Malam Wungon HUT RI ke-81 di Pemalang, Plt Bupati Soroti Kekeringan dan Masalah Sampah

Dari kekeringan Pulosari hingga persoalan sampah, Plt Bupati Pemalang Nurkholes mengajak pemerintah, swasta dan masyarakat memperkuat kepedulian serta gotong royong.

PEMALANG, JURANEWS.ID – Malam Wungon dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026 menjadi momentum bagi Pemerintah Kabupaten Pemalang untuk mengajak masyarakat memperkuat kepedulian sosial dan semangat gotong royong.

Kegiatan Malam Wungon digelar di Pendopo Kabupaten Pemalang, Minggu (16/8/2026). Dalam kesempatan tersebut, Plt. Bupati Pemalang Nurkholes menekankan bahwa kemerdekaan tidak hanya dimaknai sebagai perayaan, tetapi juga diwujudkan melalui kepedulian terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat.

Menurut Nurkholes, Malam Wungon yang digelar mulai tingkat kabupaten, kecamatan hingga desa diharapkan dapat mempererat kebersamaan, kekompakan dan rasa kekeluargaan di tengah masyarakat.

“Proklamasi pada tahun ini harus membawa semangat kemandirian kepada kita semua. Kemerdekaan yang kita rasakan dalam kebersamaan dan kebhinnekaan harus diwujudkan dengan kepedulian terhadap sesama,” ujar Nurkholes.

Kekeringan Pulosari Jadi Perhatian

Salah satu persoalan yang disoroti Nurkholes adalah kondisi kekeringan dan kekurangan air yang saat ini dialami masyarakat di wilayah Pulosari.

Ia mengatakan, pemerintah telah berupaya memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat terdampak. Namun, bantuan yang tersedia baru mampu memenuhi sekitar 60 persen dari kebutuhan.

“Pemerintah sudah berupaya, tetapi baru sekitar 60 persen dari kebutuhan yang ada. Saya berharap melalui momentum ini seluruh instansi, BUMD dan CSR swasta dapat bergerak bersama membantu saudara-saudara kita yang mengalami kekurangan air,” katanya.

Nurkholes mengajak seluruh pihak untuk tidak hanya mengandalkan pemerintah dalam menghadapi persoalan kekeringan. Kolaborasi antara pemerintah, BUMD, sektor swasta dan masyarakat dinilai penting agar kebutuhan warga dapat segera terpenuhi.

Masalah Sampah Tak Bisa Dibebankan ke DLH

Selain kekeringan, Nurkholes juga menyoroti persoalan sampah yang masih menjadi pekerjaan rumah di Kabupaten Pemalang.

Ia menegaskan, penanganan sampah bukan hanya menjadi tugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH), tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh masyarakat.

“Persoalan sampah ini membutuhkan kerja keras bersama di seluruh wilayah Kabupaten Pemalang, mulai dari desa, kecamatan hingga kabupaten. Ini tidak bisa ditangani hanya oleh Dinas Lingkungan Hidup saja, tetapi membutuhkan kebersamaan seluruh warga masyarakat,” tegasnya.

Menurutnya, kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan harus terus dibangun agar persoalan sampah dapat ditangani secara berkelanjutan.

Malam Wungon Diwarnai Pemotongan Tumpeng

Sebagai ungkapan rasa syukur dalam memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Malam Wungon juga diisi dengan pemotongan tumpeng oleh Ketua DHC 45 Kabupaten Pemalang Luruh Sayono.

Tumpeng tersebut kemudian diserahkan kepada Plt. Bupati Pemalang Nurkholes dan diteruskan kepada Sekretaris Daerah Kabupaten Pemalang Bagus Sutopo.

Nurkholes berharap kebersamaan yang terbangun melalui Malam Wungon dapat menjadi energi positif bagi masyarakat untuk terus berkarya dan memberikan pengabdian terbaik bagi Kabupaten Pemalang, bangsa dan negara.

“Mari kita terus memperkuat persatuan, kepedulian sosial dan semangat gotong royong. Ketika ada masyarakat yang menghadapi kesulitan, mari kita hadir untuk membantu. Ketika ada persoalan di lingkungan kita, mari kita hadapi dan selesaikan bersama dengan semangat kekeluargaan,” tuturnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Kejaksaan Negeri Pemalang Rina Idawani, perwakilan Forkopimda, jajaran kepala OPD dan pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pemalang, Wakil Ketua TP PKK Pemalang Sri Indah Lestari serta sejumlah tamu undangan lainnya.

(*)

Komentar