NU dan Muhammadiyah Bersatu di Lapangan, Plt Bupati Nurkholes: Satu Tujuan Membangun Pemalang

Laga Persahabatan Mini Soccer Milad Muhammadiyah ke-114 di Comal Jadi Simbol Kerukunan NU dan Muhammadiyah, Nurkholes Dorong Kolaborasi untuk Pembangunan Pemalang.

PEMALANG, JURANEWS.ID — Semangat persatuan antara Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah terlihat dalam laga persahabatan mini soccer di Lapangan Mini Soccer Comal, Minggu (25/10/2026). Pertandingan ini digelar untuk menyemarakkan Milad Muhammadiyah ke-114 dengan tema “Bersama Satukan Bangsa”.

Plt Bupati Pemalang, Nurkholes, secara resmi membuka pertandingan melalui tendangan kick off. Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kerukunan dan sinergi dua organisasi Islam besar dalam mendukung pembangunan daerah.

Nurkholes menegaskan, laga persahabatan itu bukan sekadar pertandingan olahraga, melainkan simbol kebersamaan dan persatuan di tengah masyarakat.

“Tidak ada perbedaan antara Muhammadiyah dan NU. Semuanya memiliki satu tujuan mulia, yaitu membangun Pemalang. Kebersamaan inilah yang kita banggakan dan menjadi bukti nyata penyatuan visi antara Muhammadiyah dan NU,” ujar Nurkholes.

Nurkholes berharap kebersamaan NU dan Muhammadiyah terus diperkuat, termasuk melalui kolaborasi dalam berbagai program Pemerintah Kabupaten Pemalang.

Menurutnya, soliditas antarelemen masyarakat menjadi modal penting untuk menjaga kedamaian sekaligus mendorong kemajuan daerah. Perbedaan organisasi, kata dia, tidak seharusnya menjadi penghalang untuk bekerja bersama demi kepentingan masyarakat.

Semangat tersebut juga dinilai penting untuk mendukung program pembangunan yang menyentuh berbagai sektor, mulai dari pendidikan, kesehatan hingga peningkatan kesejahteraan warga.

Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Pemalang, Abu Joharudin Bahry, menyampaikan bahwa kebersamaan lintas organisasi merupakan salah satu kunci dalam pembangunan daerah.

Ia optimistis, kerja sama NU dan Muhammadiyah dapat ikut mendorong peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), kesejahteraan masyarakat, kualitas pendidikan, serta pelayanan kesehatan di Kabupaten Pemalang.

Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Pemalang, Sapto, menegaskan bahwa tema Milad Muhammadiyah ke-114, “Bersama Satukan Bangsa”, merupakan komitmen untuk menjaga persatuan, termasuk di tingkat daerah.

“Bersama NU, kami dari Muhammadiyah hadir dengan semangat bersama untuk menyatukan Pemalang,” ungkap Sapto.

Keharmonisan kedua organisasi juga ditunjukkan melalui penyerahan cinderamata dari Abu Joharudin Bahry kepada Sapto. Prosesi tersebut disaksikan langsung oleh Nurkholes sesaat sebelum pertandingan dimulai.

Laga mini soccer ini menjadi gambaran bahwa semangat persatuan dapat dibangun melalui kegiatan sederhana yang mempertemukan berbagai elemen masyarakat.

Lebih dari sekadar pertandingan, kebersamaan NU dan Muhammadiyah di lapangan diharapkan berlanjut dalam kerja nyata untuk mendukung pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Pemalang.

(*)

Komentar