JURANEWS.ID, SEMARANG – Komitmen PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang dalam melestarikan seni dan budaya daerah kembali diwujudkan melalui penyaluran bantuan Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) kepada Sanggar Tari Sekar Kemuning, Kota Semarang.
Bantuan tersebut diserahkan melalui program InJourney Airports Community Upskilling for Aviation pada Rabu (1/7), sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan komunitas seni lokal sekaligus memperkuat identitas budaya di Kota Semarang.
General Manager Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang, Sulistyo Yulianto, mengatakan bantuan yang diberikan akan dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan operasional sanggar, khususnya dalam pengadaan peralatan pertunjukan seni dan kostum tari.
“Bantuan berupa dana untuk sanggar nantinya akan diperuntukkan bagi pembelian alat pertunjukan seni serta kostum yang diharapkan dapat mendukung penampilan Sanggar Tari Sekar Kemuning, sekaligus memperkuat pelestarian seni tari tradisional di Semarang,” ujar Sulistyo Yulianto.
Menurutnya, program ini menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam memberdayakan komunitas budaya agar terus berkembang serta mampu melahirkan generasi penerus pelaku seni yang berkualitas.
Tak hanya memberikan bantuan, Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang juga berencana menghadirkan pertunjukan tari tradisional dari Sanggar Tari Sekar Kemuning di kawasan terminal bandara. Langkah tersebut diharapkan dapat memberikan pengalaman berbeda bagi para penumpang sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya lokal kepada wisatawan.
“Melalui program InJourney Airports Community Upskilling for Aviation, kami berharap dapat berkontribusi dalam pengembangan talenta lokal sebagai penerus generasi penggiat budaya,” tambahnya.
Sementara itu, Pimpinan Sanggar Tari Sekar Kemuning, Kasmiran, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan yang diberikan oleh PT Angkasa Pura Indonesia melalui Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang.
Menurutnya, bantuan tersebut akan meningkatkan kualitas penampilan para penari dalam berbagai kegiatan seni dan budaya, termasuk kesempatan tampil di lingkungan bandara yang menjadi etalase bagi budaya Jawa Tengah.
Program TJSL yang dijalankan Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang diharapkan mampu menciptakan ekosistem seni yang berkelanjutan, sekaligus memberikan dampak positif bagi pemberdayaan masyarakat, pelestarian budaya, hingga pertumbuhan ekonomi kreatif di Kota Semarang.
Dengan kolaborasi antara dunia usaha dan komunitas seni, pelestarian budaya tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga menjadi gerakan bersama untuk menjaga warisan budaya Indonesia tetap hidup dan dikenal oleh masyarakat luas, termasuk wisatawan domestik maupun mancanegara.
(*)










![[DANA] Foto 1b - Penganugerahan SisBerdaya & DisBerdaya 2026.jpg](https://juranews.id/wp-content/uploads/2026/07/DANA-Foto-1b-Penganugerahan-SisBerdaya-DisBerdaya-2026.jpg-300x178.jpeg)





Komentar