JURANEWS.ID, JAKARTA – Memasuki usia ke-37 tahun di Indonesia, Bank DBS Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi nasabah menghadapi ketidakpastian ekonomi global melalui layanan perbankan yang semakin strategis, berbasis teknologi, dan didukung wawasan pasar yang mendalam.
Di tengah volatilitas pasar yang masih berlangsung, Bank DBS Indonesia menilai bahwa keberhasilan bisnis maupun individu saat ini tidak lagi hanya ditentukan oleh akses terhadap modal, tetapi juga kemampuan memahami risiko, membaca peluang, dan mengambil keputusan finansial secara tepat.
Presiden Direktur Bank DBS Indonesia, Lim Chu Chong, mengatakan peran industri perbankan kini telah mengalami perubahan signifikan.
“Perbankan telah berevolusi menjadi lebih strategis, tidak hanya sebagai penyedia pembiayaan, tetapi juga sebagai mitra tepercaya yang membantu nasabah memahami perubahan dan menangkap peluang baru,” ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (24/6/2026).
Nasabah Prioritas Tumbuh 11 Persen
Sepanjang tahun 2025, Bank DBS Indonesia mencatat pertumbuhan bisnis Wealth Management dan Nasabah Prioritas sebesar 11 persen secara tahunan (Year on Year/YoY).
Total Assets Under Management (AUM) yang dikelola mencapai SGD 5,447 miliar atau setara lebih dari Rp69 triliun, menunjukkan tingginya kepercayaan nasabah terhadap layanan pengelolaan kekayaan yang ditawarkan bank tersebut.
Ke depan, DBS berkomitmen memperluas basis nasabah melalui berbagai kolaborasi strategis, menghadirkan solusi investasi berkelanjutan, serta meningkatkan kapabilitas Relationship Manager (RM) agar mampu memberikan wawasan yang lebih komprehensif kepada nasabah.
AI Jadi Senjata Baru Industri Perbankan
Bank DBS Indonesia juga semakin agresif memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence (AI) untuk meningkatkan kualitas layanan dan pengalaman nasabah.
Menurut Lim Chu Chong, teknologi AI kini menjadi bagian penting dalam strategi transformasi perusahaan menuju visi “Best AI-enabled Bank with a Heart”, yaitu bank yang menggabungkan kecanggihan teknologi dengan empati dan sentuhan manusia.
Melalui AI, Bank DBS Indonesia mampu menghubungkan data, wawasan, dan kapabilitas bisnis sehingga dapat memberikan layanan yang lebih personal, cepat, dan relevan.
Pemanfaatan AI dilakukan dalam berbagai aspek, mulai dari analisis perilaku nasabah, peningkatan efisiensi operasional, hingga pengembangan kompetensi sumber daya manusia.
“Nilai perbankan di masa depan tidak lagi hanya ditentukan oleh besarnya pembiayaan yang diberikan, tetapi oleh kemampuan memberikan insight yang membantu nasabah mengambil keputusan dengan lebih percaya diri,” jelasnya.
Dukung Ekspansi Bisnis ke Asia
Selain memperkuat layanan individu, Bank DBS Indonesia juga mengandalkan jaringan regional DBS Group untuk membantu korporasi memperluas bisnis ke berbagai negara Asia.
Melalui konektivitas regional yang mencakup Indonesia, Singapura, ASEAN, dan China, DBS mendukung berbagai sektor strategis seperti energi, infrastruktur, teknologi, telekomunikasi, pertanian, hingga pertambangan.
Layanan ini memungkinkan perusahaan untuk lebih adaptif dalam menghadapi tantangan pasar global yang semakin kompleks.
Salurkan Dana Hibah Lebih dari Rp230 Miliar
Tak hanya fokus pada bisnis, Bank DBS Indonesia juga memperkuat kontribusi sosial melalui DBS Foundation.
Sejak 2024 hingga akhir 2025, DBS Foundation telah menyalurkan dana hibah lebih dari SGD 18,2 juta atau setara lebih dari Rp230 miliar untuk mendukung bisnis berdampak dan pemberdayaan masyarakat rentan di Indonesia.
Program tersebut mencakup dukungan terhadap penyediaan kebutuhan dasar masyarakat, peningkatan literasi keuangan, penguatan inklusi keuangan, hingga pengembangan usaha sosial.
Selain itu, melalui program People of Purpose, para karyawan Bank DBS Indonesia juga aktif terlibat dalam berbagai kegiatan sosial.
Sepanjang tahun 2025, karyawan DBS tercatat menyumbangkan lebih dari 48.500 jam kerja sukarela dalam bidang pendidikan, literasi digital, pemberdayaan ekonomi, hingga peningkatan akses nutrisi bagi kelompok rentan.
Tetap Jadi Mitra di Tengah Ketidakpastian
Dengan pengalaman hampir empat dekade beroperasi di Indonesia, Bank DBS Indonesia menegaskan akan terus berperan sebagai mitra strategis yang membantu nasabah menghadapi berbagai perubahan ekonomi dan teknologi.
Komitmen tersebut sejalan dengan visi perusahaan sebagai “Best Bank for a Better World” yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan bisnis, tetapi juga menciptakan dampak positif yang lebih luas bagi masyarakat.
“Pertumbuhan yang relevan ke depan bukan hanya tentang kinerja finansial, tetapi juga bagaimana perbankan dapat berkontribusi menciptakan masa depan yang lebih berkelanjutan bagi semua pihak,” tutup Lim Chu Chong.
(*)
















Komentar