Korban Terakhir Banjir Bandang Solok Ditemukan, Total 2 Orang Meninggal Dunia

Korban terakhir banjir bandang Arosuka, Kabupaten Solok, ditemukan meninggal dunia. Total dua korban meninggal, sementara sekitar 480 warga masih mengungsi.

SOLOK, JURANEWS.ID – Tim gabungan akhirnya menemukan korban terakhir yang sebelumnya dinyatakan hilang akibat banjir bandang yang menerjang kawasan Arosuka, Kabupaten Solok, Sumatera Barat.

Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Jumat (25/9/2026). Dengan ditemukannya korban tersebut, total korban meninggal dunia akibat banjir bandang Kabupaten Solok menjadi dua orang.

Berdasarkan pembaruan informasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tertanggal 26 September 2026, kedua korban masing-masing berinisial DA (21) dan A (59).

Setelah seluruh korban yang dilaporkan hilang berhasil ditemukan, operasi pencarian dinyatakan selesai. Penanganan bencana kini berlanjut pada tahap pembersihan material, pendataan serta pemulihan wilayah terdampak.

Banjir bandang terjadi pada Senin (21/9/2026) sekitar pukul 19.45 WIB setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur Kabupaten Solok.

Hujan deras menyebabkan peningkatan debit sejumlah aliran sungai, termasuk Sungai Batang Laso. Kondisi tersebut juga memicu longsor pada bukit di sekitar aliran sungai.

Material berupa pasir, batu, lumpur dan air kemudian menerjang kawasan Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Solok serta permukiman di sekitarnya.

Material banjir bahkan sempat meluap hingga badan Jalan Raya Solok–Padang yang berada di sekitar kawasan perkantoran pemerintah daerah.

Empat Warga Luka, Satu Korban Dirujuk ke Padang

Selain dua korban meninggal dunia, BNPB mencatat empat warga mengalami luka.

Tiga korban mengalami luka ringan, sedangkan satu korban mengalami luka berat. Korban luka berat telah mendapatkan penanganan medis sebelum dirujuk ke rumah sakit di Kota Padang.

Dampak bencana juga menyebabkan kerusakan pada sejumlah fasilitas pemerintahan dan permukiman warga.

Sebanyak 12 gedung perkantoran terdampak, terdiri dari enam gedung mengalami kerusakan berat dan enam lainnya mengalami kerusakan ringan.

Pada sektor permukiman, sementara tercatat 98 rumah terdampak.

Rinciannya, 19 rumah mengalami rusak berat, 16 rumah rusak sedang, 52 rumah rusak ringan, delapan rumah terendam dan tiga rumah berada dalam kondisi rawan.

Banjir bandang juga berdampak terhadap tujuh kendaraan roda empat. Sementara pendataan kendaraan roda dua masih dilakukan.

Di sektor pertanian, sekitar 57 hektare lahan diperkirakan terdampak. Luasan tersebut terdiri atas 42 hektare sawah dan 15 hektare lahan kering.

Sementara pada sektor infrastruktur, tercatat lima ruas jalan dan dua jembatan terdampak.

Bencana tersebut juga membuat sekitar 480 warga mengungsi.

Para pengungsi tersebar di sejumlah lokasi, di antaranya rumah dinas Wakil Bupati, rumah dinas Bupati, rumah ladang, masjid serta lokasi pengungsian mandiri.

Gangguan jaringan air bersih juga terjadi pada lima kompleks perumahan. Pemulihan jaringan dan dukungan tandon air menjadi salah satu kebutuhan yang dipercepat pemerintah.

Setelah korban terakhir ditemukan, tim gabungan mengalihkan fokus pada pembersihan material banjir, pemetaan wilayah terdampak, pengolahan data serta pendataan pengungsi.

PLN melakukan perbaikan jaringan listrik yang terputus. Sementara unsur pekerjaan umum melakukan penanganan jalur aliran sungai dan infrastruktur yang terdampak.

Perbaikan jaringan air bersih juga dilakukan melalui penanganan jalur pipa yang rusak akibat material banjir bandang.

BNPB juga menyalurkan dukungan logistik dan peralatan melalui Dana Siap Pakai yang tiba pada 24 September 2026.

Bantuan tersebut meliputi 117 paket sembako, satu koli masaji, dua koli selimut, 50 koli family kit, 50 paket alat kebersihan, 50 helm rescue dan 50 pasang sepatu boot.

BNPB bersama pemerintah daerah masih melakukan pendataan masyarakat terdampak, termasuk rumah rusak, jumlah pengungsi serta kebutuhan dasar.

Data tersebut akan dipadupadankan dengan data kependudukan untuk memastikan penyaluran bantuan tepat sasaran.

Pemerintah Kabupaten Solok juga menyiapkan Surat Keputusan Bupati terkait data rumah yang mengalami kerusakan berat, sedang dan ringan.

Sementara data estimasi untuk kebutuhan dukungan hunian sementara ditargetkan tersedia pada 28 September 2026.

BNPB mengarahkan agar masyarakat terdampak tidak terlalu lama berada di tenda pengungsian.

Pemerintah daerah diminta menyiapkan alternatif tempat tinggal sementara yang aman dan layak, terutama bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat.

Tahap selanjutnya akan diarahkan pada pemulihan layanan dasar serta penyusunan Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P).

Kajian teknis dan risiko terhadap wilayah terdampak juga akan dilakukan sebagai dasar penanganan infrastruktur serta hunian masyarakat.

Dengan ditemukannya korban terakhir, seluruh warga yang sebelumnya dilaporkan hilang dalam bencana banjir bandang Kabupaten Solok telah ditemukan.

Penanganan kini berlanjut pada pembersihan wilayah, pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, serta percepatan pemulihan kawasan terdampak.

(*)

Komentar