JURANEWS.ID, JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan tidak ada kejadian bencana baru yang berdampak signifikan dalam periode Sabtu (6/6/2026) hingga Minggu (7/6/2026) pukul 07.00 WIB.
Meski demikian, sejumlah bencana yang terjadi sebelumnya masih dalam tahap penanganan dan pengkinian data, terutama kekeringan di Kabupaten Bondowoso, cuaca ekstrem di Serdang Bedagai, serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Aceh Barat.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan bahwa pemerintah daerah bersama BPBD terus melakukan berbagai langkah penanganan guna meminimalkan dampak bencana terhadap masyarakat.
Kekeringan Bondowoso, BPBD Salurkan 150 Ribu Liter Air Bersih
Salah satu perhatian utama BNPB saat ini adalah bencana kekeringan yang melanda Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur. Pada Jumat (5/6/2026), BPBD Bondowoso kembali menyalurkan bantuan air bersih sebanyak 10.000 liter kepada warga di Desa Lumutan, Kecamatan Botolinggo.
Bantuan tersebut diberikan kepada 194 kepala keluarga yang tersebar di Dusun Seccang, Dusun Blengguan, dan Dusun Cemper Timur.
Sebelumnya, kekeringan terjadi akibat minimnya curah hujan yang menyebabkan debit sumber mata air menurun drastis. Kondisi itu membuat ribuan warga mengalami kesulitan mendapatkan air bersih sejak pertengahan Mei 2026.
Sejak 11 Mei lalu, BPBD Bondowoso tercatat telah mendistribusikan sekitar 150.000 liter air bersih ke 15 titik di delapan kecamatan, yakni Botolinggo, Klabang, Tegalampel, Taman Krocok, Maesan, Tlogosari, Wringin, dan Prajekan.
Secara keseluruhan, bantuan tersebut telah menjangkau 2.257 kepala keluarga yang terdampak kekeringan.
Puting Beliung Rusak Puluhan Rumah di Serdang Bedagai
Sementara itu, BPBD Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara, memperbarui data terkait bencana angin puting beliung yang terjadi pada Kamis (4/6/2026) malam.
Berdasarkan laporan terbaru, sebanyak 77 kepala keluarga terdampak akibat cuaca ekstrem yang melanda Kecamatan Perbaungan, Sei Rampah, dan Dolok Masihul.
Kerusakan tercatat pada 20 rumah dengan kategori rusak berat, sedangkan 57 rumah lainnya mengalami kerusakan ringan hingga sedang.
BPBD bersama pemerintah desa dan kecamatan telah menyalurkan bantuan sembako kepada warga terdampak. Hingga saat ini, proses pendataan kerusakan serta pemantauan kondisi cuaca masih terus dilakukan.
Karhutla Aceh Barat Masih Dipadamkan
Di Provinsi Aceh, penanganan kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Aceh Barat masih berlangsung. Tim gabungan BPBD, TNI, dan Polri terus melakukan pemadaman di sejumlah titik yang masih ditemukan api aktif.
Luas lahan yang terbakar mencapai sekitar 24,1 hektare, tersebar di Kecamatan Bubon, Johan Pahlawan, Arongan Lambalek, dan Meureubo.
Dari total area terdampak, sekitar 16 hektare lahan di Kecamatan Bubon telah berhasil dipadamkan atau mencapai 80 persen. Sementara di wilayah Johan Pahlawan, Meureubo, dan Arongan Lambalek, proses pemadaman telah mencapai 100 persen.
Meski kondisi dinilai mulai terkendali, petugas masih menghadapi kendala berupa angin kencang dan asap tebal yang mempercepat penyebaran api serta menghambat proses pemadaman.
Sebagai langkah tambahan, BNPB juga melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk mendukung upaya pemadaman karhutla di wilayah Aceh Barat.
BNPB Imbau Waspadai Kekeringan dan Karhutla
Seiring meningkatnya potensi bencana hidrometeorologi kering di sejumlah wilayah Indonesia, BNPB mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kekeringan dan kebakaran hutan maupun lahan.
Masyarakat diminta menghemat penggunaan air bersih, menjaga sumber mata air, serta tidak membuka lahan dengan cara dibakar karena berisiko memicu karhutla yang lebih luas.
Selain itu, pemerintah daerah diminta memperkuat patroli terpadu, mengaktifkan posko siaga bencana, serta mempercepat penanganan jika ditemukan titik api di wilayah rawan.
BNPB juga mengingatkan masyarakat untuk terus memantau informasi resmi dari BNPB, BPBD, dan BMKG guna mengantisipasi potensi bencana selama musim kemarau 2026.
(*)













Komentar