VIDEO Dugaan Pungli Sambungan Air PDAM Tirta Moedal Semarang, Warganet Ungkap Pengalaman Serupa

Sejumlah warganet mengaku pernah diminta membayar biaya tambahan saat pemasangan sambungan air. PDAM Tirta Moedal menyebut telah melakukan klarifikasi, pembinaan, dan sosialisasi internal.

KLIK LINK UNTUK MELIHAT VIDEO : https://vt.tiktok.com/ZSbaPKbp3/

SEMARANG, JURANEWS.ID – Dugaan pungutan di luar biaya resmi dalam pemasangan sambungan air PDAM Tirta Moedal Kota Semarang kembali menjadi perhatian publik.

Sejumlah warganet mengaku pernah diminta membayar uang tambahan saat proses pemasangan sambungan air. Keluhan tersebut muncul setelah sebelumnya mencuat kasus dugaan pungutan terhadap seorang pelanggan di wilayah Semarang Barat.

Salah satu warganet mengaku diminta membayar tambahan sebesar Rp200 ribu. Ia juga menyebut sempat mendapatkan jawaban bahwa persoalan tersebut berada di luar urusan kantor PDAM.

“saya malah 200rb banggg, sedangkan lapor kantor PDAM pihaknya bilang kalau itu di luar urusan kami,” tulis akun tersebut dalam kolom komentar.

Komentar serupa juga disampaikan warganet lainnya.

“MbahDup S” mengaku pernah mengalami kejadian serupa ketika hendak melakukan pemasangan sambungan air.

“Pungli itu… dulu aku mau pasang juga gitu diminta tambahan biaya yang tidak tertulis, akhirnya saya batal pasang,” tulisnya.

Sementara akun lainnya mengaku pernah membayar Rp500 ribu dengan alasan lokasi penyambungan terlalu jauh.

“Kelakuan karyawan lapangan PDAM rata-rata ya gitu. Dulu saya pernah bayar 500 ribu dengan alasan penyambungannya terlalu jauh,” tulis akun tersebut.

Keluhan warganet tersebut muncul setelah kasus dugaan pungutan terhadap pelanggan PDAM Tirta Moedal di Semarang Barat sebelumnya mendapat perhatian manajemen.

Direktur Utama PDAM Tirta Moedal Kota Semarang diketahui mendatangi rumah pelanggan bernama Bayu pada Rabu (30/9/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Dirut PDAM datang bersama petugas yang melakukan pemasangan sambungan air.

Di hadapan pelanggan, Dirut kemudian meminta klarifikasi langsung kepada petugas mengenai uang yang diterima dari pelanggan.

“Benar kamu menerima uang dari Pak Bayu Rp170 ribu?” tanya Dirut PDAM.

Petugas tersebut kemudian mengakui adanya penerimaan uang.

“Iya, Pak, Rp150 ribu,” jawabnya.

Dirut PDAM selanjutnya meminta uang tersebut dikembalikan kepada pelanggan.

“Sekarang uang itu kembalikan ke Pak Bayu!” perintahnya.

Uang sebesar Rp150 ribu tersebut kemudian dikembalikan kepada pelanggan. Walau uangnya kurang pelanggan tidak memersoalkan.

Pipa Disebut Berasal dari Gudang PDAM

Dalam klarifikasi di lokasi, Dirut PDAM juga mempertanyakan asal material pipa yang sebelumnya menjadi alasan munculnya pembayaran tambahan dari pelanggan.

Petugas tersebut menyebut pipa berasal dari gudang PDAM.

“Dari gudang, Pak,” jawabnya.

Informasi tersebut menjadi salah satu bagian yang kemudian diklarifikasi oleh manajemen PDAM terkait kejadian di rumah pelanggan.

Namun, berdasarkan penjelasan Humas PDAM Tirta Moedal Kota Semarang, persoalan tersebut telah diklarifikasi secara internal kepada pelanggan dan kantor cabang terkait.

Humas PDAM Tirta Moedal Kota Semarang, Mayang Charisma, menyampaikan bahwa laporan di wilayah Cabang Semarang Barat pada 27 September 2026 telah ditindaklanjuti.

Menurutnya, klarifikasi telah dilakukan kepada pelanggan atas nama Bayu oleh Direktur Utama bersama Kantor Cabang Barat.

“Telah diklarifikasi kepada pelanggan atas nama Bapak Bayu oleh Direktur Utama dan Kantor Cabang Barat,” jelas Mayang.

Ia juga menyampaikan bahwa PDAM melakukan pembinaan dan sosialisasi secara menyeluruh kepada jajaran internal.

“Secara internal ada pembinaan dan sosialisasi menyeluruh kepada seluruh rekan-rekan PDAM,” tambahnya.

Munculnya sejumlah komentar dari warganet yang mengaku mengalami permintaan biaya tambahan membuat persoalan ini kembali menjadi perhatian publik.

Diperlukan penelusuran lebih lanjut untuk memastikan apakah terdapat pola pelayanan atau pungutan di luar ketentuan resmi, maupun persoalan individual yang dilakukan oleh oknum tertentu.

Publik juga menunggu langkah manajemen PDAM Tirta Moedal dalam memastikan transparansi biaya pemasangan sambungan baru serta mekanisme pengaduan apabila pelanggan menemukan permintaan pembayaran di luar ketentuan resmi.

PDAM sendiri telah menyatakan adanya pembinaan dan sosialisasi internal sebagai tindak lanjut atas persoalan yang terjadi di wilayah Semarang Barat.

Kasus ini menjadi pengingat bagi pelanggan agar meminta bukti pembayaran resmi dan memastikan setiap biaya pemasangan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

(*)

Komentar

News Feed