JAKARTA, JURANEWS.ID – PT Bank BTPN Syariah Tbk mencatatkan laba bersih sebesar Rp1,01 triliun hingga kuartal III 2026. Pertumbuhan kinerja tersebut ditopang oleh kualitas pembiayaan yang semakin sehat serta pengelolaan risiko yang dijalankan secara disiplin.
Selain pertumbuhan laba, BTPN Syariah juga membukukan peningkatan aset sebesar 8 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp24 triliun. Sementara itu, pembiayaan tumbuh 13 persen menjadi Rp11 triliun.
Kinerja tersebut turut didukung sejumlah rasio keuangan yang tetap solid. BTPN Syariah mencatatkan Return on Asset (RoA) sebesar 7,3 persen dan Capital Adequacy Ratio (CAR) sebesar 59 persen.
Direktur BTPN Syariah, Fachmy Achmad, mengatakan pencapaian tersebut merupakan hasil konsistensi bank dalam menjaga kualitas pembiayaan, menerapkan pengelolaan risiko, serta memberdayakan nasabah secara berkelanjutan.
“Pertumbuhan laba yang kami raih tidak terlepas dari kualitas pembiayaan yang semakin sehat. Hal ini mencerminkan semakin kuatnya disiplin dan kapasitas nasabah dalam menjalankan usaha, sekaligus menunjukkan efektivitas pendekatan pendampingan yang menjadi bagian dari model bisnis BTPN Syariah,” ujar Fachmy dalam keterangan tertulis, Jumat (23/10/2026).
BTPN Syariah menjalankan model bisnis yang berfokus pada pendampingan masyarakat inklusi, khususnya perempuan produktif di segmen mass market.
Melalui berbagai program pendampingan dan pengembangan kapasitas, bank berupaya memperluas akses pembelajaran, meningkatkan literasi keuangan, serta memperkuat kemampuan nasabah dalam mengembangkan usaha.
Upaya tersebut dilakukan melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan agar nasabah memperoleh dukungan yang dibutuhkan untuk mengembangkan kegiatan ekonominya.
Bank juga memberikan apresiasi kepada nasabah yang dinilai konsisten dalam menjalankan usaha dan memenuhi kewajibannya. Salah satunya melalui program Umrah Satu Pesawat yang dijadwalkan berangkat pada November mendatang.
Program apresiasi tersebut diberikan kepada nasabah inspiratif dan kelompok nasabah dari berbagai wilayah Indonesia. Kriteria yang menjadi perhatian antara lain kehadiran dalam Pertemuan Rutin Sentra (PRS), pembayaran tepat waktu, keaktifan menabung, serta perkembangan usaha.
Melalui program tersebut, BTPN Syariah ingin memberikan penghargaan atas kedisiplinan dan semangat nasabah dalam membangun kehidupan yang lebih baik bagi diri sendiri, keluarga, dan komunitas.
Di sisi pengembangan bisnis, BTPN Syariah juga menghadirkan sejumlah inovasi untuk menjawab kebutuhan nasabah yang terus berkembang.
Bank memperluas akses pembiayaan individu melalui produk Tepat Imbang serta memperkuat kerja sama pembiayaan dengan lembaga keuangan nonbank.
Pada lini pendanaan, BTPN Syariah menyediakan sejumlah pilihan instrumen investasi syariah, termasuk sukuk yang diterbitkan pemerintah. Salah satu produk yang ditawarkan kepada nasabah adalah Sukuk Ritel Seri SR025.
Selain itu, bank menghadirkan Cash Waqf Linked Deposit (CWLD), produk yang mengintegrasikan manfaat ekonomi dengan dampak sosial berkelanjutan bagi masyarakat.
Fachmy menyampaikan bahwa pertumbuhan yang berkualitas menjadi fondasi penting untuk menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan.
Dengan kualitas pembiayaan yang semakin sehat, permodalan yang kuat, serta pendampingan nasabah yang konsisten, BTPN Syariah menyatakan optimistis dapat memperkuat ketahanan bisnis sekaligus memperluas manfaat bagi masyarakat Indonesia.
(*)














Komentar