JAKARTA, JURANEWS.ID – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah wilayah Indonesia masih menghadapi bencana hidrometeorologi, terutama kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekeringan.
Berdasarkan pemantauan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) selama 24 jam, sejak Selasa (1/9) hingga Rabu (2/9/2026) pukul 07.00 WIB, sejumlah kejadian bencana masih menjadi perhatian pemerintah.
Salah satunya terjadi di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Kekeringan dilaporkan berdampak terhadap sekitar 456 kepala keluarga (KK) di Desa Babulu, Kecamatan Sebakung Jaya.
Pemerintah daerah melalui BPBD terus memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak. Hingga saat ini, sebanyak 62.000 liter air bersih telah didistribusikan kepada masyarakat.
Sementara itu, karhutla terjadi di Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara. Kebakaran dilaporkan menghanguskan sekitar 55 hektare lahan di Desa Sejau Hilir, Kecamatan Tanjung Palas Timur.
Hingga pemantauan terakhir, api masih dalam penanganan dan belum sepenuhnya padam.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara sebelumnya telah menetapkan status siaga darurat karhutla sejak 20 Agustus hingga 31 Desember 2026 untuk memperkuat kesiapsiagaan dan penanganan.
Karhutla juga terjadi di Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, dengan luas lahan terbakar sekitar 3 hektare.
Lokasi kebakaran berada di Desa Tanete, Kecamatan Anggeraja. Proses pemadaman menghadapi kendala akses menuju titik api. Kondisi vegetasi berupa semak dan ilalang kering turut mempercepat penyebaran api.
Di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, sekitar 3,5 hektare lahan perkebunan warga terbakar pada Selasa (1/9).
Kebakaran terjadi di Desa Sausu Tambu, Kecamatan Sausu. Sebagian besar api telah mereda dan menyisakan asap.
Namun, masih terdapat satu titik di kawasan puncak hutan yang mengeluarkan asap dan berpotensi menjadi sumber api kembali.
Kabupaten Semarang Juga Dilanda Kebakaran
Kebakaran lahan turut terjadi di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.
BNPB mencatat kebakaran terjadi pada Selasa (1/9) dengan luas lahan terdampak sekitar 3 hektare.
Titik api berada di lahan petak 1015 Perum Perhutani, Dusun Dampu, Desa Kalongan, Kecamatan Ungaran Timur.
Api telah berhasil dipadamkan. Meski demikian, kondisi lokasi masih dipantau untuk memastikan tidak muncul kembali titik api.
Memasuki periode kemarau, BNPB mengingatkan masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap kekeringan dan karhutla, terutama di wilayah yang memiliki curah hujan rendah dan kondisi vegetasi kering.
Masyarakat diminta tidak melakukan pembakaran lahan untuk membuka maupun membersihkan area pertanian karena api dapat dengan cepat meluas dan sulit dikendalikan dalam kondisi kering.
BNPB juga mengimbau masyarakat mengikuti informasi dan peringatan dini cuaca dari BMKG serta perkembangan kondisi wilayah dari BPBD setempat.
Masyarakat perlu mewaspadai perubahan cuaca secara cepat, termasuk potensi hujan yang disertai angin kencang dan petir.
Untuk menghadapi kekeringan, masyarakat diminta menggunakan air secara bijak dan menyimpan cadangan air bersih untuk kebutuhan prioritas.
Sementara di wilayah rawan karhutla, masyarakat diminta tidak membuang puntung rokok sembarangan serta memastikan tidak ada api atau bara yang ditinggalkan setelah beraktivitas di luar rumah.
BNPB juga meminta masyarakat segera melaporkan keberadaan titik api kepada aparat atau BPBD agar dapat ditangani sedini mungkin.
Masyarakat diimbau tetap tenang, tidak panik, namun meningkatkan kewaspadaan serta mengikuti arahan pemerintah daerah dan instansi berwenang.
Informasi mengenai kebencanaan juga diharapkan diperoleh dari sumber resmi BNPB, BPBD, BMKG, dan instansi terkait.
(*)










Komentar