Lebih dari 3.000 Talenta Digital Lulus Coding Camp 2026, Peserta Berasal dari 354 Kampus dan 144 SMK

Coding Camp 2026 membekali mahasiswa, siswa SMK, dan guru dengan keterampilan AI, pemrograman, kesiapan kerja, hingga literasi keuangan.

JURANEWS.ID, JAKARTA – Lebih dari 3.000 mahasiswa dan siswa sekolah menengah kejuruan (SMK) dari berbagai daerah di Indonesia resmi lulus dari Coding Camp 2026 powered by DBS Foundation.

Program hasil kolaborasi DBS Foundation dan Dicoding Indonesia tersebut melibatkan peserta dari 354 perguruan tinggi dan 144 SMK di seluruh Indonesia. Acara kelulusan digelar di Astaka Grand Ballroom, ARTOTEL Gelora Senayan, Jakarta, Selasa (18/8/2026).

Program tahun ini juga mencatat perluasan dampak dengan memberikan pelatihan kepada 107 guru SMK. Pelatihan tersebut ditujukan untuk membekali guru dengan keterampilan teknologi yang relevan sehingga dapat diterapkan secara berkelanjutan di sekolah masing-masing.

Selain merayakan kelulusan, kegiatan tersebut menampilkan 10 capstone project hasil karya peserta dengan performa terbaik. Dua proyek unggulan bahkan dipresentasikan langsung di hadapan para tamu undangan.

Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Dr. Eng. Imam Machdi, mengapresiasi pelaksanaan program tersebut. Ia mengingatkan para lulusan agar kemampuan teknologi yang dimiliki digunakan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Pastikan mesin itu berpihak untuk memberikan solusi bagi kepentingan kemanusiaan,” ujarnya.

Staf Khusus Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Bidang Transformasi Digital dan Kecerdasan Buatan, Dr. Muhammad Muchlas Rowi, juga menilai pengembangan talenta digital menjadi penting untuk menghadapi perubahan kebutuhan dunia industri.

Ia mengapresiasi hasil karya peserta yang dinilai menunjukkan potensi generasi muda Indonesia dalam mengembangkan teknologi.

Pelatihan Hingga 946 Jam

Coding Camp 2026 memberikan pelatihan intensif hingga 946 jam pembelajaran. Peserta mendapatkan materi yang mencakup tiga jalur karier, yakni Data Science, Full-Stack Web Development, dan AI Engineering.

Selain keterampilan teknis, peserta juga memperoleh pembelajaran bahasa Inggris, soft skills, kesiapan karier, serta literasi keuangan yang diberikan bersama praktisi industri.

Head of DBS Foundation Karen Ngui mengatakan, lebih dari 3.000 lulusan tahun ini menjadi bukti bahwa generasi muda Indonesia memiliki potensi besar ketika mendapatkan akses terhadap keterampilan dan kesempatan yang tepat.

Sejak bermitra dengan Dicoding pada 2023, DBS Foundation disebut telah mendukung lebih dari 229.000 generasi muda di Indonesia dengan keterampilan digital yang relevan untuk masa depan.

Sementara itu, CEO Dicoding Indonesia Narenda Wicaksono mengatakan kelulusan bukan sekadar akhir dari program pembelajaran, tetapi menjadi awal bagi peserta untuk terus mengembangkan kemampuan dan memanfaatkan teknologi bagi masyarakat.

88,9 Persen Peserta Lulus

Pada 2026, Coding Camp mencatat tingkat kelulusan 88,9 persen. Sebanyak 98 persen lulusan juga melaporkan adanya peningkatan pengetahuan finansial.

Program tersebut juga menjangkau peserta dari berbagai wilayah. Lebih dari 80 persen peserta berasal dari kota kecil dan menengah, sementara sekitar 35 persen peserta merupakan perempuan.

Dengan perluasan akses hingga perguruan tinggi dan SMK, Coding Camp 2026 diharapkan dapat membantu mempersempit kesenjangan keterampilan digital sekaligus meningkatkan kesiapan kerja generasi muda Indonesia di tengah perkembangan ekonomi digital dan kecerdasan buatan.

(*)

Komentar