BNPB Catat Karhutla di Klaten Capai 11,1 Hektare, Warga Diminta Waspada Saat Musim Kemarau

Selain kebakaran hutan dan lahan di Klaten, BNPB juga mencatat karhutla di Enrekang serta kekeringan yang berdampak pada puluhan warga di Bulukumba.

JURANEWS.ID, JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah kejadian bencana di berbagai wilayah Indonesia hingga Selasa (1/9/2026) pukul 07.00 WIB.

Berdasarkan laporan Direktorat Koordinasi Pengendalian Operasi (Dit. Koordalops) BNPB, kejadian bencana yang dilaporkan masih didominasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekeringan.

Salah satu kejadian karhutla terjadi di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, pada Senin (31/8/2026) sekitar pukul 11.00 WIB.

Kebakaran diduga dipicu aktivitas pembakaran lahan dan sampah oleh warga. Api kemudian meluas ke sejumlah wilayah, meliputi Desa Karkitan, Kecamatan Bayat, Desa Dlimas, Kecamatan Ceper, serta Desa Banaran dan Desa Segaran, Kecamatan Delanggu.

Total luas lahan yang terdampak karhutla di Klaten mencapai 11,1 hektare.

Tim gabungan langsung melakukan upaya pemadaman hingga api berhasil dikendalikan pada hari yang sama. BNPB melaporkan tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Selain Klaten, karhutla juga terjadi di Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan.

Kebakaran terjadi pada Kamis (27/8/2026) sekitar pukul 11.10 WITA di Desa Latimojong, Kecamatan Buntu Batu.

Lahan seluas sekitar tujuh hektare terdampak kebakaran. Tim gabungan akhirnya berhasil memadamkan api pada Senin (31/8/2026).

Meski api telah berhasil dipadamkan, jalur pendakian di kawasan tersebut masih ditutup sementara. Penutupan dilakukan untuk mengantisipasi potensi bahaya bagi masyarakat maupun pendaki.

Kekeringan Berdampak pada 72 Warga di Bulukumba

Sementara itu, persoalan kekeringan akibat musim kemarau juga terjadi di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan.

Kondisi tersebut menyebabkan berkurangnya ketersediaan air bersih bagi masyarakat di Desa Ujung Loe, Kecamatan Manyapa, pada Senin (31/8/2026).

BNPB mencatat kekeringan berdampak terhadap 18 kepala keluarga atau 72 jiwa.

Untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, BPBD Kabupaten Bulukumba menyalurkan bantuan air bersih sebanyak satu tangki dengan kapasitas 5.000 liter.

Memasuki periode kemarau, BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kekeringan maupun kebakaran.

Pemerintah daerah diminta memastikan ketersediaan air bersih sekaligus meningkatkan kesiapan menghadapi karhutla.

Masyarakat juga diimbau tidak melakukan pembakaran lahan, tidak membakar sampah secara sembarangan, serta tidak membuang puntung rokok yang berpotensi memicu kebakaran.

Di wilayah yang terdampak karhutla, masyarakat disarankan menggunakan masker, khususnya ketika beraktivitas di luar ruangan, untuk mengurangi paparan asap.

Penggunaan air secara bijaksana juga diperlukan di wilayah yang mengalami keterbatasan air bersih.

BNPB meminta masyarakat mengikuti informasi resmi dari BMKG, BPBD, dan instansi terkait. Masyarakat juga dapat segera melaporkan titik api, potensi kebakaran, maupun kondisi kedaruratan lainnya melalui Pusat Telepon BNPB 117 atau BPBD setempat.

(*)

Komentar