JURANEWS.ID, JAKARTA – Perubahan perilaku investor di Indonesia mendorong industri wealth management beradaptasi dengan cepat. Generasi investor yang semakin muda dan akrab dengan teknologi kini tidak hanya membutuhkan akses investasi yang praktis, tetapi juga menginginkan layanan finansial yang personal dan sesuai dengan tujuan hidup mereka.
Kondisi tersebut menjadi perhatian PT Bank OCBC NISP Tbk (OCBC) yang terus memperkuat layanan wealth management dengan menggabungkan kemudahan teknologi digital dan pendampingan dari tenaga profesional atau human advisory.
Data PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) menunjukkan, hingga akhir 2025 sekitar 54 persen investor pasar modal Indonesia berusia di bawah 30 tahun. Kelompok investor muda ini dikenal sebagai generasi digital yang terbiasa mendapatkan informasi secara cepat, aktif mencari referensi investasi, dan ingin terlibat langsung dalam menentukan keputusan finansial.
Perubahan perilaku tersebut juga tercermin dalam aktivitas nasabah OCBC. Sepanjang 2025, proporsi transaksi wealth management melalui kanal digital meningkat menjadi 44 persen, dari sebelumnya 30 persen pada tahun sebelumnya.
Tidak hanya itu, transaksi obligasi melalui platform digital OCBC juga mencatat pertumbuhan signifikan. Transaksi tersebut tumbuh 50 persen secara tahunan, sementara volume transaksinya meningkat hingga 89 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Presiden Direktur OCBC, Parwati Surjaudaja, mengatakan nasabah saat ini menginginkan pengalaman layanan keuangan yang terintegrasi antara kanal digital dan layanan personal.
“Nasabah saat ini menginginkan pengalaman yang seamless antara kanal digital dan layanan personal. Mereka ingin dapat mengakses informasi, memantau portofolio, dan bertransaksi kapan saja, namun tetap memiliki advisor yang dapat menjadi mitra dalam mengambil keputusan-keputusan finansial yang penting,” ujar Parwati.
Menurutnya, perkembangan teknologi tidak serta-merta menghilangkan peran tenaga profesional dalam layanan wealth management. Sebaliknya, digitalisasi menjadi sarana yang memungkinkan nasabah memperoleh akses layanan yang lebih cepat dan mudah, sekaligus tetap mendapatkan pendampingan ketika menghadapi keputusan finansial yang kompleks.
“Di OCBC, kami melihat masa depan wealth management adalah menggabungkan best of both worlds: kemudahan digital dengan trusted human advice,” katanya.
Parwati menambahkan, OCBC berfokus membantu masyarakat Indonesia dalam membangun, melindungi, hingga mewariskan kekayaan melalui solusi finansial yang mudah diakses dan disesuaikan dengan tujuan keuangan nasabah pada setiap tahapan kehidupan.
Wealth Management Tak Lagi Sekadar Investasi
Perubahan kebutuhan nasabah juga membuat layanan wealth management berkembang menjadi lebih holistik. Nasabah kini tidak hanya mencari produk investasi, tetapi juga membutuhkan layanan konsultasi yang mampu menghubungkan berbagai kebutuhan finansial dalam satu perencanaan.
Kebutuhan tersebut mencakup layanan perbankan, investasi, perlindungan aset, hingga perencanaan waris.
Bagi OCBC, digitalisasi bukanlah pengganti hubungan antara nasabah dengan relationship manager. Teknologi justru menjadi enabler yang membuat layanan wealth management lebih mudah diakses, cepat, dan relevan dengan kebutuhan nasabah.
OCBC memperkuat kapabilitas wealth management melalui kombinasi layanan digital dan advisory. Nasabah dapat mengakses berbagai solusi investasi, memantau portofolio, hingga melakukan transaksi melalui OCBC Mobile.
Di sisi lain, nasabah tetap dapat memperoleh pendampingan dari relationship manager dan wealth specialist. OCBC juga menyediakan akses terhadap Wealth Discovery, Wealth Report, dan Wealth Insight untuk membantu nasabah menyusun strategi keuangan berdasarkan profil risiko dan tujuan finansial masing-masing.
Bidik Investor Muda dan Emerging Affluent
OCBC juga melihat peluang pertumbuhan wealth management semakin terbuka luas. Layanan yang sebelumnya identik dengan nasabah ultra-high-net-worth kini mulai dimanfaatkan oleh kelompok masyarakat yang lebih luas.
Profesional, entrepreneur, hingga kelompok emerging affluent semakin tertarik memanfaatkan layanan wealth management sejak tahap awal membangun aset dan kekayaan.
Untuk menjangkau kebutuhan nasabah di berbagai tahapan kehidupan, OCBC menghadirkan ekosistem layanan yang mencakup NYALA, Premier Banking, hingga Private Banking.
Melalui kombinasi teknologi digital dan pendampingan manusia, OCBC berupaya menjawab perubahan ekspektasi generasi investor baru yang menginginkan layanan finansial serba cepat dan praktis, tetapi tetap membutuhkan kepercayaan serta panduan dalam mengambil keputusan investasi jangka panjang.
Perubahan ini menunjukkan bahwa masa depan wealth management bukan lagi sekadar tentang seberapa banyak produk investasi yang tersedia, melainkan bagaimana lembaga keuangan mampu menghadirkan pengalaman yang terintegrasi, personal, dan relevan dengan perjalanan finansial setiap nasabah.
(*)
















Komentar