JURANEWS.ID, JAKARTA – Kabar menggembirakan datang dari sektor ekspor nasional. Program Perluasan Akses Pasar yang dijalankan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI)/Indonesia Eximbank bersama Kementerian Perdagangan RI berhasil membawa tujuh Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Indonesia menembus pasar Kanada dengan nilai kontrak ekspor mencapai USD190.000 atau sekitar Rp3,4 miliar.
Kontrak ekspor tersebut ditandatangani pada 11 Maret 2026 melalui fasilitasi Atase Perdagangan KBRI Ottawa, sebagai bagian dari strategi memperluas pasar produk unggulan Indonesia ke luar negeri.
7 UKM Sukses Tembus Kanada
Tujuh UKM yang berhasil memperoleh kontrak ekspor tersebut yakni:
- PT Kultiva
- CV Menara Desa
- PT Wins Organic
- PT Anak Garuda Sejahtera
- PT Indo Tropikal
- CV Dua Sholeha
- PT Azaki International
Hingga 12 Juni 2026, enam perusahaan telah merealisasikan ekspor dengan nilai mencapai USD170.000, sedangkan pengiriman produk milik PT Azaki International senilai USD20.000 dijadwalkan berlangsung pada Juli 2026.
Produk yang diekspor pun beragam, mulai dari tempe siap saji (ready-to-eat), gula kelapa, gula aren, permen jahe, bawang goreng, hingga keripik buah yang mendapat sambutan positif dari pasar Kanada.
Indonesia Eximbank Dampingi UKM dari Awal Hingga Ekspor
Kepala Divisi Jasa Konsultasi Indonesia Eximbank, Maria Sidabutar, mengatakan keberhasilan tersebut merupakan hasil pendampingan menyeluruh melalui Export Market Access Program.
Program ini tidak hanya membuka akses pasar, tetapi juga membantu UKM meningkatkan kualitas produk, kemasan, memenuhi standar ekspor, hingga mempertemukan pelaku usaha dengan calon pembeli internasional.
“Indonesia Eximbank hadir memberikan pendampingan end-to-end kepada UKM, mulai dari kurasi produk, peningkatan kualitas, pemenuhan standar ekspor, business matching hingga fasilitasi akses pasar internasional. Keberhasilan ekspor ini membuktikan UKM Indonesia mampu bersaing di pasar global ketika didukung ekosistem yang tepat,” ujar Maria.
Kanada Jadi Pasar Menjanjikan Produk Indonesia
Sementara itu, Atase Perdagangan KBRI Ottawa, Mahdewi Silky, mengungkapkan Kanada masih menjadi pasar potensial bagi berbagai produk pangan Indonesia, terutama makanan sehat, produk organik, dan olahan berbahan baku buah tropis.
Menurutnya, produk seperti banana chips, olahan mangga, hingga bahan baku mangga mendapat respons yang sangat baik dari konsumen Kanada.
Hal tersebut tercermin dari lonjakan nilai ekspor produk makanan olahan Indonesia (HS 16–21) ke Kanada yang meningkat dari USD56,35 juta pada 2023 menjadi USD116,56 juta pada 2025, atau tumbuh 106,85 persen hanya dalam dua tahun.
“Peluang pasar Kanada untuk produk bernilai tambah asal Indonesia masih sangat besar. Kami akan terus memperkuat promosi dan membuka lebih banyak peluang kerja sama perdagangan bagi pelaku usaha Indonesia,” kata Mahdewi.
Gelombang Kedua Sudah Disiapkan
Kesuksesan tahap pertama membuat Indonesia Eximbank bersama Kementerian Perdagangan kembali melanjutkan program perluasan akses pasar ke Kanada.
Pada 12 Mei 2026, sebanyak 12 UKM berorientasi ekspor kembali mengikuti program lanjutan setelah lolos proses kurasi.
Berbagai produk yang diperkenalkan meliputi:
- Biskuit
- Keripik kulit
- Rempah-rempah
- Camilan gluten free
- Minuman siap saji (ready-to-drink)
- Permen
Saat ini seluruh sampel produk telah dikirim kepada calon buyer di Kanada untuk proses evaluasi sebelum memasuki tahap transaksi dagang.
Selain pendampingan bisnis, Indonesia Eximbank juga memfasilitasi pengiriman sampel produk sebagai bagian dari strategi mempercepat penetrasi pasar internasional.
Maria menegaskan pihaknya bersama Kementerian Perdagangan dan KBRI Ottawa akan terus memperluas akses pasar bagi UKM Indonesia agar semakin banyak eksportir baru yang lahir dan mampu meningkatkan daya saing produk nasional di pasar global.
(*)








![[DANA] Foto 1b - Penganugerahan SisBerdaya & DisBerdaya 2026.jpg](https://juranews.id/wp-content/uploads/2026/07/DANA-Foto-1b-Penganugerahan-SisBerdaya-DisBerdaya-2026.jpg-300x178.jpeg)







Komentar