JURANEWS.ID, JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sejumlah kejadian bencana hidrometeorologi yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia dalam periode Senin (20/4) hingga Selasa (21/4/2026) pukul 07.00 WIB. Cuaca ekstrem masih menjadi penyebab utama kejadian bencana di tanah air.
Di Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, hujan deras disertai angin kencang menerjang Desa Kakeri, Kecamatan Gunung Sari, pada Senin sore sekitar pukul 15.15 WITA. Akibat kejadian ini, tercatat sebanyak 12 unit rumah mengalami kerusakan, dengan rincian 11 unit rusak ringan dan 1 unit rusak berat. Satu keluarga terpaksa mengungsi ke rumah kerabat yang lebih aman, sementara BPBD setempat terus melakukan penanganan darurat.
Sementara itu, di Kota Semarang, Jawa Tengah, banjir merendam permukiman warga di Kelurahan Karanganyar, Kecamatan Tugu, sejak Minggu (19/4) sore. Kenaikan debit air sungai akibat hujan deras menyebabkan 97 kepala keluarga (KK) terdampak. Berdasarkan laporan terbaru, kondisi air di lokasi tersebut sudah dilaporkan surut.
Di wilayah lain, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, juga diguncang sejumlah titik longsor yang terjadi pada Minggu kemarin. Intensitas hujan tinggi dalam durasi lama memicu tanah longsor di berbagai desa, antara lain Cintamanik, Cinangka, Pagersari, Sukadamai, Pasir Angin, Cijayanti, Ciawi, Cemplang, Cimanggis, hingga Ciomas.
Total kerusakan mencapai 16 unit rumah dengan rincian 3 ringan, 9 sedang, dan 4 berat. Sebanyak 31 warga terpaksa mengungsi, sementara 5 akses jalan dan 1 jembatan juga terdampak. Hingga berita ini dirilis, tim gabungan masih fokus membersihkan material longsor dan memulihkan akses jalan.
Imbauan Kesiapsiagaan
Mengacu pada prakiraan BMKG, cuaca ekstrem berpotensi masih terjadi hingga dua hari ke depan di hampir seluruh wilayah Indonesia dengan potensi hujan sedang hingga lebat.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, Ph.D., mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk meningkatkan kewaspadaan.
“Warga diimbau memperkuat atap rumah dan tetap di dalam rumah saat cuaca berubah. Bagi yang tinggal di bantaran sungai, harap memantau kondisi tanggul dan aliran air. Khusus wilayah rawan longsor, segera laporkan jika ditemukan retakan pada tebing atau lereng,” ujar Abdul Muhari.
(*)








Komentar