IKEA Indonesia Borong 4 Penghargaan Sustainability 2026, Sukses Daur Ulang 63 Ton Sampah dan Dongkrak UMKM

IKEA Indonesia meraih empat penghargaan Indonesia Sustainability Awards 2026 setelah sukses menjalankan program pengelolaan sampah, mendaur ulang lebih dari 63 ton material, serta memberdayakan lebih dari 1.000 UMKM di Indonesia

JURANEWS.ID, TANGERANG – Komitmen IKEA Indonesia dalam mendorong pengelolaan sampah, pemberdayaan masyarakat, dan penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kembali membuahkan hasil.

Perusahaan ini berhasil memborong empat penghargaan bergengsi dalam Indonesia Sustainability Awards (ISA) 2026 berkat berbagai program keberlanjutan yang telah dijalankan.

Empat penghargaan yang diraih meliputi Best ESG in Retail, ESG Excellence – Multinational Corporation, Sustainable Innovation Award, dan ESG Leadership Excellence Award.

Pengakuan tersebut diberikan setelah melalui proses penilaian yang mencakup verifikasi dokumen, presentasi, hingga panel wawancara oleh dewan juri yang terdiri dari akademisi, perwakilan pemerintah, dan para profesional di bidang keberlanjutan.

Sustainability Business Partner IKEA Indonesia, Ahmad Alhamid, mengatakan keberlanjutan merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk menghadirkan kehidupan sehari-hari yang lebih baik bagi banyak orang.

“Di IKEA, kami terus berupaya menciptakan kehidupan sehari-hari yang lebih baik bagi banyak orang. Kami percaya keberlanjutan tidak harus rumit atau hanya bisa dilakukan segelintir pihak. Karena itu kami menghadirkan berbagai solusi yang memudahkan pelanggan, komunitas, dan mitra untuk ikut menciptakan manfaat bagi lingkungan maupun masyarakat,” ujarnya.

Target Kurangi Sampah ke TPA Hingga 80 Persen

Salah satu program unggulan yang dijalankan IKEA Indonesia adalah Waste Diversion, yakni pengelolaan sampah melalui proses recycling, composting, dan recovery.

Program tersebut menjadi bagian dari target IKEA Indonesia untuk mengalihkan 80 persen sampah operasional dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) pada tahun 2030. Hingga kini, sebagian besar sampah operasional perusahaan telah berhasil dialihkan melalui sistem pengelolaan yang diterapkan secara konsisten.

Tak hanya itu, IKEA Indonesia bersama Duitin juga menghadirkan Zona Daur Ulang IKEA Kota Baru Parahyangan di Bandung. Sejak diluncurkan pada 2023, fasilitas tersebut telah berhasil mengumpulkan lebih dari 63 ton material yang kembali masuk ke rantai daur ulang.

Program ini juga memberikan insentif kepada masyarakat sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi mereka dalam memilah dan mendaur ulang sampah.

Lebih dari 1.000 UMKM Sudah Merasakan Manfaat

Komitmen IKEA Indonesia terhadap keberlanjutan juga diwujudkan melalui pemberdayaan pelaku usaha lokal.

Melalui program TERAS Indonesia yang berjalan sejak 2014, lebih dari 1.000 UMKM telah memperoleh kesempatan memasarkan produknya secara gratis di toko-toko IKEA Indonesia.

Sepanjang tahun 2025, program tersebut menghasilkan estimasi nilai penjualan sekitar Rp5 miliar, sekaligus membantu pelaku usaha memperluas pasar dan meningkatkan daya saing.

Selain itu, IKEA Indonesia bersama Instellar juga mengembangkan program IKEA Social Entrepreneurship Accelerator (I-SEA) yang sejak 2023 telah mendampingi 30 social enterprise melalui pelatihan, mentoring, bootcamp, hingga penguatan strategi bisnis.

Program tersebut tercatat telah memberikan manfaat kepada lebih dari 14.000 penerima manfaat, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Terus Perluas Kolaborasi

Ke depan, IKEA Indonesia menegaskan akan terus memperluas kolaborasi bersama pelanggan, komunitas, UMKM, mitra, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Melalui berbagai inisiatif tersebut, IKEA berharap semakin banyak masyarakat yang dapat berpartisipasi dalam menjaga lingkungan sekaligus memperkuat ekonomi lokal melalui langkah-langkah sederhana yang memberikan dampak berkelanjutan.

(*)

Komentar