KENDAL, JURANEWS.ID – Seorang guru Taman Kanak-Kanak (TK) berinisial W mengalami luka-luka akibat dugaan penyerangan yang terjadi di lingkungan TK Marsudi Siwi, Desa Pakis, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal.
Peristiwa tersebut terjadi saat kegiatan belajar mengajar masih berlangsung di sekolah yang berada di ruas Jalan Limbangan–Sumowono. Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban diduga diserang oleh dua perempuan menggunakan senjata tajam.
Akibat kejadian itu, korban mengalami luka pada bagian kepala dan tangan. Beruntung nyawanya berhasil diselamatkan dan korban mendapat penanganan medis.
Sejumlah warga sekitar membenarkan adanya insiden tersebut. Mereka menyebut peristiwa yang terjadi di lingkungan sekolah itu sempat mengagetkan para guru, orang tua murid, maupun siswa yang sedang mengikuti kegiatan belajar.
“Memang terjadi di sekolah saat masih ada kegiatan belajar mengajar,” ujar salah seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan, Senin (1/6).
Menurut informasi yang berkembang di masyarakat, dugaan penyerangan tersebut disebut-sebut berkaitan dengan persoalan pribadi yang mengarah pada kecemburuan.
Sejumlah sumber menyebut salah satu terduga pelaku diduga merupakan istri seorang perangkat Desa di wilayah Kabupaten Semarang.
Namun demikian, informasi tersebut hingga kini belum dapat dikonfirmasi secara resmi kepada pihak yang bersangkutan maupun aparat penegak hukum. Identitas para terduga pelaku juga belum diketahui secara pasti.
Warga mengaku heran karena hingga kini identitas para pihak yang terlibat belum terungkap ke publik.
“Yang beredar memang karena persoalan cemburu, tapi kami juga tidak tahu persis bagaimana duduk perkaranya,” kata warga.
Sementara itu, informasi yang diperoleh menyebut korban saat ini sedang menjalani proses perceraian dengan suaminya. Namun informasi tersebut juga belum dikaitkan secara resmi dengan peristiwa yang terjadi.
Saat dikonfirmasi terkait kejadian yang dialaminya, Korban memilih tidak memberikan komentar lebih jauh.
“Saya tidak ingin memberikan komentar apa pun. Semua keterangan saya serahkan kepada pihak kepolisian,” ujarnya singkat.
Hingga berita ini ditulis, pihak sekolah juga belum memberikan keterangan resmi terkait dampak kejadian terhadap aktivitas belajar mengajar maupun kondisi psikologis para siswa pascakejadian.
Kapolsek Limbangan AKP Sigit mengatakan pihaknya tidak menerima laporan resmi terkait insiden tersebut.
“Terkait dengan kejadian tersebut tidak ada laporan resmi ke Polsek Limbangan dan sudah diselesaikan secara kekeluargaan,” kata Sigit saat dikonfirmasi.
Meski demikian, sejumlah warga berharap kejadian yang berlangsung di lingkungan pendidikan tersebut menjadi perhatian berbagai pihak.
Mereka menilai peristiwa kekerasan yang terjadi di area sekolah berpotensi menimbulkan trauma bagi anak-anak yang menyaksikan maupun mengetahui kejadian tersebut.
Hingga kini belum diketahui secara pasti kronologi lengkap kejadian, identitas para pihak yang terlibat, maupun motif yang melatarbelakangi dugaan penyerangan tersebut.
(*)









Komentar