JAKARTA, JURANEWS.ID – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,4 yang mengguncang wilayah Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, pada Rabu (5/8/2026) pukul 11.14 WIB dipastikan tidak menimbulkan korban jiwa maupun kerusakan bangunan.
Kepastian tersebut disampaikan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) setelah Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Talaud melakukan kaji cepat dan pemantauan langsung di lokasi terdampak.
Berdasarkan hasil monitoring lapangan, guncangan gempa yang dirasakan masyarakat selama sekitar tiga hingga lima detik hanya berkekuatan lemah sehingga tidak menyebabkan kerusakan infrastruktur maupun korban.
Selain itu, situasi di wilayah Kepulauan Talaud tetap aman dan kondusif. Aktivitas masyarakat berjalan normal tanpa adanya kepanikan.
Meski demikian, BPBD Kabupaten Kepulauan Talaud masih terus bersiaga dengan melakukan pemantauan terhadap kondisi pascagempa sekaligus menghimpun informasi dari seluruh wilayah yang berpotensi terdampak.
Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), episentrum gempa berada di laut pada koordinat 5,60 Lintang Utara dan 125,27 Bujur Timur dengan kedalaman 10 kilometer.
Pusat gempa diketahui berada di wilayah Mindanao, Filipina, sekitar 236 kilometer barat laut Melonguane, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara.
BNPB mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi. Warga diminta mengikuti perkembangan informasi resmi dari BMKG maupun BNPB serta tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan.
“Masyarakat diharapkan mengikuti informasi resmi dari BMKG dan BNPB serta mematuhi arahan pemerintah daerah apabila terjadi perkembangan situasi di lapangan,” demikian imbauan BNPB.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan adanya dampak lanjutan akibat gempa tersebut, sementara aparat penanggulangan bencana tetap melakukan pemantauan sebagai langkah antisipasi.
(*)
















Komentar