Mengusung tema “Future Travel Starts Now”, kegiatan ini mengajak peserta merasakan langsung teknologi kendaraan JETOUR melalui pengalaman berkendara di kawasan perkotaan, pegunungan, hingga lahan basah di Wuhu, Provinsi Anhui, serta Moganshan dan Xiazhu Lake, Provinsi Zhejiang.
Sejak berdiri pada 2018, JETOUR menjadikan strategi “Travel+” sebagai landasan pengembangan bisnisnya. Pendekatan ini menghubungkan kebutuhan perjalanan konsumen dengan pengembangan produk, inovasi teknologi, serta pengalaman berkendara.
Hingga September 2026, JETOUR mencatat penjualan kumulatif global sebanyak 2,56 juta unit dan telah menjangkau lebih dari 100 negara dan wilayah.
Marketing Director PT JETOUR Sales Indonesia, Moch Ranggy Radiansyah, mengatakan strategi tersebut tidak hanya berfokus pada kendaraan, tetapi juga bagaimana teknologi dapat menunjang berbagai kebutuhan perjalanan konsumen.
“Melalui strategi ‘Travel+’, JETOUR tidak hanya berfokus pada pengembangan kendaraan, tetapi juga pada bagaimana teknologi dapat mendukung kebutuhan dan pengalaman perjalanan konsumen,” ujar Ranggy dalam keterangan tertulis, Senin (19/10/2026).
Menurutnya, Global Technology Experience Day 2026 menjadi kesempatan untuk menunjukkan penerapan teknologi JETOUR dalam berbagai kondisi perjalanan, mulai dari mobilitas sehari-hari hingga eksplorasi alam.
Salah satu fokus utama dalam kegiatan tersebut adalah pengenalan teknologi kendaraan yang dirancang untuk menghadapi beragam kondisi jalan dan medan.
JETOUR menghadirkan teknologi XWD Fully Automatic Intelligent 4WD dan GAIA All-Terrain Intelligent Architecture. Keduanya dirancang untuk mendukung kemampuan berkendara di berbagai medan, termasuk jalur pegunungan, jalan berbatu, tanjakan curam, hingga lintasan berair.
Selain kemampuan menghadapi medan menantang, JETOUR mengembangkan sistem C-DM Super Hybrid yang menggabungkan performa dan efisiensi energi untuk mendukung mobilitas perkotaan maupun perjalanan jarak jauh.
Perusahaan juga menyoroti teknologi bantuan berkendara cerdas, sistem pengisian energi, serta kabin yang lapang dan senyap untuk menunjang kenyamanan selama perjalanan.
Melalui kombinasi tersebut, JETOUR berupaya menghadirkan kendaraan yang dapat digunakan untuk beragam kebutuhan, mulai dari aktivitas harian hingga perjalanan bersama keluarga dan petualangan di alam terbuka.
Tak Hanya Otomotif, JETOUR Perluas Strategi Travel+ ke Konservasi
Strategi “Travel+” juga diterapkan melalui kegiatan yang menghubungkan perjalanan dengan pelestarian lingkungan, eksplorasi, dan pengenalan budaya lokal.
Dalam bidang konservasi, JETOUR bekerja sama dengan Discovery dan Cheetah Conservation Fund (CCF) di Afrika melalui program “Return of the Cheetah” untuk mendukung perlindungan cheetah.
Di Malaysia, perusahaan menjalin kemitraan dengan TCS dan PULIHARA. Sementara di Pakistan, JETOUR mendukung Markhor Conservation Program yang berfokus pada perlindungan satwa liar dan habitat alaminya.
JETOUR juga menyelenggarakan berbagai kegiatan komunitas, seperti “Travel+” Carnival, Global Fan Festival, Football Club, dan International Marathon. Perusahaan turut berkolaborasi dengan Federasi Bola Basket Internasional (FIBA) untuk menjangkau konsumen melalui kegiatan olahraga.
Dalam rangkaian Global Technology Experience Day 2026, peserta dijadwalkan menjajal kendaraan JETOUR di kawasan hutan bambu Moganshan sekaligus mengenal upaya pelestarian ibis jambul di Xiazhu Lake.
Kegiatan ini menjadi bagian dari pendekatan perusahaan untuk menghubungkan pengalaman berkendara dengan eksplorasi alam dan kesadaran terhadap pentingnya pelestarian lingkungan.
Selama delapan tahun beroperasi, JETOUR terus memperluas portofolio kendaraan untuk memenuhi kebutuhan konsumen di berbagai negara.
Perusahaan mengklaim menempati peringkat pertama dalam penjualan SUV bergaya boxy di 13 negara, mencerminkan penerimaan terhadap lini produknya di sejumlah pasar internasional.
Portofolio JETOUR mencakup T-Series yang menyasar segmen light off-road serta G-Series yang diposisikan untuk segmen premium luxury off-road.
Kedua lini tersebut dirancang untuk memenuhi kebutuhan yang beragam, mulai dari mobilitas sehari-hari dan perjalanan keluarga hingga aktivitas petualangan di alam terbuka.
Untuk memperkuat kehadiran internasional, JETOUR mengusung strategi “In Somewhere, For Somewhere, Be Somewhere”. Perusahaan juga memperluas jangkauan ke pasar dengan standar tinggi, termasuk Eropa, Australia, dan Selandia Baru, dengan mempertimbangkan kebutuhan konsumen di setiap negara.
Melalui Global Technology Experience Day 2026, JETOUR ingin memperlihatkan bagaimana teknologi kendaraan dapat menunjang pengalaman perjalanan yang semakin beragam.
Memasuki tahun kedelapan, perusahaan menyatakan akan terus mengembangkan portofolio kendaraan dan memperkuat kehadirannya di pasar global melalui strategi “Travel+”.
Ranggy menegaskan, inovasi dan pengalaman perjalanan akan tetap menjadi bagian penting dari arah pengembangan perusahaan.
“Memasuki tahun kedelapan, JETOUR akan terus mengembangkan portofolio kendaraan dan memperkuat kehadirannya di pasar global. Melalui ‘Travel+’, JETOUR berkomitmen menghadirkan inovasi dan pengalaman yang semakin relevan dengan gaya hidup serta kebutuhan perjalanan konsumen,” tutup Ranggy.
(*)










Komentar