Berdasarkan siaran pers BNPB, kebakaran di Desa Nglobar, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, pada Jumat (16/10) menghanguskan sekitar tiga hektare lahan. Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi sekitar pukul 15.07 WIB.
Tim gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Grobogan dan unsur terkait melakukan pemadaman serta pendinginan untuk memastikan tidak ada bara api yang berpotensi memicu kebakaran kembali.
Hingga laporan terakhir, api berhasil dipadamkan dan kondisi di lokasi dinyatakan aman serta terkendali. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Kebakaran hutan juga terjadi di kawasan Hutan Penggaron, Kelurahan Susukan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, pada Jumat (16/10).
BNPB melaporkan sekitar empat hektare lahan terdampak kebakaran. BPBD Kabupaten Semarang bersama petugas pemadam kebakaran, Perhutani, Polres Semarang, dan warga melakukan penanganan di lokasi.
Petugas juga membagikan masker kepada warga terdampak sebagai bagian dari upaya mengurangi risiko paparan asap.
Berdasarkan laporan terakhir, api berhasil dipadamkan dan tidak ada korban jiwa. Meski demikian, kewaspadaan tetap diperlukan untuk mengantisipasi munculnya titik api baru, terutama ketika kondisi lahan kering.
Sementara itu, kekeringan melanda Desa Hidup Baru, Kecamatan Benakat, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, pada Jumat (16/10).
Kondisi tersebut dipicu tidak turunnya hujan dalam waktu cukup lama hingga menyebabkan sumber mata air mengering. Dampaknya, sekitar 443 kepala keluarga (KK) membutuhkan dukungan pemenuhan air bersih.
BPBD Kabupaten Muara Enim melakukan asesmen dan berkoordinasi dengan pihak setempat untuk menangani dampak kekeringan.
Pada Jumat (16/10), sebanyak 30.000 liter air bersih telah didistribusikan kepada masyarakat terdampak guna memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Distribusi air bersih menjadi salah satu langkah penting untuk membantu warga menghadapi keterbatasan pasokan air akibat kemarau berkepanjangan.
Di Sumatera Utara, banjir melanda Kampung Rendahan, Kecamatan Bosar Maligas, Kabupaten Simalungun, pada Jumat (16/10).
BNPB menyebut banjir dipicu luapan Sungai Parpayakan dan Sungai Sordang setelah hujan berintensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut selama beberapa hari.
Berdasarkan laporan sementara, banjir berdampak pada sekitar 128 kepala keluarga dan 90 unit rumah. Selain itu, dua fasilitas umum, satu akses jalan, serta satu jembatan turut terdampak.
Hingga Jumat (16/10), banjir dilaporkan belum surut. Warga masih bertahan di rumah masing-masing dan belum mengungsi.
BPBD Kabupaten Simalungun bersama instansi terkait telah melakukan asesmen serta penanganan di lokasi. Adapun kebutuhan mendesak yang teridentifikasi meliputi tali tambang atau tali pemandu untuk membantu akses di jalan yang tergenang, serta bahan pokok bagi masyarakat terdampak.
Kondisi tersebut membutuhkan pemantauan berkelanjutan, terutama apabila hujan kembali turun dan debit sungai meningkat.
Menyikapi sejumlah kejadian tersebut, BNPB mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla, khususnya di wilayah dengan kondisi lahan kering.
Masyarakat diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar. Apabila menemukan titik api atau indikasi kebakaran, warga diharapkan segera melaporkannya kepada petugas setempat agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin.
Untuk menghadapi kekeringan, masyarakat diimbau menggunakan air secara bijak, menyimpan cadangan air bersih selama pasokan masih tersedia, dan memanfaatkan sumber air secara efisien. Pemerintah daerah juga diharapkan berkoordinasi untuk memastikan bantuan air bersih menjangkau warga yang membutuhkan.
Sementara itu, warga yang tinggal di kawasan rawan banjir diminta mewaspadai hujan berintensitas tinggi dan kenaikan muka air sungai. Masyarakat juga diharapkan mengikuti arahan petugas, mengutamakan keselamatan saat evakuasi, serta memantau informasi dan peringatan dini dari sumber resmi, termasuk BNPB, BPBD, dan BMKG.
Rangkaian kejadian ini menunjukkan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi berbagai ancaman bencana, mulai dari kebakaran lahan dan kekeringan hingga banjir yang dapat mengganggu permukiman serta akses masyarakat.








![Foto 2 Dalam talkshow kolaborasi menu spesial Go! Go! CURRY! bersama Chef Willgoz [Ki-Ka] - Chef Willgoz dan Sarah Merci](https://juranews.id/wp-content/uploads/2026/09/Foto-2-Dalam-talkshow-kolaborasi-menu-spesial-Go-Go-CURRY-bersama-Chef-Willgoz-Ki-Ka-Chef-Willgoz-dan-Sarah-Merci-300x178.jpeg)





Komentar