Karhutla Meluas di Sejumlah Daerah, BNPB Catat 25 Bencana dalam Sehari dan Keluarkan Peringatan Serius

BNPB Catat 25 Kejadian Bencana, Karhutla Mendominasi di Jawa dan Kalimantan Saat Musim Kemarau

JURANEWS.ID, JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 25 kejadian bencana di berbagai wilayah Indonesia dalam periode pemantauan terbaru. Dari jumlah tersebut, tiga merupakan kejadian baru yang didominasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tengah musim kemarau yang semakin meluas.

BNPB menyebutkan, laporan pemantauan mencakup periode 10 Juli 2026 pukul 07.00 WIB hingga 11 Juli 2026 pukul 07.00 WIB. Kondisi cuaca kering yang masih melanda sebagian besar wilayah Indonesia meningkatkan risiko terjadinya kebakaran lahan, terutama di Pulau Jawa dan Kalimantan.

Salah satu kejadian terjadi di Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, tepatnya di Desa Tawangsari, Kecamatan Trowulan. Kebakaran yang melanda lahan seluas sekitar dua hektare terjadi pada Selasa (14/7).

BPBD Kabupaten Mojokerto bersama tim gabungan langsung melakukan asesmen dan pemadaman menggunakan dua unit fire pumper serta dua unit water supply. Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 17.45 WIB, sehingga tidak sempat meluas ke area lain.

Sementara itu, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, kembali menjadi salah satu wilayah dengan kebakaran lahan terbesar. Sedikitnya 14,8 hektare lahan terbakar di empat kelurahan, yakni Kelurahan Cempaka, Landasan Ulin Timur, Guntung Manggis, dan Landasan Ulin Tengah.

Petugas gabungan dari BPBD bersama unsur terkait bergerak cepat melakukan pemadaman di seluruh titik api. Berdasarkan laporan terbaru, seluruh kebakaran berhasil dipadamkan pada Rabu (15/7).

Kalimantan Selatan sendiri telah menetapkan Status Keadaan Darurat Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan yang berlaku selama 121 hari, mulai 6 Juli hingga 31 Oktober 2026, sebagai langkah antisipasi menghadapi puncak musim kemarau.

Karhutla juga terjadi di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, tepatnya di Desa Girimukti, Kecamatan Penajam. Kebakaran yang terjadi pada Rabu (15/7) menghanguskan lahan seluas 2,42 hektare.

Pemadaman dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari BPBD, DPKP, Brigade Karlabun, Polres, Satpol PP, Koramil, hingga aparat kepolisian setempat. Api berhasil dipadamkan pada hari yang sama tanpa adanya perluasan titik kebakaran.

Mengacu pada prakiraan BMKG, sebagian besar wilayah Indonesia masih berada dalam periode musim kemarau sepanjang Juli 2026. Beberapa daerah bahkan mengalami hari tanpa hujan dengan kategori menengah hingga ekstrem panjang, di antaranya Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Selatan.

Melihat kondisi tersebut, BNPB mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dengan tidak membuka lahan menggunakan cara membakar, tidak membuang puntung rokok di area kering, serta segera melaporkan apabila menemukan titik api agar dapat ditangani sebelum meluas.

Selain itu, masyarakat juga diminta menghemat penggunaan air bersih mengingat musim kemarau diperkirakan masih akan berlangsung dalam beberapa bulan ke depan.

(*)

Komentar