Fore Coffee Didemo di Jakarta, 17.403 Orang Disebut Dukung Petisi Soal Telur Cage-Free

Animal Friends Jogja (AFJ) bersama koalisi Act for Farmed Animals (AFFA) menggelar aksi damai di depan kantor pusat Fore Coffee dan mendesak perusahaan membuat komitmen penggunaan telur bebas sangkar.

JURANEWS.ID, JAKARTA – Fore Coffee menjadi sasaran aksi damai Animal Friends Jogja (AFJ) bersama koalisi Act for Farmed Animals (AFFA) di depan kantor pusat perusahaan di kawasan Thamrin, Jakarta, Selasa (21/7/2026).

Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk penyampaian aspirasi terkait kebijakan penggunaan telur dalam rantai pasok Fore Coffee. Koalisi mendesak perusahaan untuk mulai melakukan transisi menuju penggunaan telur bebas sangkar atau cage-free.

Aksi ini disebut sebagai tindak lanjut atas tanggapan pihak legal Fore Coffee melalui surat elektronik kepada AFJ pada April 2026. Dalam tanggapan tersebut, perusahaan menyampaikan bahwa untuk saat ini belum dapat bergabung dalam program transisi menuju penggunaan telur cage-free.

Dalam aksi tersebut, koalisi AFJ-AFFA membawa karangan bunga duka cita berukuran besar yang ditempatkan di depan gedung kantor pusat Fore Coffee.

Menurut koalisi, karangan bunga tersebut menjadi simbol keprihatinan terhadap kondisi ayam petelur yang masih dipelihara dalam sistem kandang sempit atau yang dikenal sebagai kandang baterai.

Koalisi menyebut sistem kandang tersebut membatasi ruang gerak ayam dan dapat menghambat perilaku alami serta meningkatkan risiko gangguan kesehatan dan kesejahteraan hewan.

Selain karangan bunga, sekitar 20 aktivis AFJ-AFFA membentangkan banner dan membawa poster berisi pesan kampanye yang mendesak Fore Coffee mengubah kebijakan pengadaan bahan baku telur.

Aksi tersebut juga diiringi tabuhan drum marching band. Dua aktivis turut mengenakan kostum menyerupai barista sebagai bagian dari aksi simbolik.

AFJ Soroti Komitmen Fore Coffee

Koalisi AFJ-AFFA menyayangkan keputusan Fore Coffee yang dinilai belum mengambil langkah menuju penggunaan telur cage-free.

Menurut koalisi, kebijakan tersebut berkaitan dengan produk makanan pendamping yang dijual di jaringan kedai kopi, seperti pastry dan donat, yang disebut masih berpotensi menggunakan telur dari sistem kandang sempit.

Manajer Kampanye Program Advokasi Kesejahteraan Hewan yang Diternakkan Animal Friends Jogja, Dwi Octavia, mengatakan pihaknya berharap Fore Coffee membuka ruang dialog dengan kelompok masyarakat sipil dan para pemasok.

“Sangat mengecewakan melihat Fore Coffee, sebagai merek lokal modern yang kerap mengusung nilai keberlanjutan, justru menolak mengambil langkah menuju penggunaan telur cage-free. Melalui aksi ini, kami mengajak Fore Coffee membuka ruang dialog dan mulai berdiskusi dengan para pemasoknya untuk mendorong pengadaan bahan baku yang lebih beretika,” ujar Dwi.

Ia mengatakan industri telur cage-free di Indonesia dinilai terus berkembang. Menurutnya, semakin banyak pemasok yang melayani kebutuhan sektor makanan dan minuman.

“Dengan kapasitas pasokan yang terus berkembang, transisi menuju telur cage-free bukan lagi persoalan kesiapan industri, melainkan komitmen perusahaan untuk membangun rantai pasok yang lebih bertanggung jawab,” tambahnya.

Petisi Disebut Dapat Dukungan 17.403 Orang

Sementara itu, Pemimpin Kampanye Act for Farmed Animals, Elfha Shavira, menyebut dukungan terhadap petisi terkait kebijakan Fore Coffee telah mencapai 17.403 orang.

Menurut Elfha, angka tersebut menunjukkan adanya perhatian konsumen terhadap isu keberlanjutan dan kesejahteraan hewan.

“Dukungan dari 17.403 orang dalam petisi Fore Coffee menjadi bukti nyata bahwa konsumen Indonesia kini semakin peduli pada aspek keberlanjutan dan etis. Gerakan ini menunjukkan kuatnya ekspektasi masyarakat agar Fore Coffee menerapkan praktik pengadaan yang ramah kesejahteraan hewan,” jelas Elfha.

Ia berharap dukungan publik tersebut dapat mendorong Fore Coffee mengambil langkah nyata untuk membangun rantai pasok yang dinilai lebih bertanggung jawab.

Fore Coffee Janji Bahas Masukan Koalisi

Dalam aksi tersebut, perwakilan tim legal Fore Coffee menemui koalisi AFJ-AFFA dan menerima aspirasi yang disampaikan.

Fore Coffee disebut menyampaikan akan terlebih dahulu mendiskusikan masukan tersebut dengan unit-unit terkait di internal perusahaan.

Perusahaan juga menargetkan memberikan perkembangan lebih lanjut terkait aspirasi tersebut pada Agustus mendatang.

Koalisi AFJ-AFFA menyambut baik itikad tersebut. Namun, mereka menegaskan akan terus memantau dan menindaklanjuti perkembangan pembahasan antara perusahaan dan koalisi.

Koalisi berharap proses pembahasan tersebut dapat menghasilkan langkah nyata berupa komitmen publik dan peta jalan (roadmap) transisi menuju penggunaan telur cage-free secara bertahap.

Koalisi AFJ-AFFA menyatakan akan terus mengawal perkembangan tersebut sebagai bagian dari dorongan publik agar Fore Coffee membangun rantai pasok yang dinilai lebih bertanggung jawab terhadap kesejahteraan hewan.

(*)

Komentar