JURANEWS.ID, JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah kejadian bencana di berbagai wilayah Indonesia dalam periode 24 jam. Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekeringan menjadi ancaman yang masih terjadi di sejumlah daerah.
Berdasarkan pemantauan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BNPB sejak Kamis (27/8) pukul 07.00 WIB hingga Jumat (28/8) pukul 07.00 WIB, kejadian bencana dilaporkan terjadi di Kepulauan Riau, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, dan Papua Pegunungan.
Di Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau, kebakaran hutan dan lahan terjadi di Desa Bukit Belah, Kecamatan Singkep Barat, serta Desa Kebun Nyiur, Kecamatan Singkep.
Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai lima hektare.
Petugas gabungan telah melakukan penanganan dan api berhasil dipadamkan pada Kamis (27/8).
BNPB meminta pemerintah daerah dan masyarakat tetap meningkatkan pemantauan karena kondisi lahan yang kering masih berpotensi memicu munculnya kembali titik api.
Kebakaran lahan juga terjadi di Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, dengan luas area terdampak sekitar lima hektare.
Kebakaran mencakup Kelurahan Tukap di Kecamatan Kombi, Kelurahan Toulour di Kecamatan Tondano, serta Kelurahan Sumalangka di Kecamatan Tondano Barat.
Waktu awal kejadian belum diketahui. Namun, tim gabungan berhasil melakukan pemadaman pada Kamis (27/8).
Meski api telah padam, BNPB mengingatkan masyarakat dan pemerintah daerah agar tetap melakukan patroli serta pemantauan untuk mencegah kebakaran kembali terjadi.
Barru, Api Kembali Menyala
Karhutla berikutnya terjadi di Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan. Area yang terbakar diperkirakan mencapai tiga hektare.
Lokasi kebakaran berada di Desa Tellumpanua, Kecamatan Tanete Rilau, sekitar SMA Negeri 3 Barru.
Berdasarkan kaji cepat dan keterangan saksi, kebakaran telah berlangsung sejak dua hari sebelumnya. Api sempat dikendalikan, tetapi kembali menyala dan kemudian menjalar.
Hingga pemantauan terakhir pada Kamis (27/8), petugas masih melakukan penanganan terhadap kebakaran tersebut.
Ancaman berbeda terjadi di Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan. Kekeringan dilaporkan terjadi di Kampung Bowisa, Distrik Mugi, serta Kampung Mbuwa, Distrik Mbuwa.
Kondisi tersebut berdampak terhadap sekitar 1.156 kepala keluarga yang terancam mengalami kerawanan pangan.
Selain itu, sekitar 2.325 hektare lahan pertanian dilaporkan mengalami gagal panen.
Sebagian warga terdampak bahkan telah mengungsi ke Distrik Walaik.
BNPB meminta pemerintah daerah memperkuat pendataan dan pemantauan, terutama terkait ketersediaan pangan, air bersih, serta kebutuhan dasar masyarakat.
BNPB mengingatkan kondisi cuaca yang cenderung kering di sejumlah wilayah dapat meningkatkan potensi kebakaran hutan dan lahan.
Masyarakat diminta tidak melakukan pembakaran untuk membuka maupun membersihkan lahan. Warga juga diimbau tidak membuang puntung rokok atau benda yang berpotensi memicu api secara sembarangan.
Jika menemukan titik api, masyarakat diminta segera melaporkannya kepada pihak berwenang.
Sementara di wilayah yang mengalami kekeringan, masyarakat diminta menggunakan air secara bijak dan memprioritaskan kebutuhan pokok.
Pemerintah daerah juga diharapkan mengantisipasi dampak kekeringan terhadap ketersediaan air dan pangan, termasuk dengan memantau sumber air, kondisi lahan pertanian, serta kelompok masyarakat yang memiliki tingkat kerentanan tinggi.
BNPB menegaskan kesiapsiagaan menjadi tanggung jawab bersama. Kecepatan informasi masyarakat, respons petugas, dan koordinasi lintas sektor menjadi kunci untuk mencegah bencana berkembang lebih luas.
(*)
















Komentar