JURANEWS.ID, JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sejumlah kejadian bencana baru terjadi di beberapa wilayah Indonesia selama periode pemantauan 30 Januari 2026 pukul 07.00 WIB hingga 31 Januari 2026 pukul 07.00 WIB.
Penanganan darurat, pendataan, dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak terus dilakukan bersama pemerintah daerah dan unsur terkait.
Di Jawa Barat, terjadi beberapa kejadian bencana. Pada Kamis (29/1), tanah longsor melanda Kota Bogor, menyebabkan satu orang meninggal dunia, 18 kepala keluarga terdampak, 12 unit rumah rusak, dan 2 kepala keluarga terancam. Wilayah tersebut berada dalam status siaga darurat.
Kemudian pada Sabtu (31/1), angin kencang melanda Kabupaten Bogor, mengakibatkan 17 kepala keluarga (64 jiwa) terdampak, 3 kepala keluarga mengungsi, serta 3 rumah rusak berat, 8 rusak sedang, dan 6 rusak ringan dengan situasi kini aman terkendali.
Selain itu, banjir terjadi di Kabupaten Indramayu pada Jumat (31/1) akibat hujan deras dan luapan Sungai Cilalanang, berdampak pada sekitar 825 jiwa dengan 166 jiwa mengungsi, 275 unit rumah terendam, dan 500 hektare persawahan tergenangi.
Kondisi banjir mulai berangsur surut. Banjir juga terjadi di Kota Depok pada Jumat (30/1), mempengaruhi 80 kepala keluarga (220 jiwa) dan 80 unit rumah, dengan air sudah surut dan akses jalan kembali normal.
Di Jawa Tengah, tanah longsor di Kabupaten Pemalang pada Jumat (30/1) menyebabkan dua orang meninggal dunia, dengan seluruh korban telah ditemukan. Wilayah tersebut berada dalam status siaga darurat dan pemantauan lanjutan terus dilakukan.
Di Daerah Istimewa Yogyakarta, angin kencang melanda Kabupaten Bantul pada Kamis (29/1) – catatan: dalam siaran pers awal tertulis 29/2 yang kemungkinan kesalahan ketik – berdampak pada 21 kepala keluarga dengan 21 unit rumah terdampak serta 22 akses jalan mengalami gangguan.
Proses pendataan masih berlangsung dan beberapa lokasi memerlukan penanganan lanjutan.
Di Nusa Tenggara Barat, banjir di Kabupaten Bima pada Kamis (29/1) dipicu hujan lebat dan angin kencang, mempengaruhi 311 kepala keluarga dengan jumlah rumah terdampak sama.
Wilayah tersebut berada dalam masa tanggap darurat hingga 3 Februari 2026 dengan fokus pada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.
Di Sulawesi, banjir di Kabupaten Boalemo pada Jumat (30/1) akibat hujan deras berdampak pada 243 kepala keluarga (585 jiwa) dan 233 unit rumah. Banjir belum surut dan pendataan serta penanganan darurat terus dilakukan.
Menilik prediksi curah hujan yang tinggi di sebagian besar wilayah Indonesia, BNPB mengimbau masyarakat di wilayah rawan bencana untuk tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi.
Koordinasi lintas sektor akan terus diperkuat untuk memastikan penanganan dan perlindungan masyarakat berjalan optimal.
(Dikutip dari Siaran Pers BNPB Nomor 124/Pers-PusdatinKK/BNPB/Dis.02.01/I/2026 tanggal 31 Januari 2026).
(*)











Komentar