Kisah Haru Penerima KIP-K UNDIP, Alza Diterima Kerja di Bank Ternama Sebelum Wisuda

Sebelum resmi diwisuda, ia telah diterima bekerja di Program Magang Bakti BCA setelah melewati perjalanan panjang penuh perjuangan.

SEMARANG, JURANEWS.ID – Perjuangan panjang Smile Alza Fauzi akhirnya berbuah manis. Mahasiswa penerima Beasiswa Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) Universitas Diponegoro (UNDIP) itu berhasil meraih pekerjaan di salah satu bank swasta terbesar di Indonesia bahkan sebelum resmi meninggalkan bangku kuliah.

Lulusan Program Studi Ilmu Kelautan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) UNDIP tersebut mulai bekerja melalui Program Magang Bakti BCA pada 1 Agustus 2026, hanya beberapa hari setelah mengikuti Wisuda Universitas Diponegoro ke-183 Tahap V.

Di balik keberhasilannya, tersimpan kisah perjuangan yang tidak mudah. Alza merupakan anak kedua dari tiga bersaudara asal Boyolali.

Ayahnya bekerja sebagai karyawan usaha pemotongan ayam, sedangkan ibunya adalah ibu rumah tangga. Keterbatasan ekonomi membuat perjalanan pendidikannya nyaris selalu bergantung pada beasiswa.

Sejak duduk di bangku SD, SMP, SMA hingga diterima di UNDIP melalui program KIP-K, beasiswa menjadi penopang utama agar ia tetap bisa mengenyam pendidikan.

“Saya tidak perlu mengeluarkan banyak biaya sejak SD, SMP hingga SMA karena Alhamdulillah mendapatkan beasiswa dari sekolah. Itu sangat membantu orang tua saya dalam meringankan beban finansial,” kenangnya.

Aktif Berprestasi dan Berorganisasi

Semangat belajar Alza tidak pernah surut. Sejak kecil ia aktif mengikuti berbagai ajang akademik seperti Olimpiade Sains Nasional (OSN), olimpiade biologi, hingga matematika.

Saat memasuki dunia perkuliahan, ia juga aktif mengikuti berbagai organisasi kemahasiswaan.

Alza tercatat bergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Society of Renewable Energy, aktif dalam Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) dengan riset mengenai alga, hingga mengikuti ajang Mas dan Mbak Universitas Diponegoro. Pada tahun 2024, ia terpilih sebagai Mas FPIK UNDIP.

Meski biaya kuliah telah ditanggung melalui KIP-K, Alza memilih tidak bergantung sepenuhnya pada bantuan tersebut.

Sejak semester lima, ia mulai bekerja sambilan untuk memenuhi kebutuhan praktikum, biaya hidup, hingga membeli perlengkapan kuliah.

“Saya nyambi kerja sambil tetap harus mempertahankan IPK agar beasiswa KIP-K tetap berjalan. Hasil bekerja saya gunakan untuk memenuhi kebutuhan kuliah yang belum sepenuhnya bisa dipenuhi, termasuk biaya praktikum. Dari hasil itu saya bisa membeli laptop dan sepeda motor,” ungkapnya.

Pernah Hampir Menyerah

Perjalanan menuju kesuksesan tidak selalu berjalan mulus. Alza mengaku pernah mengalami masa-masa sulit hingga hampir menyerah menjalani perkuliahan.

Namun tekad untuk mengubah kehidupan keluarga membuatnya bangkit dan terus berjuang.

“Saya berulang kali hampir menyerah terhadap kuliah saya. Rasanya ingin menyudahi semuanya. Namun saya punya satu tekad, saya ingin menjadi orang yang sukses, menjadi orang yang berguna, dan menjadi pemimpin yang baik. Dari semua kesulitan itu, akhirnya saya menemukan jalan dan kemudahan,” tuturnya.

Bagi Alza, diterima bekerja bukanlah akhir dari perjuangan. Ia memiliki impian yang jauh lebih besar, yakni membahagiakan kedua orang tuanya dan membantu adiknya agar dapat mengenyam pendidikan tanpa terkendala biaya.

“Saya ingin menjadi anak yang benar-benar mengangkat derajat orang tua saya. Saya ingin mengubah kehidupan mereka, menjadi anak yang berbakti, yang dibanggakan, dan membuat mereka merasakan hasil dari semua perjuangan saya,” katanya.

Ia juga berharap sang adik dapat menentukan masa depan tanpa harus dihantui persoalan ekonomi.

Di akhir kisahnya, Alza membagikan pesan sederhana bagi mahasiswa yang tengah berjuang meraih cita-cita.

“Terus jalani apa yang ada, karena semua pasti ada jalannya. Jangan takut ataupun ragu. Setiap orang memiliki perjuangan yang berbeda, dan setiap kesulitan pasti ada jalan keluarnya,” pesannya.

Perjalanan Smile Alza Fauzi menjadi bukti bahwa kesempatan melalui beasiswa, ketika dipadukan dengan kerja keras, disiplin, dan semangat pantang menyerah, mampu mengubah masa depan seseorang. Kisahnya menjadi inspirasi bahwa keterbatasan ekonomi bukanlah penghalang untuk meraih mimpi dan memberikan kebanggaan bagi keluarga.

(*)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Komentar