JURANEWS.ID, TANAH DATAR – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Dr. Suharyanto menyerahkan secara simbolis dana stimulan tahap II kepada penyintas bencana hidrometeorologi di Kabupaten Tanah Datar, Sumatra Barat, Selasa (3/3). Penyerahan bantuan tersebut dirangkaikan dengan buka puasa bersama para penyintas di Gedung Indo Jolito.
Suharyanto menjelaskan, penyaluran dana stimulan tahap II dilakukan serentak di 19 kabupaten dan kota terdampak di Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Sebelumnya, tahap I telah disalurkan kepada 25 kabupaten dan kota.
“Sumatra Barat hari ini Kabupaten Pesisir Selatan dan Tanah Datar, sehingga total 14 kabupaten dan kota terdampak di Sumatra Barat telah diberikan dana stimulan,” ujarnya.
Untuk Kabupaten Tanah Datar, bantuan diberikan kepada 126 kepala keluarga kategori rumah rusak ringan dan sedang dengan total nilai lebih dari Rp2,8 miliar. Ia menegaskan, seluruh data penerima telah melalui proses pendataan dan verifikasi oleh pemerintah daerah bersama pihak terkait.
Suharyanto juga membuka peluang usulan tambahan data bagi warga yang belum terakomodasi. Menurutnya, pemerintah pusat akan menindaklanjuti apabila terdapat usulan resmi dari pemerintah daerah.
Huntara, DTH dan Huntap Terus Digenjot
Selain bantuan untuk rumah rusak ringan dan sedang, pemerintah juga menyiapkan dukungan bagi warga dengan kategori rusak berat. Hunian Sementara (Huntara) telah dibangun, sementara warga yang memilih tinggal bersama kerabat menerima Dana Tunggu Hunian (DTH) sebesar Rp600 ribu per bulan.
Pembangunan Hunian Tetap (Huntap) juga terus berjalan melalui kolaborasi sejumlah pihak, termasuk Kementerian Pekerjaan Umum, Danantara, dan Buddha Tzu Chi. BNPB turut membangun huntap bagi warga yang memilih skema insitu atau membangun kembali di lahan milik sendiri.
Destana Dinilai Efektif Cegah Korban Jiwa
Dalam kesempatan tersebut, Suharyanto mengungkapkan bahwa bencana yang terjadi pada akhir November 2025 di Tanah Datar tidak menimbulkan korban jiwa. Ia menilai keberhasilan tersebut tidak lepas dari penerapan program Desa Tangguh Bencana (Destana) yang telah berjalan di wilayah tersebut.
Menurutnya, dari sekitar 3.000 desa rawan bencana di Indonesia, sebanyak 300 desa telah dinilai tangguh berkat pembinaan berkelanjutan. “Ini bukti mitigasi melalui Destana cukup efektif dan perlu terus dilanjutkan,” katanya.
Bupati Tanah Datar, Eka Putra, menyampaikan bahwa peningkatan kesiapsiagaan masyarakat melalui Destana menjadi kunci saat bencana melanda. Ia menyebut koordinasi cepat antara pemerintah daerah, TNI, Polri, serta informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) membuat masyarakat segera melakukan evakuasi secara mandiri.
Waspada Bibit Siklon di Pulau Jawa
Di sela kegiatan, Kepala BNPB juga mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat di Pulau Jawa untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul informasi BMKG terkait potensi bibit siklon yang mendekat dalam beberapa hari ke depan.
BNPB, kata Suharyanto, akan segera menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah Jawa Barat, Jakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Timur guna mengantisipasi potensi banjir besar.
Ia berharap langkah mitigasi tersebut mampu meminimalkan dampak cuaca ekstrem sehingga masyarakat tetap aman dan risiko bencana dapat ditekan.
(*)














Komentar