BNPB Catat Sejumlah Bencana di Berbagai Daerah, Banjir Masih Dominasi

Banjir Dominasi, Longsor di Morowali Telan Korban Jiwa dan Ribuan Rumah Terdampak di Grobogan-Demak

JURANEWS.ID, SEMARANG – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah kejadian bencana terjadi di berbagai wilayah Indonesia dalam dua hari terakhir. Berdasarkan laporan yang dihimpun sejak Kamis (19/2) hingga Jumat (20/2) pukul 07.00 WIB, peristiwa yang terjadi masih didominasi bencana hidrometeorologi basah seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam keterangan tertulisnya, Jumat (20/2), menyebutkan salah satu kejadian angin kencang berdampak signifikan terjadi di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur.

Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (18/2) sekitar pukul 15.30 WIB di Desa Ketanon, Kecamatan Kedungwaru. Sedikitnya 15 unit rumah dilaporkan mengalami kerusakan, terutama pada bagian atap yang tersapu angin kencang.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tulungagung segera turun ke lokasi setelah menerima laporan warga. Petugas bersama masyarakat melakukan penanganan darurat, pendataan kerusakan, serta pembersihan material secara gotong royong. Hingga kini, kondisi di lokasi dilaporkan telah kondusif.

Selain itu, kejadian tanah longsor juga dilaporkan terjadi di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah. Longsor yang terjadi pada Rabu (18/2) di kawasan PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), Desa Labota, Kecamatan Bahodopi, mengakibatkan satu orang meninggal dunia. Sejumlah alat berat turut tertimbun material longsor.

Tim SAR gabungan berhasil menemukan korban pada Kamis (19/2). Setelah dilakukan proses identifikasi, jenazah korban diserahkan kepada pihak keluarga.

BNPB juga memperbarui data banjir yang terjadi di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Bencana tersebut berdampak pada 10.061 kepala keluarga dengan 9.736 unit rumah terendam banjir. Pemerintah daerah setempat telah menetapkan status tanggap darurat sejak 16 Februari hingga 22 Februari 2026.

Saat ini, banjir masih menggenangi dua kecamatan, yakni Kecamatan Tegowanu dan Kecamatan Godong.

Sementara itu, banjir di Kabupaten Demak, Jawa Tengah, tercatat berdampak pada 8.163 rumah. Kondisi air dilaporkan mulai berangsur surut. Upaya perbaikan tanggul terus dilakukan dengan mengerahkan alat berat di lokasi terdampak. Berdasarkan pantauan visual, area persawahan di Kebonagung, Pilangwetan, dan Tlogosih sebagian masih tergenang.

Melihat rangkaian bencana yang masih terjadi, BNPB mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan, terutama terhadap potensi bahaya hidrometeorologi basah. Warga yang tinggal di bantaran sungai diminta rutin memantau ketinggian muka air dan memperbarui informasi cuaca dari lembaga resmi.

Apabila hujan turun dengan intensitas tinggi dan durasi lama, masyarakat diimbau melakukan evakuasi mandiri serta memastikan mengetahui jalur evakuasi yang aman guna meminimalisir risiko korban jiwa.

 

(*)

Komentar