BNPB Catat Karhutla di Sejumlah Daerah, 595 Hektare Terbakar di Kalimantan Selatan

Karhutla melanda Papua Barat Daya hingga Sulawesi, sementara operasi darat dan udara dikerahkan untuk mengendalikan 53 titik api di Kalsel.

JAKARTA, JURANEWS.ID – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla), cuaca ekstrem, serta kekeringan di berbagai wilayah Indonesia dalam periode Kamis hingga Jumat, 20–21 Agustus 2026.

Karhutla menjadi kejadian yang paling dominan, dengan laporan kebakaran antara lain di Papua Barat Daya, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat, Kepulauan Riau, Sulawesi Tengah, hingga Kalimantan Selatan.

Di Kota Sorong, Papua Barat Daya, karhutla terjadi di tiga wilayah, yakni Desa Sawagumu, Klasabi dan Klabala.

Kebakaran di Desa Sawagumu menghanguskan sekitar 5 hektare lahan, sedangkan di Klasabi sekitar 1 hektare dan Klabala sekitar 5 hektare.

Faktor kekeringan, angin kencang dan kondisi lahan gambut menjadi salah satu faktor yang mempercepat penyebaran api di Sawagumu. Seluruh kejadian berhasil ditangani tim gabungan dan tidak menimbulkan korban jiwa.

Karhutla juga terjadi di Desa Buttu Batu, Kecamatan Enrekang, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan. Sekitar 10 hektare lahan terbakar, dengan dugaan pemicu berupa puntung rokok yang dibuang sembarangan.

Di Kabupaten Lombok Timur, NTB, karhutla di Desa Sembalun Timba Gading menghanguskan sekitar 10 hektare lahan. Api berhasil dipadamkan dan proses pendinginan dilakukan untuk mencegah munculnya titik api baru.

Sementara di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, kebakaran melanda empat kecamatan dengan total sekitar 5 hektare lahan terbakar.

Karhutla juga dilaporkan di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, dengan luas lahan terbakar sekitar 4 hektare.

Di Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah, karhutla terjadi sejak Selasa (18/8).

Kebakaran melanda Desa Longge, Kelurahan Malotong dan Desa Tampanombo dengan total luas lahan terbakar mencapai sekitar 54 hektare.

Rinciannya, sekitar 50 hektare berada di Desa Longge, sementara masing-masing 2 hektare berada di Kelurahan Malotong dan Desa Tampanombo.

Hingga Jumat (21/8), titik api di Desa Tampanombo masih dalam pemantauan dan belum sepenuhnya padam.

Kekeringan Parigi Moutong Ganggu 1.400 Hektare Sawah

Selain karhutla, BNPB melaporkan kekeringan di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.

Kekeringan melanda sembilan desa di Kecamatan Mepanga, Bolano Lambunu dan Tomini.

Kondisi tersebut dipicu minimnya curah hujan dan berdampak terhadap sekitar 1.400 hektare lahan sawah.

Hingga Jumat (21/8), kekeringan masih berlangsung. Debit sumber air utama di Desa Kayu Agung bahkan dilaporkan hanya sekitar 25 persen dari kondisi normal.

Cuaca ekstrem berupa hujan disertai angin kencang terjadi di Kecamatan Parakansalak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (20/8).

Kejadian tersebut berdampak pada Desa Bojongasih, Lebaksari dan Bojonglongok.

Sebanyak 24 jiwa dari sembilan KK terdampak, sementara sembilan unit rumah mengalami kerusakan ringan.

BPBD Kabupaten Sukabumi bersama unsur terkait melakukan asesmen dan penanganan di lokasi.

Penanganan karhutla di Kalimantan Selatan menjadi salah satu fokus utama BNPB.

Hingga Jumat (21/8), terdeteksi 53 titik api atau fire spot (FS) di sembilan wilayah dengan estimasi luas lahan terbakar mencapai sekitar 595 hektare.

Wilayah dengan estimasi luasan terbesar antara lain:

  • Kabupaten Banjar: 174 hektare
  • Kabupaten Tanah Laut: 107 hektare
  • Kabupaten Barito Kuala: 96 hektare
  • Kabupaten Tapin: 85 hektare
  • Kota Banjarbaru: 77 hektare
  • Kabupaten Hulu Sungai Selatan: 50 hektare
  • Kabupaten Tanah Bumbu: 4 hektare
  • Kabupaten Hulu Sungai Tengah: 1 hektare
  • Kabupaten Balangan: 1 hektare

Penanganan dilakukan secara terpadu dengan melibatkan sekitar 387 personel dari BPBD, Manggala Agni, TNI, Polri, relawan dan masyarakat.

Tiga Helikopter Dikerahkan untuk Water Bombing

Selain operasi darat, BNPB juga mengerahkan operasi udara melalui dua armada patroli dan tiga helikopter water bombing yang disiagakan di Lanud Sjamsudin Noor.

Patroli udara menggunakan helikopter Bell 206 dan pesawat Cessna Caravan C208. Dalam waktu terbang 4 jam 35 menit, tim menemukan 29 titik api dengan estimasi luasan sekitar 536 hektare.

Sementara itu, tiga helikopter water bombing melakukan ratusan kali penjatuhan air.

Helikopter AS 322C1 Super Puma melakukan 245 kali penjatuhan dengan total sekitar 980.000 liter air.

Helikopter MI8-AMT melakukan 57 kali penjatuhan dengan total sekitar 228.000 liter, sedangkan Sikorsky Black Hawk melakukan 82 kali penjatuhan dengan total sekitar 328.000 liter air.

Operasi udara diprioritaskan untuk menjangkau titik api yang sulit diakses melalui jalur darat, terutama lokasi yang mendekati permukiman dan kawasan Ring 1 Bandara Sjamsudin Noor Banjarbaru.

BNPB menyebut penanganan karhutla di Kalsel masih menghadapi sejumlah tantangan.

Di antaranya angin kencang, sulitnya akses menuju titik api, keterbatasan sumber air, serta adanya titik api di kawasan pertambangan dan perkebunan yang sulit dijangkau operasi water bombing.

BNPB bersama pemerintah daerah dan unsur terkait terus mengoptimalkan operasi darat dan udara untuk mengendalikan kebakaran.

BNPB juga mengimbau masyarakat tidak melakukan aktivitas pembakaran di wilayah yang rawan terbakar.

Masyarakat yang menemukan kejadian kebakaran diminta segera melaporkan kepada otoritas setempat agar penanganan dapat dilakukan dengan cepat.

(*)

Komentar