Jelang HUT PBB ke-28, Agus Mujayanto Serukan Persatuan: Agama dan Budaya Harus Berjalan Beriringan

Agama dan Budaya Harus Saling Menguatkan

JURANEWS.ID, SEMARANG – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Partai Bulan Bintang (PBB) ke-28 yang akan diperingati pada 17 Juli 2026, tokoh publik, seniman, budayawan, sekaligus politisi Jawa Tengah, Agus Mujayanto, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat silaturahmi, menjaga ukhuwah Islamiyah, serta merawat harmoni antara agama dan budaya sebagai fondasi persatuan bangsa.

Mengusung tema “Handarbeni Hangrungkepi Keselarasan Agama & Budaya dengan Tepa Selira”, Agus menilai peringatan HUT PBB bukan sekadar seremoni politik, tetapi menjadi momentum memperkuat nilai-nilai kebangsaan, persaudaraan, dan pelestarian budaya di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.

Agama dan Budaya Harus Saling Menguatkan

Dalam rangkaian kegiatan menyambut HUT PBB ke-28, Agus Mujayanto bersama sejumlah sahabat menggelar silaturahmi dan diskusi bersama Presidium AdvoKAI Jawa Tengah, Joko Sutrisno, S.H., beserta para anggota, sebagai bentuk komitmen mempererat sinergi antarorganisasi dan tokoh masyarakat.

Pada kesempatan tersebut, Agus menegaskan bahwa agama dan budaya tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan bermasyarakat.

“Agama mengajarkan akhlak, sedangkan budaya mengajarkan tata krama. Ketika keduanya berjalan beriringan, akan lahir masyarakat yang rukun, saling menghormati, serta mampu menjaga persatuan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujar Agus Mujayanto.

Menurutnya, nilai-nilai agama akan semakin kuat apabila diimplementasikan melalui budaya yang santun, penuh toleransi, dan menghargai keberagaman.

Agus menekankan pentingnya menjaga hubungan antarsesama melalui silaturahmi sebagai modal sosial dalam membangun bangsa.

“Silaturahmi adalah kekuatan yang mampu menyatukan perbedaan. Dengan ukhuwah Islamiyah dan semangat tepa selira, kita dapat membangun kehidupan masyarakat yang damai, guyub, dan saling menghargai,” katanya.

Ia berharap budaya saling menghormati terus dijaga agar kehidupan bermasyarakat tetap harmonis di tengah berbagai perbedaan.

Budaya Adalah Jati Diri Bangsa

Selain mengajak memperkuat persaudaraan, Agus juga mengingatkan pentingnya menjaga warisan budaya sebagai identitas bangsa.

Menurutnya, seni, budaya, dan kearifan lokal bukan hanya memiliki nilai sejarah, tetapi juga mampu menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat melalui sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

“Budaya adalah warisan leluhur yang wajib kita rawat. Melalui pelestarian seni, budaya, dan kearifan lokal, kita menjaga jati diri bangsa sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat melalui sektor pariwisata dan ekonomi kreatif,” jelasnya.

Agus Mujayanto yang lahir di Demak, 2 Oktober 1983, dikenal sebagai tokoh yang aktif melestarikan seni dan budaya Jawa. Ia juga dikenal sebagai cicit Sunan Kalijaga, salah satu tokoh penyebar Islam di Tanah Jawa yang terkenal dengan pendekatan dakwah melalui budaya.

Dalam kiprahnya di organisasi, Agus pernah dipercaya menduduki berbagai posisi strategis, di antaranya:

  • Wakil Ketua Bidang Hubungan Antar Lembaga dan Departemen Partai Bulan Bintang.
  • Ketua Badan Otonom Nasional Bidang Kesenian, Kearifan Lokal, Pariwisata, dan Kebudayaan.
  • Ketua DPW Partai Bulan Bintang Jawa Tengah.
  • Ketua Bulan Sabit Merah Partai Bulan Bintang Jawa Tengah.
  • Pembina Tosan Aji Jawa Tengah.

Di luar aktivitas organisasi, Agus juga dikenal memiliki kepedulian terhadap pelestarian sejarah, seni tradisional, lingkungan, hingga tradisi ziarah sebagai bagian dari upaya memperkuat nilai spiritual dan budaya.

Jadikan HUT PBB Momentum Pengabdian

Menutup kegiatan silaturahmi tersebut, Agus berharap peringatan HUT PBB ke-28 dapat menjadi momentum memperkuat pengabdian kepada masyarakat dan menjaga persatuan bangsa.

“Melalui semangat ‘Handarbeni Hangrungkepi Keselarasan Agama & Budaya dengan Tepa Selira’, kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga persatuan, memperkuat silaturahmi, melestarikan budaya, serta menjadikan agama sebagai pedoman dalam membangun kehidupan yang harmonis dan bermartabat,” pungkasnya.

Silaturahmi yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban itu menjadi simbol komitmen bersama antara tokoh masyarakat, organisasi profesi, dan berbagai elemen bangsa untuk terus menjaga keharmonisan, memperkuat persaudaraan, serta membangun masyarakat Jawa Tengah yang rukun, berbudaya, dan sejahtera.

(*)

Komentar

News Feed