JURANEWS.ID, SEMARANG – Universitas Diponegoro (UNDIP) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.
Melalui Sekolah Vokasi (SV), UNDIP resmi meluncurkan Program SV Zero Discharge, sebuah sistem pengelolaan air, energi, dan limbah terintegrasi yang mengusung konsep keberlanjutan dengan tagline “Nothing Wasted, Everything Managed”.
Program inovatif ini tidak hanya bertujuan mengurangi limbah yang keluar dari lingkungan kampus, tetapi juga mendorong terciptanya ekonomi sirkular dengan mengubah limbah menjadi sumber daya yang memiliki nilai guna bahkan bernilai ekonomi.
Air Limbah dan Sampah Diolah Jadi Sumber Daya
Program SV Zero Discharge dirancang untuk mengurangi ketergantungan terhadap penggunaan air tanah sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya yang selama ini dianggap limbah.
Melalui sistem tersebut, air hujan ditangkap dan diolah kembali untuk berbagai kebutuhan kampus, mulai dari kebutuhan domestik hingga air berstandar laboratorium.
Tidak hanya itu, air limbah domestik dari kamar mandi dan toilet juga diproses melalui instalasi pengolahan limbah untuk digunakan kembali sebagai air penyiraman tanaman dan kebutuhan flushing toilet.
Di sektor pengelolaan sampah, limbah organik dari kantin diubah menjadi biogas yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar memasak. Sementara residu hasil pengolahan digunakan sebagai pupuk yang ramah lingkungan.
Adapun sampah plastik dan botol bekas dimanfaatkan sebagai bahan pendukung kegiatan pembelajaran, penelitian, hingga pengembangan produk berbasis material daur ulang.
Dukung Transformasi Menuju Kampus Kelas Dunia
Dekan Sekolah Vokasi UNDIP, Prof. Dr. Ir. Budiyono, M.Si., mengatakan bahwa program ini merupakan bagian dari transformasi Sekolah Vokasi menuju World Class Vocational School melalui penguatan ekosistem Sustainability and Social Impact.
Menurutnya, lulusan masa depan tidak cukup hanya memiliki kompetensi teknis, tetapi juga harus memiliki kepedulian terhadap isu lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.
“Ke depan lulusan kami tidak hanya membutuhkan kompetensi teknis, tetapi juga kepedulian terhadap pembangunan berkelanjutan serta bukti nyata bahwa mereka mampu memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Dipantau Teknologi IoT Secara Real Time
Ketua Pelaksana Program SV Zero Discharge, Ir. Hanggoro Iskandar Putra Wijaya, M.T., menjelaskan seluruh sistem pengelolaan sumber daya tersebut dipantau melalui dashboard berbasis Internet of Things (IoT).
Teknologi tersebut memungkinkan pemantauan volume limbah, tingkat daur ulang, hingga kondisi fasilitas secara real time sehingga proses pengelolaan dapat berjalan lebih efektif dan efisien.
“Limbah sudah tidak dianggap sampah lagi, tetapi bisa dimanfaatkan nilai gunanya,” jelas Hanggoro.
Ia menyebut program ini dibangun melalui lima pilar utama, yakni pengelolaan air hujan, pemanfaatan air olahan, pengelolaan sampah dan limbah terpadu, reduksi limpasan permukaan atau zero run off, serta penerapan ekonomi sirkular.
Rektor UNDIP: Kampus Harus Jadi Contoh Nyata
Peluncuran program ini juga dibarengi dengan deklarasi komitmen SV Zero Discharge yang diikuti pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, BEM, hingga Senat Mahasiswa Sekolah Vokasi.
Rektor UNDIP, Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si., memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif tersebut. Menurutnya, perguruan tinggi harus menjadi contoh nyata dalam penerapan keberlanjutan, bukan hanya sebatas konsep atau wacana.
“Kampus sudah saatnya menunjukkan praktik keberlanjutan yang nyata. Sekolah Vokasi telah memberikan contoh yang baik dan dapat direplikasi di fakultas maupun sekolah lain di lingkungan UNDIP,” ungkapnya.
Suharnomo berharap SV Zero Discharge dapat menjadi model pengelolaan sumber daya yang diterapkan lebih luas di lingkungan UNDIP sekaligus mendukung pengurangan penggunaan air tanah dan pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab.
Program ini juga diproyeksikan menjadi living laboratory for sustainability, yakni laboratorium hidup yang memungkinkan civitas academica belajar, meneliti, dan mengembangkan inovasi untuk mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).
Dengan inovasi ini, UNDIP semakin memperkuat posisinya sebagai kampus yang tidak hanya unggul dalam pendidikan, tetapi juga menjadi pelopor pengembangan teknologi ramah lingkungan dan ekonomi sirkular di Indonesia.
(*)
















Komentar