JAKARTA, JURANEWS.ID – Musim kemarau yang masih berlangsung mulai memberikan dampak serius di sejumlah wilayah Indonesia. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat peningkatan kejadian kekeringan dan kebakaran lahan dalam periode Rabu (5/8/2026) hingga Kamis (6/8/2026) pagi.
Berdasarkan laporan BNPB, sejumlah daerah mengalami kesulitan air bersih akibat berkurangnya sumber air, sementara beberapa wilayah lainnya menghadapi kebakaran lahan yang dipicu kondisi cuaca kering.
Di Jawa Tengah, beberapa kabupaten dilaporkan mengalami krisis air bersih dan membutuhkan distribusi bantuan dari pemerintah daerah.
Di Kabupaten Cilacap, sebanyak 10 kecamatan mengalami kesulitan air bersih akibat menurunnya debit sumber air yang digunakan warga untuk kebutuhan sehari-hari.
BPBD Kabupaten Cilacap kembali melakukan distribusi air bersih pada Rabu (5/8/2026) dengan total bantuan mencapai 28.000 liter air ke sejumlah titik terdampak.
Kondisi serupa terjadi di Kabupaten Purworejo. Sebanyak 107 kepala keluarga di empat kecamatan terdampak kekeringan.
Wilayah yang mengalami kesulitan air bersih meliputi Kecamatan Bagelen, Loano, Purworejo, dan Gebang.
BPBD Kabupaten Purworejo bersama tim gabungan kemudian menyalurkan 30.000 liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan warga terdampak.
Sementara itu, di Kabupaten Sragen, sebanyak 448 kepala keluarga mengalami kesulitan mendapatkan air bersih akibat menyusutnya debit sungai dan sumur warga.
BPBD Sragen bersama aparat terkait telah menyalurkan bantuan sebanyak 41.000 liter air bersih untuk masyarakat terdampak.
Lamongan hingga Subang Juga Dilanda Krisis Air
Selain Jawa Tengah, kekeringan juga terjadi di sejumlah daerah lain.
Di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, sebanyak 741 kepala keluarga mengalami krisis air bersih akibat tidak adanya hujan selama musim kemarau.
Kekeringan melanda tiga kecamatan, yakni Sarirejo, Ngimbang, dan Bluluk.
BPBD Kabupaten Lamongan bersama pihak terkait telah mendistribusikan 40.000 liter air bersih pada Rabu (5/8/2026).
Sementara itu, di Kabupaten Subang, Jawa Barat, sebanyak 65 kepala keluarga di Kecamatan Pagaden mengalami kesulitan air bersih.
BPBD Subang melakukan suplai air bersih sebanyak 5.000 liter untuk membantu warga terdampak.
Selain kekeringan, BNPB juga mencatat sejumlah kejadian kebakaran lahan akibat kondisi cuaca kering.
Di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, kebakaran lahan terjadi pada Rabu (5/8/2026) di wilayah Gampong Langien Tualada, Kecamatan Bandar Baru.
Lahan seluas sekitar 3 hektare dilaporkan terbakar.
BPBD Kabupaten Pidie Jaya bersama aparat setempat langsung melakukan pemadaman menggunakan dua unit mobil pemadam kebakaran.
Kondisi terkini, api berhasil dipadamkan dan situasi dinyatakan aman terkendali.
Kebakaran lahan juga terjadi di Kabupaten Aceh Besar, tepatnya di wilayah Gampong Panca, Kecamatan Lembah Seulawah.
Sebanyak 3 hektare lahan hangus terbakar. Tim gabungan mengerahkan tiga unit armada untuk melakukan pemadaman hingga api berhasil dikendalikan.
Melihat meningkatnya kejadian kekeringan dan kebakaran lahan, BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat di wilayah rawan bencana untuk meningkatkan kewaspadaan.
Masyarakat diminta menggunakan air bersih secara bijak serta menyiapkan cadangan air untuk kebutuhan keluarga.
Sementara pemerintah daerah didorong untuk rutin melakukan distribusi air bersih serta mengambil langkah jangka panjang seperti pembangunan atau pengeboran sumur warga.
BNPB memastikan terus melakukan pemantauan perkembangan situasi dan berkoordinasi dengan BPBD seluruh Indonesia agar penanganan bencana dapat berjalan cepat dan tepat.
(*)















Komentar