JURANEWS.ID, JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat enam kejadian baru kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia dalam periode Minggu (30/8/2026) hingga Senin (31/8/2026).
Keenam kejadian tersebut tersebar di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah; Kota Samarinda dan Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur; Kabupaten Pinrang dan Sidenreng Rappang, Sulawesi Selatan; serta Kabupaten Halmahera Timur, Maluku Utara.
Dari laporan BNPB, total lahan yang terbakar dalam sejumlah kejadian tersebut mencapai sekitar 93,3 hektare.
Di Kabupaten Klaten, karhutla terjadi di Desa Gunung Gajah, Kecamatan Bayat, pada Minggu (30/8) sekitar pukul 14.00 WIB.
Luas lahan yang terbakar mencapai 7,3 hektare. BPBD Kabupaten Klaten bersama tim gabungan langsung melakukan penanganan dan berhasil memadamkan api pada pukul 16.34 WIB.
Sementara di Kota Samarinda, Kalimantan Timur, kebakaran lahan terjadi di Kecamatan Sambutan sejak Sabtu (29/8). Titik kebakaran berada di Kelurahan Makroman dan Pulau Atas dengan luas lahan terdampak sekitar 12 hektare.
Hingga Minggu (30/8), BPBD Kota Samarinda bersama relawan masih melakukan upaya pemadaman di lokasi.
Di Kabupaten Kutai Kartanegara, kebakaran lahan terjadi di Desa Santan Ilir, Kecamatan Marangkayu, sejak Rabu (26/8).
Penanganan sempat terkendala jarak sumber air yang jauh dan kondisi angin kencang. Sekitar 27 hektare lahan terdampak kebakaran.
Meski secara visual tidak lagi ditemukan kobaran api di sejumlah titik hingga Minggu (30/8), petugas masih menemukan titik api di lokasi lain. Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan.
Sulawesi Selatan Sumbang 43 Hektare Lahan Terbakar
Kebakaran lahan juga terjadi di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, yang tersebar di Kelurahan Tellumpanua dan Watang Suppa, Kecamatan Suppa, serta Desa Katomporang, Kecamatan Duampanua.
Total luas lahan yang terbakar mencapai sekitar 37 hektare. Rinciannya, 2 hektare di Tellumpanua, 5 hektare di Watang Suppa, dan 30 hektare di Katomporang.
BPBD Kabupaten Pinrang bersama Damkar, TRC, dan masyarakat berhasil memadamkan api pada Minggu (30/8).
Karhutla berikutnya terjadi di Desa Madenra, Kecamatan Kulo, Kabupaten Sidenreng Rappang. Kebakaran berdampak pada sekitar 6 hektare lahan.
Tim gabungan BPBD, Damkar, aparat desa dan masyarakat melakukan pemadaman sekaligus mencegah api meluas.
Sementara di Kabupaten Halmahera Timur, Maluku Utara, karhutla terjadi di Desa Toboino, Kecamatan Wasile Timur, pada Sabtu (29/8).
Sekitar 4 hektare lahan terbakar. Berdasarkan penyelidikan sementara, kebakaran diduga dipicu aktivitas pembersihan lahan dengan cara membakar tanpa pengawasan.
BPBD Kabupaten Halmahera Timur bersama Damkar dan masyarakat melakukan penanganan hingga api berhasil dipadamkan.
BNPB mengimbau pemerintah daerah meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi karhutla, terutama selama musim kemarau.
Upaya pencegahan dapat dilakukan melalui patroli di wilayah rawan, pemantauan titik panas, kesiapan personel dan peralatan, serta penguatan koordinasi lintas sektor.
BNPB juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar.
Masyarakat di wilayah terdampak karhutla juga diimbau menggunakan masker, terutama ketika beraktivitas di luar ruangan.
Jika menemukan titik api atau kebakaran, masyarakat diminta segera melapor kepada BPBD, pemadam kebakaran, aparat setempat atau pihak berwenang agar kebakaran dapat segera ditangani dan tidak meluas.
Keselamatan jiwa tetap menjadi prioritas utama dalam setiap penanganan bencana.
(*)










Komentar