Kepala BNPB Tinjau Penyelesaian Huntara untuk 40 KK Terdampak Banjir dan Longsor di Tapanuli Utara

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)

JURANEWS.ID, TAPANULI UTARA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus mempercepat penyelesaian hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak banjir dan longsor di Desa Sibalanga Julu, Kecamatan Adian Koting, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatra Utara.

Huntara tersebut diperuntukkan bagi 40 kepala keluarga (KK) yang terdampak bencana pada akhir November 2025 lalu.

Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto meninjau langsung progres pembangunan huntara saat kunjungan kerja ke lokasi, Jumat (6/2/2026). Dalam kunjungan itu, ia didampingi Bupati Tapanuli Utara Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat.

Bupati Tapanuli Utara menyampaikan bahwa pembangunan huntara telah mencapai sekitar 90 persen. Setiap unit huntara berukuran 4 x 6 meter dan sebagian besar telah dialiri listrik serta air bersih, meskipun masih ada beberapa unit yang belum sepenuhnya tersambung jaringan pipa air.

Kepala BNPB berharap warga terdampak dapat segera menempati huntara yang telah selesai dibangun. Saat ini, para penyintas masih tinggal sementara di rumah kerabat sambil menunggu hunian siap digunakan.

“Jadi kita tidak menunggu sampai selesai semua. Begitu ada berapapun yang sudah selesai, segera masuk ke huntara,” ujar Suharyanto kepada awak media.

Dengan tersedianya hunian sementara yang layak, diharapkan warga terdampak dapat kembali menjalani kehidupan sehari-hari meski kondisi pascabencana belum sepenuhnya pulih.
BNPB juga membuka peluang pengembangan huntara menjadi hunian tetap (huntap) di lokasi yang sama, apabila disepakati oleh warga penerima bantuan.

“Di Tapanuli Utara ini ada 40 unit hunian sementara dan kemungkinan besar, hunian tetapnya juga nanti akan dibangun di titik ini,” kata Suharyanto.

Ia menambahkan, pembangunan huntap akan segera dilakukan oleh BNPB setelah ada keputusan bersama dari warga terkait lokasi pembangunan.

Model pembangunan huntara dan huntap dalam satu kawasan ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan pascabencana.

Sebanyak 40 penerima huntara berasal dari empat desa di Kecamatan Adian Koting, yakni Desa Sibalanga, Desa Pagaran Lambung I, Desa Adian Koting, dan Desa Pagaran Pisang.
Dalam kunjungan tersebut, Kepala BNPB juga menyempatkan diri berdialog dengan warga penerima bantuan, mendengarkan aspirasi serta menjawab langsung pertanyaan terkait hunian.

BNPB turut menyerahkan bantuan kebutuhan dasar untuk menunjang kehidupan sehari-hari warga terdampak.

Perbaikan Jalan Nasional

Usai meninjau huntara, Kepala BNPB bersama rombongan melanjutkan peninjauan ke lokasi perbaikan jalan nasional di ruas Adian Koting–Sitahuis, Kabupaten Tapanuli Tengah. Ruas jalan ini merupakan akses utama yang menghubungkan Tarutung dan Sibolga.

Salah satu titik krusial, yakni kawasan Batu Lobang, masih dalam proses pengerjaan dan menjadi satu-satunya jalan nasional di wilayah Sumatra yang belum dapat dilalui kendaraan akibat longsor.

Kepala BNPB menyebutkan bahwa hingga saat ini lebih dari 50 titik longsoran di sepanjang ruas jalan tersebut telah berhasil dibersihkan, sementara proses perbaikan terus dilanjutkan agar akses transportasi dapat kembali normal.

(*)

Komentar

News Feed