YOGYAKARTA, JURANEWS.ID – Perjalanan panjang ribuan grup dance dari berbagai daerah di Indonesia dalam Komix Herbal POTEK Dance Fest 2026 akhirnya mencapai puncaknya.
Grand Final yang digelar di kawasan Prambanan, Yogyakarta, Rabu (2/9/2026), melahirkan A-YOUNGZ dari Jabodetabek sebagai juara utama.
A-YOUNGZ berhasil merebut gelar Grand Prize Winner Komix Herbal POTEK Dance Fest 2026 setelah menyingkirkan enam finalis lainnya yang sebelumnya telah melewati rangkaian submission, audisi hingga semifinal di enam regional.
Atas kemenangan tersebut, A-YOUNGZ berhak membawa pulang hadiah utama senilai Rp50 juta sekaligus mendapatkan kesempatan untuk berangkat ke Jepang.
Head of OTC, Women Health and Natural Wellness Category Kalbe Consumer Health, Andry Mahyudi, mengatakan Grand Final bukan hanya menjadi ajang untuk menentukan pemenang, tetapi juga menjadi perayaan atas perjalanan para peserta selama mengikuti kompetisi.
“Sejak awal, kami ingin POTEK Dance Fest menjadi ruang bagi anak muda untuk menunjukkan karakter, kreativitas, dan identitas mereka. Melihat tujuh finalis akhirnya bertemu di satu panggung setelah melewati perjalanan panjang dari daerah masing-masing menjadi momen yang sangat membanggakan bagi kami,” ujar Andry.
Selain keluar sebagai juara utama, A-YOUNGZ juga mendapatkan penghargaan Best Brand Presence.
Sementara itu, posisi runner-up ditempati WAACKANIZM dan SUNKISS DANCE CREW berada di peringkat ketiga.
Sejumlah penghargaan lain juga diberikan kepada finalis dengan keunggulan masing-masing. ARTEEZ meraih Best Collaborative Group, SUNKISS DANCE CREW mendapatkan Best Digital Presence, sedangkan WAACKANIZM menyabet Best Costume and Makeup.
Persaingan tersebut memperlihatkan karakter yang berbeda dari setiap tim dalam menerjemahkan tema Modern Heritage ke dalam koreografi, penampilan, kostum, hingga identitas kelompok.
Peserta POTEK Dance Fest Meningkat
POTEK Dance Fest 2026 juga mencatat pertumbuhan jumlah peserta dibandingkan penyelenggaraan tahun sebelumnya.
Pada 2025, kompetisi ini diikuti sebanyak 1.449 grup. Angka tersebut meningkat menjadi 1.779 grup pada 2026, yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia.
Dari ribuan peserta tersebut, kompetisi kemudian mengerucut hingga menyisakan tujuh finalis terbaik yang mewakili Medan, Jabodetabek, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur hingga Sulawesi.
Mereka tidak hanya membawa kemampuan dance, tetapi juga cerita, budaya, gaya serta identitas masing-masing untuk ditampilkan di panggung nasional.
Andry menilai peningkatan jumlah peserta sekaligus keberagaman karya menjadi gambaran besarnya potensi komunitas dance di Indonesia.
“Grand Final ini menjadi puncak dari perjalanan kami menemukan begitu banyak talenta dengan karakter dan kreativitas yang berbeda dari berbagai daerah. Melihat jumlah peserta yang terus bertambah sekaligus kualitas karya yang semakin beragam membuat kami semakin yakin bahwa komunitas dance Indonesia memiliki potensi yang sangat besar,” katanya.
Menurutnya, kompetisi tersebut diharapkan dapat terus menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan kreativitas dan keberanian dalam menunjukkan identitas mereka.
Andry juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh finalis dan pemenang yang telah memberikan penampilan terbaik sepanjang kompetisi.
“Selamat kepada seluruh finalis dan pemenang yang telah membawa cerita dan identitas mereka masing-masing ke panggung Grand Final. Khususnya kepada A-YOUNGZ, semoga perjalanan ke Jepang nanti bukan menjadi akhir, tetapi langkah berikutnya untuk terus berkembang, membawa inspirasi baru, dan menunjukkan bahwa talenta muda Indonesia mampu melangkah lebih jauh,” pungkasnya.
(*)















Komentar