sampai pada tujuan sebagai apoteker yang berpegang pada nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah.
Mudzakkir juga mengingatkan para apoteker agar bekerja sesuai standar operasional prosedur (SOP), menjaga kerendahan hati, serta menjunjung tinggi kejujuran dan kedisiplinan.
“Jujur, disiplin, dan teguh akan membuat Saudara menjadi apoteker yang berhasil di mana pun berada,” pesannya.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, penyerahan apoteker baru dilakukan kepada Pengurus Daerah Ikatan Apoteker Indonesia (PD IAI) Jawa Tengah yang diwakili Sekretaris PD IAI Jawa Tengah, apt. Jihan Aauza, S.Farm., serta kepada Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah yang diwakili Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan, Wafika Rahmawati, S.Kep., Ns., M.Kes., selaku Administrator Kesehatan Ahli Madya.
Acara juga diisi dengan pemutaran video perpisahan, persembahan lagu dari para apoteker baru, pembacaan doa, dan sesi foto bersama.
Melalui pengucapan sumpah apoteker ke-30 ini, Fakultas Farmasi Unwahas berharap 119 lulusan mampu menjadi tenaga kesehatan yang kompeten, berintegritas, berkarakter, dan berdaya saing global.
Para apoteker baru diharapkan tidak hanya menguasai ilmu kefarmasian, tetapi juga menjunjung tinggi etika profesi, mengutamakan keselamatan pasien, serta menjadikan pelayanan kepada masyarakat sebagai bentuk pengabdian.
(*)












Komentar