JURANEWS.ID, JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan perkembangan situasi kebencanaan di berbagai wilayah Indonesia selama periode Jumat (12/6) pukul 07.00 WIB hingga Sabtu (13/6) pukul 07.00 WIB.
Berdasarkan data yang dihimpun, kekeringan menjadi bencana yang paling dominan terjadi di sejumlah daerah, disusul kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta banjir.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan dampak musim kemarau mulai dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah Indonesia sehingga pemerintah daerah bersama BPBD terus melakukan langkah-langkah penanganan.
“Berdasarkan data yang dihimpun BNPB, pemutakhiran kondisi dan upaya penanganan kekeringan menjadi laporan paling dominan pada periode ini. Selain itu, karhutla dan banjir masih terjadi di beberapa wilayah Indonesia,” ujar Abdul Muhari dalam laporan perkembangan situasi dan penanganan bencana, Sabtu (13/6/2026).
Kekeringan Meluas di Cilacap, Karawang, dan Bogor
Di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, sebanyak 518 warga terdampak kekeringan yang terjadi di Desa Kedungbenda, Kecamatan Nusawungu, dan Desa Karangkemiri, Kecamatan Jeruklegi.
Menurut Abdul Muhari, BPBD Kabupaten Cilacap telah mendistribusikan 10.000 liter air bersih kepada warga terdampak serta melakukan koordinasi lintas sektor untuk memastikan kebutuhan air masyarakat tetap terpenuhi.
Sementara itu di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, kekeringan melanda Desa Kutalanggeng, Kecamatan Tegalwaru dan berdampak kepada 372 jiwa.
“BPBD Kabupaten Karawang telah menyalurkan bantuan air bersih dengan mengerahkan dua unit mobil tangki berkapasitas masing-masing 5.000 liter,” jelasnya.
Kondisi serupa juga terjadi di Kabupaten Bogor. Sebanyak 734 jiwa yang tersebar di Desa Gunung Sari, Kecamatan Citeureup dan Desa Parakan Muncang, Kecamatan Nanggung mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.
BPBD Kabupaten Bogor terus melakukan distribusi air bersih dan pengisian toren warga. Pada Jumat (12/6), sebanyak 5.000 liter air kembali disalurkan ke wilayah terdampak.
Karhutla Hanguskan Dua Hektare Lahan di Aceh
Selain kekeringan, BNPB juga melaporkan terjadinya kebakaran lahan perkebunan di Desa Alur Cincin, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, Aceh.
Peristiwa yang terjadi pada Jumat sore tersebut menghanguskan sekitar dua hektare lahan perkebunan.
“BPBD Kabupaten Bener Meriah mengerahkan dua unit armada pemadam kebakaran dari Posko 03 dan Posko 04 untuk menangani kebakaran. Api berhasil dipadamkan dalam waktu sekitar satu jam dan dilanjutkan proses pendinginan,” kata Abdul Muhari.
Hingga saat ini penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang.
Banjir Rendam 176 Rumah di Sulawesi Tengah
Di wilayah timur Indonesia, banjir dilaporkan melanda Desa Ongka, Kecamatan Ongka Malino, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.
Bencana tersebut dipicu hujan lebat yang menyebabkan debit air sungai meningkat dan meluap ke permukiman warga.
BPBD mencatat sebanyak 176 rumah terdampak banjir.
“Berdasarkan pemantauan di lapangan, banjir sempat surut. Namun hujan kembali turun pada malam hari sehingga debit air sungai kembali meningkat. Masyarakat diminta tetap waspada terhadap potensi banjir susulan,” ungkap Abdul Muhari.
BNPB Minta Masyarakat Tingkatkan Kewaspadaan
Mengacu pada prakiraan cuaca BMKG, BNPB mengingatkan bahwa sebagian wilayah Indonesia mulai memasuki musim kemarau, namun sejumlah daerah masih berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang.
Abdul Muhari menegaskan pentingnya kesiapsiagaan pemerintah daerah dan masyarakat dalam menghadapi berbagai potensi bencana hidrometeorologi.
“Masyarakat di wilayah rawan kekeringan diharapkan melakukan penghematan penggunaan air dan memanfaatkan sumber daya air secara bijak. Selain itu, warga diminta menghindari aktivitas yang dapat memicu kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau,” ujarnya.
Ia juga mengimbau masyarakat yang tinggal di wilayah rawan banjir dan sekitar aliran sungai agar terus memantau informasi cuaca serta segera melakukan evakuasi apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi dalam waktu lama.
Selain itu, BNPB meminta pemerintah daerah dan BPBD terus melakukan pemantauan kondisi tanggul, aliran sungai, saluran drainase, serta meningkatkan patroli di wilayah rawan kebakaran guna meminimalkan risiko bencana dan mempercepat respons penanganan saat keadaan darurat terjadi.
(*)














Komentar