JURANEWS.ID, JAKARTA – Ericsson resmi memperkenalkan AI in RAN (Artificial Intelligence in Radio Access Network), teknologi terbaru yang mengintegrasikan kecerdasan buatan langsung ke dalam jaringan radio 5G untuk meningkatkan performa, efisiensi, dan kualitas layanan secara real-time.
Teknologi ini menjadi langkah penting dalam transformasi industri telekomunikasi global di tengah meningkatnya kebutuhan akan konektivitas yang lebih cepat, stabil, dan mampu mendukung berbagai layanan berbasis kecerdasan buatan (AI).
President Director Ericsson Indonesia, Nora Wahby, mengatakan bahwa AI kini menjadi pendorong utama inovasi di berbagai sektor industri dan menciptakan kebutuhan baru terhadap jaringan yang lebih cerdas.
“AI menjadi pendorong utama inovasi di berbagai industri dan menciptakan kebutuhan baru untuk konektivitas, kinerja, dan otomasi. Dengan AI in RAN, Ericsson membantu penyedia layanan memanfaatkan AI untuk meningkatkan efisiensi jaringan dan relevansi jangka panjang,” ujar Nora Wahby dalam keterangan resminya, Jumat (12/6/2026).
Menurutnya, teknologi tersebut juga diharapkan mampu mendukung visi Indonesia Digital 2045 melalui penguatan fondasi jaringan yang lebih cerdas, efisien, dan berkelanjutan.
AI Ambil Keputusan dalam Hitungan Mikrodetik
Ericsson menjelaskan bahwa model AI kelas telekomunikasi yang dikembangkan perusahaan mampu memproses data dan mengambil keputusan dalam hitungan mikrodetik. Teknologi ini dirancang untuk bekerja secara stabil pada berbagai kondisi jaringan radio yang kompleks dan dinamis.
AI in RAN didukung oleh Ericsson Silicon, chip khusus yang memungkinkan pemrosesan AI langsung di perangkat radio dengan konsumsi energi yang lebih efisien. Selain itu, teknologi ini juga diperkuat generasi terbaru RAN Compute serta software Cloud RAN yang fleksibel untuk berbagai kebutuhan operator telekomunikasi.
Fitur-fitur utama yang mulai tersedia pada kuartal kedua 2026 antara lain:
- AI-native Scheduler untuk mengoptimalkan alokasi sumber daya jaringan secara otomatis.
- AI-powered Positioning yang meningkatkan akurasi penentuan lokasi pengguna.
- AI-managed Beamforming guna memperkuat kualitas sinyal secara dinamis.
- AI-powered Multi-layer Coordination untuk meningkatkan koordinasi antar lapisan jaringan.
- Performance Management untuk analisis performa jaringan yang lebih canggih.
- Augmented Observability yang memberikan transparansi lebih tinggi terhadap proses pengambilan keputusan AI.
Kecepatan Internet Naik Hingga 20 Persen
Ericsson mengungkapkan bahwa AI in RAN telah diuji melalui lebih dari 15 implementasi dan uji coba komersial di berbagai negara.
Hasilnya menunjukkan peningkatan kecepatan downlink hingga 20 persen, efisiensi spektrum hingga 10 persen, serta kemampuan melayani dua kali lebih banyak pengguna dengan trafik data tinggi.
Teknologi ini juga mampu menghadirkan tingkat akurasi prediksi cakupan jaringan mencapai 90 hingga 95 persen serta meningkatkan presisi penentuan lokasi pengguna hingga lima kali lebih tinggi dibandingkan metode sebelumnya.
Didukung Operator Telekomunikasi Global
Sejumlah operator telekomunikasi dunia menyatakan dukungannya terhadap pengembangan AI in RAN Ericsson.
Senior Vice President & CNO SoftBank Corp., Teruyuki Oya, menyebut teknologi tersebut membuka peluang optimalisasi performa jaringan radio secara real-time sekaligus menjadi fondasi penting bagi layanan berbasis AI generasi berikutnya.
Sementara itu, Senior Vice President Network Technology & Operations Bell, Bruce Dean, menilai integrasi AI langsung ke dalam jaringan radio menjadi langkah strategis untuk meningkatkan efisiensi energi dan kualitas layanan pelanggan.
Dukungan serupa juga datang dari SK Telecom dan Rogers yang melihat AI in RAN sebagai fondasi menuju jaringan AI-native dan teknologi 6G di masa depan.
Potensi ROI Terbaik bagi Operator
Principal Analyst Mobile Experts, Joe Madden, bahkan menyebut AI in RAN berpotensi menjadi salah satu investasi dengan tingkat pengembalian (ROI) terbaik bagi operator telekomunikasi dalam beberapa tahun terakhir.
Menurutnya, hanya melalui pembaruan software, operator dapat meningkatkan kapasitas jaringan, memperluas visibilitas operasional, serta menghadirkan layanan berbasis lokasi yang lebih akurat tanpa harus membangun infrastruktur baru secara besar-besaran.
Sebagai informasi, Ericsson telah mengembangkan teknologi AI pada jaringan seluler sejak era 4G. Pada 2021 perusahaan mulai menghadirkan akselerasi AI-ready pada RAN Compute, dan pada awal 2026 memperkenalkan Neural Network Accelerators pada radio Massive MIMO yang diklaim mampu meningkatkan kemampuan inferensi AI hingga 10 kali lipat.
Kehadiran AI in RAN menjadi tonggak baru dalam evolusi jaringan telekomunikasi global menuju era jaringan cerdas yang mampu mengoptimalkan performa secara otomatis sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi digital di masa depan.
(*)








Komentar