Lenovo Bidik Industri 4.0 Indonesia, Hadirkan Solusi Smart Manufacturing Berbasis AI dari Hulu ke Hilir

Lenovo memperluas solusi Smart Manufacturing berbasis AI di Indonesia dengan teknologi yang mencakup desain produk, produksi, rantai pasok, logistik, hingga transformasi infrastruktur IT.

JURANEWS.ID, JAKARTA – Lenovo memperkuat kontribusinya dalam mendorong transformasi industri manufaktur di Indonesia melalui solusi Smart Manufacturing berbasis Artificial Intelligence (AI) yang terintegrasi dari proses desain produk hingga operasional pabrik dan rantai pasok.

Solusi tersebut dirancang untuk membantu perusahaan manufaktur meningkatkan efisiensi, produktivitas, serta ketangkasan operasional di tengah semakin cepatnya adopsi teknologi AI.

Lenovo menghadirkan ekosistem teknologi yang mencakup proses perancangan produk, operasional lantai produksi, manajemen rantai pasok, hingga transformasi infrastruktur teknologi informasi (IT).

Langkah tersebut sejalan dengan meningkatnya kebutuhan perusahaan terhadap teknologi AI yang tidak hanya inovatif, tetapi juga mampu memberikan dampak nyata terhadap bisnis.

Dalam riset terbaru bertajuk CIO Playbook 2026: The Race for Enterprise AI, Lenovo menyebut 96 persen perusahaan berencana meningkatkan investasi mereka pada AI dalam 12 bulan ke depan.

Investasi tersebut diarahkan terutama pada solusi yang mampu menjawab kebutuhan bisnis secara spesifik sekaligus memberikan pengembalian investasi atau return on investment (ROI) dalam waktu relatif cepat.

Riset yang sama menyebut setiap investasi sebesar 1 dolar AS pada AI berpotensi menghasilkan rata-rata ROI sebesar 2,85 dolar AS bagi perusahaan.

Sales Director – Key & Global Account Business Lenovo Indonesia, Joni Irwanto, mengatakan kelincahan operasional menjadi salah satu faktor penting bagi perusahaan manufaktur untuk mempertahankan daya saing.

“Saat ini, kelincahan operasional menjadi faktor penting bagi perusahaan manufaktur untuk tetap kompetitif. Melalui solusi Smart Manufacturing Lenovo, kami ingin membantu perusahaan di Indonesia tidak hanya mengadopsi teknologi, tetapi juga memanfaatkan ekosistem cerdas secara optimal di setiap tahapan operasional,” ujar Joni.

Menurutnya, penerapan teknologi tersebut diharapkan dapat membantu perusahaan merancang produk dengan lebih baik, meningkatkan kualitas produksi, serta membangun rantai pasok yang lebih tangguh dan efisien.

Empat Pilar Smart Manufacturing Lenovo

Lenovo mengembangkan solusi Smart Manufacturing melalui empat fokus utama yang menyasar berbagai kebutuhan industri manufaktur.

Pertama, akselerasi desain dan rekayasa produk.

Lenovo menyediakan infrastruktur high-performance computing (HPC) dan workstation berperforma tinggi yang dapat digunakan untuk menjalankan simulasi komputasi kompleks serta beban kerja computer-aided engineering (CAE).

Teknologi tersebut dipadukan dengan solusi visualisasi untuk meningkatkan kolaborasi dan akurasi dalam proses desain.

Dengan dukungan tersebut, perusahaan diharapkan dapat mengoptimalkan biaya sekaligus meningkatkan efisiensi waktu operasional dalam proses pengembangan produk.

Kedua, penerapan AI untuk industri manufaktur.

Lenovo menghadirkan Lenovo AI PC, workstation, serta perangkat Edge untuk mendukung penerapan AI di lingkungan produksi.

Salah satu penerapannya adalah Industrial Computer Vision, yang memanfaatkan AI dan teknologi visi komputer untuk mengidentifikasi, mengukur, menentukan posisi, serta mendeteksi kondisi dan kualitas peralatan, proses maupun lingkungan operasional.

Teknologi tersebut juga memungkinkan pemantauan aset secara otomatis selama 24 jam melalui integrasi sensor pintar, robotik, computer vision, dan edge computing.

Ketiga, otomasi rantai pasok dan logistik.

Lenovo menawarkan solusi AAA yang mengintegrasikan Automated Storage and Retrieval Systems (AS/RS), Autonomous Mobile Robots (AMR), serta AI.

Teknologi tersebut dipadukan dengan sistem supply chain control tower untuk memberikan visibilitas secara real-time terhadap pergerakan barang.

Dengan sistem yang lebih terintegrasi, perusahaan dapat meningkatkan efisiensi pergudangan dan distribusi sekaligus mengurangi potensi kesalahan manusia.

Keempat, transformasi IT melalui Lenovo TruScale.

Melalui Lenovo TruScale, perusahaan dapat menggunakan model berlangganan yang lebih fleksibel sehingga memungkinkan peralihan dari pola belanja modal atau capital expenditure (CapEx) menuju belanja operasional atau operational expenditure (OpEx).

Lenovo juga menyediakan Asset Recovery Services (ARS) untuk membantu perusahaan mengelola dan mendaur ulang perangkat IT secara aman ketika telah mencapai akhir masa pakainya.

Pendekatan tersebut sekaligus mendukung perusahaan dalam memenuhi target keberlanjutan lingkungan dan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).

Lenovo menyatakan pengembangan solusi Smart Manufacturing merupakan bagian dari visi Smarter AI for All, dengan memperluas akses terhadap teknologi AI yang praktis dan relevan bagi berbagai sektor industri.

Dalam sektor manufaktur, ekosistem tersebut menggabungkan perangkat, infrastruktur, layanan, serta solusi berbasis AI dalam satu rangkaian teknologi.

Pemanfaatan otomatisasi cerdas dan data secara real-time diharapkan dapat membantu perusahaan meningkatkan efisiensi dan produktivitas di berbagai tahapan rantai nilai manufaktur.

Melalui pendekatan tersebut, Lenovo menilai industri Indonesia memiliki peluang untuk membangun operasional yang lebih tangguh, adaptif, dan berkelanjutan dalam menghadapi perkembangan Industry 4.0 dan era AI.

(*)

Komentar