JURANEWS.ID, JAKARTA – Ketidakpastian ekonomi global, meningkatnya risiko geopolitik, hingga lonjakan investasi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) diprediksi menjadi penggerak utama pasar keuangan pada kuartal ketiga 2026.
Di tengah kondisi tersebut, Chief Investment Office (CIO) DBS merekomendasikan strategi investasi yang lebih selektif dengan tetap memanfaatkan peluang dari sektor-sektor yang diproyeksikan tumbuh.
Dalam laporan Rekomendasi Investasi 3Q26, DBS Group Research menilai investor perlu mulai menyesuaikan strategi portofolio karena lanskap ekonomi dunia mengalami perubahan signifikan dibanding beberapa tahun terakhir.
AI dan Geopolitik Jadi Penggerak Pasar
DBS menjelaskan, ketegangan geopolitik di Timur Tengah, belanja pertahanan yang meningkat, serta ekspansi investasi AI telah menciptakan tekanan inflasi baru yang diperkirakan bertahan dalam jangka menengah.
Selain itu, meningkatnya pembangunan infrastruktur AI di berbagai negara diproyeksikan mendorong permintaan besar terhadap semikonduktor, perangkat keras, perangkat lunak, hingga kebutuhan energi.
Dalam kondisi tersebut, DBS menilai perusahaan yang berada di ekosistem AI masih memiliki prospek pertumbuhan yang kuat.
Inflasi Masih Jadi Ancaman
Chief Investment Office DBS juga memperkirakan tekanan inflasi global belum akan mereda.
Harga energi yang tinggi akibat konflik geopolitik, meningkatnya belanja modal, hingga pulihnya aktivitas ekonomi Tiongkok diperkirakan menjadi faktor yang membuat bank-bank sentral dunia tetap berhati-hati terhadap kebijakan suku bunga.
Laporan tersebut menyebutkan bahwa pasar mulai memperhitungkan kemungkinan bank sentral mempertahankan bahkan kembali menaikkan suku bunga apabila tekanan inflasi terus meningkat.
Emas Tetap Jadi Pilihan Aman
Di tengah tingginya ketidakpastian global, emas masih dipandang sebagai salah satu instrumen investasi paling menarik.
Meski dalam jangka pendek harga emas berpotensi mengalami tekanan akibat kenaikan suku bunga, DBS tetap mempertahankan pandangan positif terhadap logam mulia tersebut.
Menurut DBS, tren dedolarisasi, meningkatnya ketidakpastian geopolitik, dan pelemahan nilai mata uang menjadi faktor yang akan menopang harga emas dalam jangka panjang.
Saham AI dan Energi Jadi Favorit
DBS juga menilai momentum pertumbuhan saham masih akan didominasi sektor-sektor yang berkaitan dengan AI.
Investor disarankan mengombinasikan investasi pada saham teknologi dengan sektor-sektor defensif agar portofolio tetap stabil menghadapi potensi volatilitas pasar.
Selain itu, perusahaan yang bergerak di bidang:
- Semikonduktor
- Infrastruktur AI
- Jaringan data
- Peralatan energi
- Penyedia jasa minyak dan gas
diperkirakan menjadi penerima manfaat terbesar dari siklus belanja modal global yang sedang berlangsung.
Obligasi Perlu Lebih Selektif
Untuk pasar obligasi, DBS memperkirakan imbal hasil (yield) masih berpotensi meningkat sehingga investor diminta lebih selektif memilih instrumen.
Fokus investasi disarankan pada obligasi korporasi berkualitas tinggi dengan fundamental yang kuat, khususnya yang memiliki durasi menengah sekitar lima hingga tujuh tahun.
Asia Dinilai Tetap Menarik
DBS juga melihat kawasan Asia masih memiliki prospek positif.
Pertumbuhan ekonomi di sejumlah negara Asia dinilai tetap kuat berkat meningkatnya permintaan terhadap industri elektronik, AI, dan teknologi hijau.
Negara seperti Korea Selatan, Taiwan, Singapura, Malaysia, dan Vietnam diperkirakan masih menjadi motor pertumbuhan ekonomi kawasan.
Investor Diminta Diversifikasi Portofolio
Chief Investment Office DBS menilai pola investasi tradisional mulai menghadapi tantangan akibat tingginya korelasi antara saham dan obligasi di tengah tekanan inflasi.
Karena itu, investor disarankan memperluas diversifikasi ke aset alternatif seperti emas, komoditas tertentu, hingga investasi swasta yang memiliki fundamental kuat.
Dengan strategi tersebut, investor diharapkan mampu mengoptimalkan peluang pertumbuhan sekaligus meminimalkan risiko di tengah ketidakpastian ekonomi global sepanjang kuartal III 2026.
(*)


![[DANA] Foto 1b - Penganugerahan SisBerdaya & DisBerdaya 2026.jpg](https://juranews.id/wp-content/uploads/2026/07/DANA-Foto-1b-Penganugerahan-SisBerdaya-DisBerdaya-2026.jpg-300x178.jpeg)







Komentar