Bukan Cuma Soal Animasi, Ini Teknologi Lenovo di Balik Produksi Film Forgotten Island DreamWorks

Lenovo memperluas kolaborasi dengan DreamWorks Animation melalui ekosistem teknologi komputasi untuk mendukung produksi film Forgotten Island dan proyek animasi lainnya.

JAKARTA, JURANEWS.ID – Di balik kemunculan film animasi berskala global, terdapat teknologi komputasi dengan kemampuan tinggi yang bekerja untuk mengolah jutaan hingga miliaran data visual.

Hal tersebut menjadi bagian dari kolaborasi Lenovo dan DreamWorks Animation dalam mendukung proses produksi film terbaru Forgotten Island.

Dalam kerja sama yang diperluas, Lenovo menjadi salah satu penyedia pilihan untuk layanan komputasi, workstation, serta solusi teknologi bagi DreamWorks Animation.

Ekosistem yang disiapkan mencakup workstation profesional, High Performance Computing (HPC), server, infrastruktur data center, liquid cooling hingga layanan enterprise.

Teknologi tersebut digunakan untuk mendukung berbagai tahapan produksi animasi, mulai dari pengembangan aset digital, 3D modeling, simulasi, hingga proses rendering.

Produksi animasi modern membutuhkan proses komputasi yang kompleks. Para artist dan tim teknis harus melakukan berbagai iterasi untuk menyempurnakan karakter, lingkungan, efek visual, hingga detail setiap adegan.

Untuk menjawab kebutuhan tersebut, DreamWorks Animation memanfaatkan ekosistem teknologi Lenovo yang terintegrasi.

Beberapa teknologi yang menjadi bagian dari kolaborasi tersebut antara lain Lenovo ThinkStation dan ThinkPad P Series Workstations, ThinkSystem Servers dan HPC, Lenovo Neptune Liquid Cooling, serta Lenovo TruScale Infrastructure as a Service.

Sementara itu, layanan Premier Support Plus menyediakan dukungan teknis 24/7 untuk membantu menangani kebutuhan operasional dan meminimalkan potensi downtime.

Kolaborasi tersebut juga menghasilkan peningkatan performa pada lingkungan teknologi DreamWorks Animation.

Lenovo menyebut penggunaan Neptune Liquid Cooling menghasilkan peningkatan performa hingga 20 persen dibandingkan server dengan sistem pendinginan udara pada lingkungan render farm DreamWorks Animation.

Peningkatan tersebut dapat membantu mempercepat proses rendering, sehingga tim produksi memiliki ruang untuk melakukan iterasi secara lebih cepat.

Pada sisi workstation, Lenovo juga mencatat peningkatan performa aplikasi animasi hingga 25 persen melalui ThinkStation P620 dibandingkan workstation yang sebelumnya digunakan DreamWorks Animation.

Besarnya kebutuhan komputasi dalam produksi animasi juga tergambar dari proses pengerjaan film The Wild Robot.

Dalam produksi film tersebut, lingkungan data center DreamWorks Animation disebut mencapai 98 persen utilisasi dan membutuhkan sekitar 300 juta compute hours.

Angka tersebut menunjukkan besarnya kapasitas komputasi yang dibutuhkan untuk mengolah produksi animasi modern dengan visual dan detail yang semakin kompleks.

Fondasi teknologi yang dibangun Lenovo bersama DreamWorks Animation juga mendukung slate produksi studio, termasuk Forgotten Island dan Shrek 5.

Sales Director – Key, Global & MM Account Business Lenovo Indonesia, Joni Irwanto, mengatakan kolaborasi tersebut menunjukkan pentingnya teknologi yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan produksi kreatif.

“Kolaborasi Lenovo dengan DreamWorks Animation ini menegaskan peran krusial dari teknologi dan layanan mutakhir yang dapat disesuaikan (scalable) dalam mendukung alur kerja kreatif yang kompleks serta memenuhi tuntutan produksi konten modern,” ujar Joni.

Menurutnya, penggabungan workstation, HPC, infrastruktur data center, serta layanan pendukung dalam satu ekosistem membantu memenuhi kebutuhan komputasi DreamWorks Animation di berbagai tahapan produksi.

Film Forgotten Island dijadwalkan tayang secara global mulai 25 September 2026 dan hadir di bioskop Indonesia pada 2 Oktober 2026.

Film tersebut memperkenalkan dunia fantasi Nakali yang diangkat dari mitologi dan folklore Filipina, lengkap dengan karakter serta makhluk mitologis.

Kompleksitas dunia yang ditampilkan dalam film tersebut menjadi gambaran bagaimana produksi animasi modern tidak hanya mengandalkan kreativitas, tetapi juga membutuhkan dukungan teknologi komputasi berskala besar.

Melalui kolaborasi tersebut, Lenovo dan DreamWorks Animation mengintegrasikan workstation, HPC, server, data center, liquid cooling, serta layanan enterprise untuk mendukung perjalanan sebuah karya animasi dari proses kreatif hingga layar bioskop.

(*)

Komentar

News Feed