JURANEWS.ID, BLORA — Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat mulai berdampak pada pelaku usaha otomotif di Kabupaten Blora, Jawa Tengah.
Sejumlah barang berbahan baku impor seperti oli, ban, aki hingga onderdil sepeda motor mengalami kenaikan harga dalam tiga bulan terakhir.
Pemilik Bengkel Cahaya Motor Blora, Andika Putra Wijaya, mengatakan hampir seluruh produk yang dijual di tokonya mengalami kenaikan harga, terutama barang berbahan dasar logam dan minyak bumi.
“Semua barang besi-besi, barang cairan dari minyak semua naik. Bahan oli, logam-logam naik semua karena minyak bumi naik,” katanya saat ditemui di bengkelnya di sebelah barat Perempatan Biandono Blora, Selasa (19/5/2026).
Menurut Andika, kenaikan harga bervariasi mulai 10 persen hingga 30 persen tergantung jenis produk. Kenaikan paling terasa terjadi pada oli dan onderdil kendaraan.
“Kenaikan sampai 20 persen, 25 persen bahkan ada yang 30 persen,” ujarnya.
Ia menjelaskan, produk yang dijual di tokonya meliputi oli, ban motor dan berbagai onderdil sepeda motor. Hampir seluruh barang tersebut mengalami penyesuaian harga dalam beberapa bulan terakhir.
“Kalau ban mungkin sekitar 10 persen, tapi rata-rata barang lain naik 20 sampai 30 persen,” terangnya.
Kenaikan harga tersebut berdampak langsung terhadap daya beli masyarakat. Andika mengaku jumlah konsumen yang datang ke bengkelnya menurun cukup signifikan dibanding sebelumnya.
“Jauh lebih sepi. Penurunan konsumen bisa 30 sampai 40 persen setiap harinya,” jelasnya.
Menurutnya, kondisi tersebut dipengaruhi melemahnya daya beli masyarakat akibat harga kebutuhan yang semakin mahal. Ia berharap kondisi ekonomi dapat segera membaik agar harga kembali stabil dan aktivitas usaha kembali normal.
“Daya beli lagi lemah. Kita sebagai masyarakat biasa ya cuma berharap harga bisa kembali normal,” pungkasnya.
(*)








Komentar