3 Sekolah di Semarang Batal Diperbaiki Tahun Ini, Dinas Pendidikan Ungkap Alasannya

Dinas Pendidikan Kota Semarang menunda dua paket pekerjaan yang mencakup tiga sekolah karena waktu pelaksanaan dinilai tidak cukup. Perbaikan tetap menjadi prioritas dan akan diupayakan melalui anggaran perubahan 2026 atau APBD 2027.

JURANEWS.ID, SEMARANG – Rencana perbaikan tiga sekolah di Kota Semarang yang masuk dalam paket pekerjaan tahun anggaran 2026 harus ditunda sementara.

Dinas Pendidikan Kota Semarang menyebut keputusan tersebut diambil karena waktu pelaksanaan pekerjaan dinilai tidak mencukupi apabila proses lelang dilanjutkan hingga tahap kontrak.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Muhammad Ahsan, mengatakan pada tahun anggaran 2026 terdapat 31 paket pekerjaan yang dilelang untuk jenjang TK, SD, dan SMP.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 29 paket telah mendapatkan penyedia dan sudah berkontrak. Sementara dua paket lainnya masih dalam proses Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ).

Dua paket yang ditunda tersebut mencakup pekerjaan di SDN Karanganyar Gunung 02 serta satu paket pekerjaan yang meliputi SDN Gajahmungkur 01 dan SDN Manyaran 03.

“(Yang ditunda) itu untuk pekerjaan lelang di SDN Karanganyar Gunung 02. Satu paket lagi di SDN Gajahmungkur 01 dan SDN Manyaran 03,” jelas Ahsan.

Ahsan menjelaskan, apabila proses lelang tetap dilanjutkan, penyedia pekerjaan diperkirakan baru dapat ditetapkan pada pertengahan hingga akhir September 2026.

Dengan kondisi tersebut, pekerjaan kemungkinan baru dapat dimulai pada Oktober. Padahal, durasi pelaksanaan pekerjaan diperkirakan mencapai 90 hari kerja.

“Sehingga praktis berkontrak dan mulai melaksanakan pekerjaan kan di bulan Oktober. Nah, kalau 90 hari kerja kira-kira itu tidak cukup waktunya,” katanya.

Dinas Pendidikan kemudian memilih menunda kedua paket tersebut untuk menghindari risiko pekerjaan tidak selesai sesuai batas waktu kontrak.

“Untuk antisipasi ini dua pekerjaan lelang ini terpaksa kami tangguhkan terlebih dahulu. Kami antisipasi kalau nanti itu harus putus kontrak di tengah jalan kan malah risiko,” tutur Ahsan.

Bukan Karena Sekolah Tak Lagi Jadi Prioritas

Ahsan menegaskan, penundaan pekerjaan tersebut bukan berarti kondisi sekolah yang membutuhkan perbaikan tidak lagi menjadi prioritas.

Menurutnya, sekolah dengan kondisi rusak sedang maupun rusak berat tetap menjadi perhatian Dinas Pendidikan Kota Semarang.

“Semua yang mengalami rusak sedang, rusak berat menjadi prioritas kami. Jadi, untuk sekolah-sekolah yang gedungnya rusak nanti kami bisa anggarkan untuk di anggaran perubahan 2026 atau di anggaran murni 2027,” katanya.

Dinas Pendidikan Kota Semarang juga berkoordinasi dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah terkait program revitalisasi sekolah.

Dengan skema tersebut, perbaikan sekolah nantinya dapat dilakukan melalui kombinasi anggaran pemerintah pusat dan APBD.

Terkait kondisi bangunan sekolah, Ahsan menjelaskan bahwa kategori kerusakan berat antara lain ditandai dengan kondisi atap yang rapuh, plafon ambrol, serta pintu dan kusen yang sudah mengalami kerusakan.

Sementara kerusakan sedang dapat berupa plafon yang tidak dalam kondisi baik serta sebagian pintu dan jendela yang mulai rapuh.

Dari 29 paket pekerjaan yang telah mendapatkan penyedia, mayoritas pekerjaan berkaitan dengan perbaikan atap dan plafon.

Selain itu, pekerjaan juga mencakup perbaikan kusen, pintu, dan jendela.

“Kebanyakan adalah atap,” ujar Ahsan.

“Ya, itu atap, plafon, sama kusen, pintu, dan jendela,” pungkasnya.

Dengan penundaan dua paket pekerjaan tersebut, Dinas Pendidikan Kota Semarang memastikan kebutuhan perbaikan tetap akan menjadi perhatian dan diupayakan masuk dalam penganggaran berikutnya, baik melalui perubahan anggaran 2026 maupun anggaran murni 2027.

(*)

Komentar

News Feed