Bank Jateng Siap Dukung Program SMK Go Global, Perkuat Ekosistem Pembiayaan Pekerja Migran

Jateng dorong pembiayaan dan layanan keuangan terintegrasi untuk mendukung calon pekerja migran Indonesia menuju pasar kerja global.

JURANEWS.ID, JAKARTA — Bank Jateng menyatakan kesiapan mendukung Program SMK Go Global yang digagas pemerintah untuk meningkatkan kompetensi siswa sekolah menengah kejuruan (SMK) sekaligus memperkuat ekosistem pembiayaan bagi calon pekerja migran Indonesia.

Komitmen tersebut disampaikan dalam rapat pembahasan Program SMK Go Global bersama Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) di Ruang Rapat KP2MI, Gedung Graha Pratama, Jakarta, Rabu (19/8/2026)

Rapat tersebut dihadiri Direktur Jenderal Promosi dan Pemanfaatan Peluang Kerja Luar Negeri KP2MI Dwi Setiawan, Direktur Jenderal Penempatan Ahnas, jajaran Bank Jateng, serta BPR BKK Jateng.

Direktur Utama Bank Jateng Bambang Widyatmoko mengatakan, Program SMK Go Global menjadi peluang bagi perbankan untuk berperan lebih luas dalam mendukung kesiapan calon pekerja migran, tidak hanya melalui pembiayaan, tetapi juga layanan keuangan yang terintegrasi.

“Bank Jateng siap mendukung Program SMK Go Global. Kami melihat program ini tidak hanya sebagai upaya meningkatkan kompetensi dan kesiapan tenaga kerja, tetapi juga sebagai bagian dari ekosistem pembiayaan dan layanan perbankan bagi calon pekerja migran Indonesia,” ujar Bambang.

Pembahasan kolaborasi program Astha Mandala SMK Go Global Dirjen P3KLN dan Dirjen Penempatan dengan Direktur Utama Bank Jateng dan Direktur Utama BPR BKK Provinsi Jawa Tengah bahwa sinergi ini menjadi langkah strategis dalam membangun ekosistem terintegrasi yang menghubungkan Pendidikan Vokasi, Dunia Usaha, Sektor Perbankan hingga peluang kerja gobal.

Melalui kolaborasi yang kuat diharapkan SMK Go Global mampu mencetak generasi muda yang kompeten, siap kerja, mandiri dan berdaya saing ditingkat global, bersama membangun ekosistem, memperluas peluang dan menyiapkan SDM Indonesia untul Go Global.

Dukungan Bank Jateng, lanjutnya, dapat diberikan sejak tahap awal peserta mengikuti program, mulai dari pembukaan rekening, edukasi layanan perbankan dan remitansi, hingga penyaluran pembiayaan penempatan bagi peserta yang memenuhi persyaratan. Dalam penyaluran pembiayaan, Bank Jateng tetap menerapkan prinsip kehati-hatian dengan mempertimbangkan kepastian penempatan maupun kontrak kerja peserta,” kata Bambang.

“Dalam pemberian pembiayaan, tentu diperlukan kepastian penempatan atau kontrak kerja. Dengan demikian, pembiayaan dapat diberikan secara prudent sesuai ketentuan sekaligus memberikan kepastian bagi peserta,” tutur Bambang.

Bambang menambahkan, Bank Jateng juga melihat potensi transaksi remitansi pekerja migran sebagai bagian penting dalam membangun ekosistem layanan keuangan yang berkelanjutan.

“Harapannya, dukungan Bank Jateng tidak berhenti pada pembiayaan keberangkatan. Kami ingin membangun ekosistem yang berkelanjutan, mulai dari pembukaan rekening, transaksi remitansi, pembiayaan penempatan, hingga ketika pekerja migran kembali ke Indonesia dan mulai membangun usaha.

Sementara itu, Direktur Jenderal Promosi dan Pemanfaatan Peluang Kerja Luar Negeri KP2MI Dwi Setiawan mengatakan, sinergi lintas sektor menjadi salah satu kunci keberhasilan Program SMK Go Global. Program tersebut dirancang dengan pendekatan berbasis kebutuhan pasar kerja atau demand driven.

“Program SMK Go Global diarahkan untuk menyiapkan tenaga kerja yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan pasar kerja global. Karena itu, kolaborasi dengan perbankan menjadi penting, terutama dalam mendukung kebutuhan peserta pada proses penempatan kerja ke luar negeri,” ujar Dwi.

Program SMK Go Global menargetkan penyiapan 500.000 tenaga kerja kompeten untuk berbagai sektor yang memiliki peluang kerja di pasar global, di antaranya caregiver, welder, hospitality, dan nurse.

Untuk wilayah Jawa Tengah, program tersebut menargetkan 6.800 peserta yang terbagi dalam Batch 1 sebanyak 1.660 peserta dan Batch 2 sebanyak 5.140 peserta. Hingga 14 Agustus 2026, sebanyak 2.000 peserta telah dinyatakan lolos.

Pendaftaran program telah dibuka sejak 12 Agustus 2026, dengan pelatihan dijadwalkan mulai 26 Agustus 2026 dan target penempatan perdana pada akhir September 2026. Para peserta nantinya diarahkan untuk mengisi kebutuhan tenaga kerja di sejumlah negara tujuan, antara lain Malaysia, Taiwan, Jepang, Korea Selatan, Jerman, Australia, Singapura, sejumlah negara Eropa, Turki, hingga Maladewa.

Skema program juga didukung melalui Perjanjian Kerja Sama antara KP2MI dan Bank Jateng terkait penyaluran Kredit Usaha Rakyat bagi Pekerja Migran Indonesia (KUR PMI). Untuk memastikan implementasi berjalan optimal di daerah, Bank Jateng akan memperkuat koordinasi dengan BP3MI Jawa Tengah dan mitra KP2MI.

Koordinasi tersebut mencakup mekanisme pelaksanaan program, pembukaan rekening, penyaluran pembiayaan, serta penjajakan potensi nasabah baru melalui fasilitas KUR PMI.

Melalui sinergi tersebut, Bank Jateng berharap dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi peserta Program SMK Go Global sekaligus memperkuat ekosistem layanan keuangan bagi pekerja migran Indonesia, mulai dari masa persiapan dan keberangkatan, selama bekerja di luar negeri, hingga kembali ke tanah air dan mengembangkan usaha.

(*)

Komentar