JURANEWS.ID, SEMARANG – Aktivis Animal Friends Jogja (AFJ) menemukan sejumlah gerai McDonald’s Indonesia di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jawa Tengah mulai menggunakan telur bebas sangkar (cage-free). Namun, langkah tersebut dinilai masih terbatas dan belum disertai komitmen tertulis maupun kebijakan publik yang menjamin penerapan menyeluruh di seluruh rantai pasok.
Untuk mendorong hal itu, AFJ menggelar aksi teatrikal bertajuk “Penjara di Balik Menu” di depan McDonald’s Pandanaran. Aksi ini menyoroti gerai di Semarang yang belum beralih ke telur cage-free, sekaligus menjadi bagian dari desakan nasional kepada McDonald’s Indonesia agar segera menetapkan komitmen yang transparan dan terukur.
Dalam aksi damai tersebut, para aktivis menampilkan maskot ayam, membawa spanduk bertuliskan “Akhiri Praktik Kandang Baterai di Indonesia”, serta memperagakan kondisi ayam petelur yang hidup dalam kandang sempit. Salah satu aktivis bahkan masuk ke dalam kandang sebagai simbol keterbatasan ruang gerak ayam dalam sistem kandang baterai, yang dinilai berpotensi menyebabkan stres dan cedera fisik.
Manajer Kampanye Program Advokasi Kesejahteraan Hewan Diternakkan AFJ, Dwi Octavia, mempertanyakan belum adanya komitmen nasional dari McDonald’s Indonesia terkait penggunaan telur bebas sangkar.
“Beberapa gerai sudah mulai menggunakan telur cage-free, ini menunjukkan bahwa perubahan itu memungkinkan. Yang dibutuhkan sekarang adalah komitmen yang jelas agar transisi berjalan luas dan konsisten,” ujarnya.
AFJ menilai langkah parsial tidak cukup. Mereka mendesak agar McDonald’s Indonesia segera menetapkan komitmen tertulis, terbuka, dan terukur untuk beralih sepenuhnya ke telur cage-free, termasuk menetapkan target waktu yang jelas.
Di sisi lain, McDonald’s Indonesia dalam laman resminya menyatakan memiliki perhatian terhadap kesejahteraan hewan. Namun, hingga kini belum terdapat komitmen publik yang dapat diverifikasi terkait transisi tersebut.
AFJ juga mengungkapkan bahwa lebih dari 58.000 orang telah menandatangani petisi yang mendesak perusahaan segera mengambil langkah nyata. Secara global, McDonald’s di berbagai negara telah lebih dulu berkomitmen menggunakan telur cage-free, sementara di Indonesia kebijakan serupa belum diumumkan.
AFJ menegaskan, komitmen terbuka dari pelaku industri menjadi kunci dalam mendorong sistem pangan yang lebih transparan dan memperhatikan kesejahteraan hewan.
(*)














Komentar