JURANEWS.ID, JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sejumlah kejadian bencana yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia dalam periode 10–11 Maret 2026. Bencana yang tercatat meliputi kebakaran hutan dan lahan, angin kencang, cuaca ekstrem, hingga banjir yang berdampak pada puluhan rumah dan warga.
Salah satu kejadian kebakaran hutan dan lahan terjadi di wilayah Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau pada 8–9 Maret 2026. Kebakaran menghanguskan sekitar 25 hektare lahan yang tersebar di beberapa wilayah, yakni Desa Pengudang di Kecamatan Teluk Sebong serta Desa Gunung Kijang dan Kelurahan Kawal di Kecamatan Gunung Kijang.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian material tercatat cukup besar dengan total 25 hektare lahan terbakar. BPBD Provinsi Kepulauan Riau bersama BPBD Kabupaten Bintan dan tim pemadam kebakaran Toapaya melakukan pemadaman serta pemantauan intensif untuk mencegah munculnya titik api baru. Hingga saat ini api telah berhasil dipadamkan sepenuhnya.
Sementara itu di Kabupaten Kediri, Provinsi Jawa Timur, hujan lebat disertai angin kencang pada Senin (9/3) sekitar pukul 16.00 WIB menyebabkan kerusakan pada lima unit rumah warga di Desa Kepung, Kecamatan Kepung. Sebanyak lima kepala keluarga terdampak dalam kejadian tersebut dengan kategori kerusakan ringan.
Petugas dari BPBD Provinsi Jawa Timur dan BPBD Kabupaten Kediri langsung melakukan asesmen serta berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat untuk penanganan darurat dan pemulihan rumah warga yang rusak.
Peristiwa serupa juga terjadi di Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Angin kencang yang melanda Desa Sidorejo, Kecamatan Jetis pada Senin (9/3) sekitar pukul 17.30 WIB menyebabkan kerusakan pada enam rumah warga. Empat rumah mengalami rusak ringan dan dua rumah mengalami rusak sedang, dengan enam kepala keluarga terdampak.
BPBD Kabupaten Mojokerto bersama BPBD Provinsi Jawa Timur melakukan pembersihan material bangunan serta pohon tumbang yang berserakan di lokasi kejadian. Upaya tersebut dilakukan untuk mempercepat pemulihan dan memastikan keselamatan warga.
Angin kencang juga dilaporkan melanda Dusun Belut, Desa Ngumpul, Kecamatan Jogoroto di Kabupaten Jombang, Jawa Timur pada Minggu (8/3). Kejadian ini berdampak pada tujuh kepala keluarga dengan total tujuh rumah mengalami kerusakan ringan.
Tim Reaksi Cepat BPBD Kabupaten Jombang segera melakukan asesmen dan memberikan bantuan terpal kepada warga terdampak sebagai langkah penanganan darurat.
Selain di Jawa Timur, cuaca ekstrem turut terjadi di wilayah Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat pada Selasa (10/3) sekitar pukul 16.00 WIB. Hujan deras disertai angin kencang menyebabkan kerusakan pada atap rumah warga di Desa Tamansari dan Desa Sukaluyu, Kecamatan Tamansari.
Sebanyak 12 kepala keluarga atau 55 jiwa terdampak dalam peristiwa ini. Satu rumah mengalami rusak berat dan 11 rumah mengalami rusak ringan. Satu keluarga yang terdiri dari empat jiwa terpaksa mengungsi karena rumahnya tidak dapat ditempati.
Di wilayah lain, banjir juga terjadi di Desa Alalak Padang, Kecamatan Cintapuri Darussalam, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan pada Senin (9/3). Hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan genangan air yang berdampak pada 29 kepala keluarga atau 61 jiwa.
Sebanyak 32 rumah warga terdampak banjir serta dua fasilitas daerah mengalami kerusakan. BPBD Kabupaten Banjar bersama unsur TNI, Polri, serta pemerintah kecamatan dan desa setempat melakukan penanganan dan penyaluran bantuan kepada warga terdampak.
Sementara itu kebakaran lahan juga terjadi di Kecamatan Samatiga, Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh pada Senin (9/3). Kebakaran yang melanda Gampong Alue Raya dan Gampong Suak Pante Breuh menghanguskan sekitar dua hektare lahan.
Tim gabungan dari BPBD, TNI, Polri, serta pihak perusahaan setempat melakukan penyekatan dan pemadaman untuk mencegah meluasnya kebakaran. Api berhasil dipadamkan dan saat ini petugas masih melakukan pendinginan serta pemantauan di lokasi.
BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi yang masih berpotensi terjadi. Masyarakat juga diminta untuk tidak melakukan pembakaran lahan serta segera melaporkan apabila menemukan titik api maupun potensi bahaya di lingkungan sekitar.
(*)








Komentar