JURANEWS.ID, JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sejumlah kejadian bencana hidrometeorologi basah yang terjadi di berbagai daerah dalam periode 22 Maret 2026 pukul 07.00 WIB hingga 23 Maret 2026 pukul 07.00 WIB.
Peningkatan kejadian ini terjadi di tengah tingginya mobilitas masyarakat pasca Idulfitri.
Banjir dilaporkan terjadi di Kota Pasuruan, Jawa Timur, akibat hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang mengguyur wilayah tersebut sejak Sabtu (21/3) malam. Kondisi ini diperparah oleh pasang air laut yang menyebabkan Sungai Welang meluap ke permukiman warga.
Wilayah terdampak berada di Kecamatan Gadingrejo, meliputi Kelurahan Karangketug serta Desa Rujak Gadung dan Karang Asem. Sekitar 100 kepala keluarga terdampak dengan jumlah rumah yang tergenang mencapai 100 unit. Ketinggian air dilaporkan berkisar antara 5 hingga 40 sentimeter.
BPBD Provinsi Jawa Timur bersama BPBD Kota Pasuruan telah melakukan asesmen dan koordinasi dengan pihak terkait guna memastikan penanganan berjalan optimal. Hingga Minggu (22/3), genangan air masih terpantau di sejumlah titik dan terus dipantau secara berkala.
Sementara itu, banjir juga melanda Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, sejak Jumat (20/3). Hujan deras menyebabkan Sungai Lowo Regi meluap dan merusak akses infrastruktur, termasuk jalan penghubung antar desa.
Sebanyak 10 desa terdampak dengan total 2.922 kepala keluarga atau 12.981 jiwa. Selain itu, 2.922 rumah terdampak, dengan satu unit mengalami kerusakan berat dan tiga unit rusak ringan.
Kerusakan juga terjadi pada infrastruktur vital, seperti crossway Kali Lowo Regi di Desa Masebewa yang terputus, sehingga menghambat mobilitas warga dan distribusi logistik. Sekitar 15 hektare lahan persawahan ikut terdampak, serta fasilitas air bersih mengalami kerusakan.
BPBD Kabupaten Sikka bersama instansi terkait telah turun ke lapangan untuk melakukan pendataan dan penanganan. Kebutuhan mendesak saat ini meliputi bantuan logistik, air bersih, perbaikan akses jalan, serta perlengkapan dapur.
Selain banjir, tanah longsor juga terjadi di wilayah yang sama, tepatnya di Kecamatan Tanawawo. Material longsor menutup akses jalan antara Desa Poma dan Desa Napugera sejak awal Maret, sehingga mengganggu aktivitas warga.
Sebanyak 11 kepala keluarga terdampak dan 11 rumah berada dalam kondisi terancam. Hingga kini, BPBD bersama TNI/Polri, Dinas PUPR, relawan, dan masyarakat masih melakukan pembersihan material longsor dan pembukaan akses jalan.
BNPB mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi, terutama di wilayah dengan curah hujan tinggi. Masyarakat diminta untuk memantau informasi cuaca, menjaga kebersihan saluran air, serta segera mengungsi jika terjadi kondisi darurat.
Selain itu, pemerintah daerah diharapkan memperkuat kesiapsiagaan, koordinasi, dan upaya mitigasi guna meminimalkan risiko bencana di tengah meningkatnya aktivitas masyarakat pasca Lebaran.
(*)














Komentar