Berdasarkan pemutakhiran BNPB pada Rabu (28/10/2026) pukul 07.00 WIB, bencana yang dilaporkan mencakup kebakaran lahan di Lampung dan Sulawesi Selatan, banjir di Sumatera Utara, serta angin puting beliung yang merusak rumah warga dan fasilitas pendidikan di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan.
Kebakaran lahan terjadi di lereng Gunung Rajabasa, Desa Way Muli Induk, Kecamatan Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan, pada Selasa (27/10) sekitar pukul 17.00 WIB. Kebakaran menghanguskan vegetasi seluas kurang lebih tiga hektare.
Tim Reaksi Cepat BPBD Kabupaten Lampung Selatan bersama Dinas Pemadam Kebakaran, anggota Desa Tangguh Bencana, dan masyarakat setempat berhasil memadamkan api. BNPB melaporkan tidak ada korban jiwa maupun bangunan yang terdampak.
Kebakaran juga terjadi di lahan kosong milik warga Desa Rumaju, Kecamatan Bajo, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, pada Selasa (27/10) pukul 11.07 WITA. Kondisi lahan yang kering dan angin cukup kencang membuat api cepat merambat hingga membakar sekitar 1,5 hektare lahan.
Petugas gabungan melakukan pemadaman dan pendinginan. Api dilaporkan padam pada pukul 13.07 WITA.
Di Kota Palopo, kebakaran terjadi di dua lokasi, yakni kawasan Islamic Centre di Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Takkalala, Kecamatan Wara Selatan, serta Jalan Cendana, Kelurahan To’bulung, Kecamatan Bara. Luas lahan yang terbakar tercatat sekitar 1,25 hektare. Api di kedua lokasi telah berhasil dipadamkan.
Sementara itu, kebakaran hutan dan lahan di Desa Lembang Rangri dan Desa Lembang Ratte, Kecamatan Baruppu, Kabupaten Toraja Utara, juga telah dipadamkan. Kebakaran yang terjadi sejak Sabtu (24/10) tersebut menghanguskan sekitar tujuh hektare lahan.
Penyebab kebakaran di Gunung Rajabasa dan Toraja Utara masih dalam penyelidikan petugas berwenang.
Banjir di Sumatera Utara, Ratusan Rumah Terdampak
Selain karhutla, banjir melanda sejumlah wilayah di Sumatera Utara. Di Kabupaten Asahan, luapan Sungai Silau Tua menggenangi Desa Sei Silau Tua dan Desa Bangun Sari, Kecamatan Setia Janji, pada Selasa (27/10).
Banjir dipicu kenaikan debit sungai setelah hujan berintensitas tinggi mengguyur wilayah hulu selama satu malam penuh. Ketinggian air di Desa Sei Silau Tua mencapai sekitar 30–60 sentimeter, sedangkan di Desa Bangun Sari sekitar 40–80 sentimeter.
BNPB mencatat sekitar 405 kepala keluarga terdampak, dengan kurang lebih 405 rumah terdampak. Hingga Selasa (27/10), banjir di wilayah tersebut dilaporkan belum surut.
Banjir juga terjadi di Desa Punden Rejo, Kecamatan Tanjung Morawa, dan Desa Lama, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang. Hujan deras menyebabkan Sungai Sei Putih dan Sei Belawan meluap. Kondisi diperparah jebolnya tanggul di Dusun II, Desa Punden Rejo.
Ketinggian banjir sempat mencapai sekitar 40–50 sentimeter. Data BNPB mencatat sekitar 146 kepala keluarga atau 573 jiwa terdampak, terdiri atas 88 kepala keluarga atau 358 jiwa di Desa Punden Rejo serta 58 kepala keluarga atau 215 jiwa di Desa Lama.
BPBD Kabupaten Deli Serdang melakukan asesmen dan berkoordinasi dengan pemerintah desa serta kecamatan untuk penanganan warga terdampak, termasuk rencana pembukaan dapur umum dan penyediaan bantuan bahan pokok.
Petugas juga berkoordinasi dengan penjaga pintu air Bendungan Perdamean dan pihak terkait untuk menindaklanjuti tanggul jebol. Banjir dilaporkan berangsur surut dengan ketinggian air sekitar 10–15 sentimeter, sementara warga telah kembali ke rumah masing-masing.
Di Kabupaten Labuhanbatu, banjir yang terjadi pada Sabtu (24/10) menggenangi Kelurahan Sirandorung dan Kelurahan Padang Bulan, Kecamatan Rantau Utara. Hujan deras menyebabkan luapan air setinggi sekitar satu meter hingga menggenangi permukiman dan jalan.
BNPB mencatat kurang lebih 520 kepala keluarga dan 520 rumah terdampak. Kondisi terkini pada Selasa (27/10), banjir telah surut.
Cuaca ekstrem berupa angin puting beliung disertai hujan lebat melanda sejumlah desa di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan.
Wilayah terdampak meliputi Desa Sungai Alat di Kecamatan Astambul serta Desa Sungai Rangas Hambuku, Desa Sungai Rangas Ulu, Desa Sungai Batang Ilir, dan Desa Penggalaman di Kecamatan Martapura Barat.
BNPB mencatat sekitar 35 kepala keluarga terdampak. Rinciannya, tiga kepala keluarga di Desa Sungai Alat, empat di Desa Sungai Rangas Hambuku, 13 di Desa Sungai Rangas Ulu, tujuh di Desa Sungai Batang Ilir, dan delapan di Desa Penggalaman.
Kerusakan material meliputi sekitar 24 rumah dan satu fasilitas pendidikan. Selain kerusakan bangunan, kejadian tersebut juga menyebabkan pohon tumbang.
BPBD Kabupaten Banjar telah melakukan asesmen, berkoordinasi dengan pemerintah setempat, serta menyiapkan bantuan logistik. Data warga terdampak, tingkat kerusakan rumah, dan kondisi fasilitas pendidikan masih dalam proses pendataan serta verifikasi.
Menyikapi rangkaian kejadian tersebut, BNPB mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana.
Masyarakat diminta memantau informasi cuaca dan peringatan dini dari instansi berwenang serta tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar, terutama saat musim kemarau.
Warga juga diminta segera melapor kepada dinas pemadam kebakaran atau BPBD apabila melihat api yang berpotensi meluas.
Bagi masyarakat yang tinggal di sekitar sungai atau kawasan rawan banjir, BNPB mengingatkan agar mewaspadai kenaikan debit air ketika hujan deras dan tidak menerobos arus banjir.
Saat angin kencang, masyarakat disarankan menghindari berteduh di bawah pohon maupun bangunan yang rawan roboh serta memeriksa kekuatan atap rumah.
BNPB turut mengingatkan pentingnya menyiapkan tas siaga bencana berisi dokumen penting, obat-obatan, dan perlengkapan dasar, mengenali jalur serta tempat evakuasi, dan mengikuti arahan petugas di lapangan.
(*)








Komentar